banner 728x90
Lokasi pembangunan dermaga apung HDPE selama Ansar Ahmad dan Marlin Agustina menjabat Gubernur dan Wagub Kepri. F- diskominfo kepri

Ini Alasan Gubernur Kepri Membangun Dermaga Apung HDPE

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah membangun sejumlah dermaga apung fleksibel (flexi auatec) berbahan hight density poly ethlene (HDPE). Ini alasan Gubernur Kepri membangunan dermaga apung HDPE tersebut.

Ansar Ahmad menyatakan, pembangunan dermaga apung HDPE itu guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar arus barang serta orang yang bermuara kepada peningkatan sektor pariwisata, serta bertumbuhnya wilayah ekonomi baru di kawasan pesisir.

Ansar Ahmad menjelaskan, Kepulauan Riau sebagai provinsi dengan geografis terdiri dari 96 persen laut tentunya sangat membutuhkan infrastruktur berupa dermaga yang layak.

Tidak dipungkiri jika Kepri dengan sekitar 1350 pulau, memiliki keterbatasan infrastruktur dermaga. Tidak dinafikan juga jika keterbatasan infrastruktur dermaga selama ini menjadi penghambat kelancaran arus barang dan orang antar wilayah di Kepri maupun ke daerah lain.

Baca Juga :  Hari Ini, Pengacara Keluarga Brigadir J Tak Diizinkan Ikut Rekonstruksi, Begini Penjelasan Polri

Warga di sejumlah pulau, khususnya di wilayah terluar, bahkan masih harus merasakan kesulitan untuk bersandar atau naik ke dermaga yang dipengaruhi oleh surutnya air laut.

Kondisi ini tentunya menjadi penghambat terhadap kelancaran orang maupun barang yang tentunya berpengaruh terhadap perputaran ekonomi. Demikian pula terhadap perkembangan sektor wisata. Tidak nyamannya aksesibilitas tentunya berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berkunjung.

Menyadari hal ini, Gubenur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad SE MM dalam beberapa tahun terakhir fokus terhadap pembangunan dermaga yang layak. Dermaga fleksibel berupa dermaga apung berbahan hight density poly ethlene/HDPE disebut Gubernur Ansar menjadi solusi dalam memperlancar aksesibilitas, memudahkan bagi kapal untuk bersandar.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara Ke-76, Presiden Minta Polri Siaga Terhadap Krisis Keuangan

Dermaga apung HDPE merupakan inovasi terbaru yang memiliki ketahanan cukup lama, dengan usia pakai hingga di atas 40 tahun, juga diyakini ramah lingkungan (green technology). Selain itu, dermaga apung HDPE yang fleksibel menjadikannya fleksibel karena permukaannya akan tetap sama, menyesuaikan kondisi pasang surut air laut.

“Kita berharap dermaga apung HDPE ini akan menjawab tantangan terbesar dalam membangun sistem konektivitas di Provinsi Kepri,” ujar Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Jumat (10/5/2024).

Di masa kepemimpinan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina, Pemprov Kepri sudah membangun enam dermaga apung HDPE. Yakni di Sedanau Natuna, Pantai Indah Kijang Kabupaten Bintan, di Pulau Penyengat Tanjungpinang, di Tarempa Anambas, di Bandara Tambelan Bintan, dan Tanjungbuton Daik.

Baca Juga :  Peringatan HKN Ke-59 Tahun 2023, Berikut Rangkaian Kegiatan di Dinkes Tanjungpinang

“Pembangunan dermaga apung HDPE ini tentunya menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kepri dalam memperkuat sistem konektivitas,” tambah Ansar Ahmad.

Pemerintah Provinsi Kepri dikatakan Ansar berupaya terus berkomitmen untuk memperbanyak dermaga apung HDPE.

“Akan terus kita wujudkan agar akses orang dan barang menjadi lancar, dengan harapan perekonomian Kepri akan meningkat,” sebut Gubernur Kepri.

Lancarnya aksesibilitas yang menghubungkan setiap wilayah di Kepri dan ke luar daerah disebut Ansar tentunya akan meningkatkan sektor perdagangan, pariwisata, perikanan, serta sektor-sektor terkait yang bermuara kepada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *