Bintan, suaraserumpun.com – Bintan Jong Race Festival 2026 satu agenda Karisma Event Nasional (KEN) Indonesia di Pantai Lagoi, Lagoi Bay kawasan Bintan Resorts, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi dimulai, Sabtu (4/4/2026). Berikut misi peserta dari Tanjung Surat, Johor, Malaysia saat mengikuti Bintan Jong Race Festival 2026 tersebut.
Bintan Jong Race Festival 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti. Hadir pada peresmian tersebut Asdep Event Daerah Kementerian Pariwisata RI Reza Pahlevi. Turut hadir Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio MM selaku Penasehat Gubernur Kepri, Pj Sekdaprov Kepri Luki Zaiman Prawira.
Selain itu, hadir Kepala Bakamla RI Zona Barat Laksamana Madya (Laksdya) TNI Dr Irvansyah SH MTr Opsla, Vice President Director PT BRC Frans Gunara, Abdul Wahab selaku Chief Operating Officer (COO) Bintan Resorts, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Hasan SSos. Serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bintan Arief Sumarsono. Dalam kesempatan tersebut, Reza Pahlevi Asisten Deputi Event Daerah Kemenpar RI menyerahkan piagam penghargaan KEN 2026 kepada Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti.
Kepala Disbudpar Bintan Arief Sumarsono menyampaikan, jumlah peserta yang mengikuti Bintan Jong Race Festival 2026 ini sebanyak 691 unit perahu jong (tanpa awak). Jumlah tersebut berasal dari 45 komunitas atau kelompok permainan jong. Peserta yang akan berlomba dari 691 perahu jong tersebut sebanyak 318 orang.
“45 komunitas atau kelompok permainan jong tersebut terdiri dari 4 komunitas dari Malaysia, 1 komunitas berasal dari Singapura. Kemudian, ada 14 kelompok dari Tanjungpinang. 13 komunitas dari Kota Batam, 9 kelompok dari Tanjung Balai Karimun. Serta 4 kelompok dari Kabupaten Bintan,” sebut Arief Sumarsono.
“Hari ini, 691 perahu jong milik peserta akan menjalani babak kualifikasi atau penyisihan. Setiap race, tiga jong akan melaju ke babak berikutnya. Sedangkan final akan digelar, Minggu (5/4/2026) pagi besok,” sambung Arief Sumarsono.

COO Bintan Resorts Abdul Wahab menyampaikan, event-event tradisional seperti Jong, juga diminati warga di Singapura dan Malaysia, tak cuma hanya di Indonesia. Saat ini, Jong Race Festival digelar di Bintan Resorts, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Bahkan menjadi agenda nasional Indonesia, masuk dalam kalender Karisma Event Nasional (KEN). Banyak wadah-wadah atau komunitas jong yang ikut di Bintan Jong Race Festival 2026.
“Selanjutnya, saya akan bicara dengan Pak Arief selaku Kadisbudpar Bintan dan tim Bintan Resorts (PT BRC) yang menghandle event-event ini ke depannya. Kalau hari ini ada 691 jong yang berpartisipasi atau ikut lomba ini, mungkin ini yang terbesar di ajang internasional ini. Tahun 2027, saya berharap lebih banyak lagi,” harap Abdul Wahab.
“Kami dari BRC terus akan mensokong (support). Kita berharap ke depan, kehadiran teman-teman dari Singapura dan Malaysia, akan lebih banyak lagi. Ini PR kami nanti. Kita akan sampaikan even Jong Race Festival ini ke negara-negara lain, seperti Thailand,” sambungnya.
Reza Pahlevi Asisten Deputi Event Daerah Kemenpar RI mengapresiasi penyelenggaraan Bintan Jong Race Festival 2026 yang merupakan pertama dilaksanakan dalam agenda Karisma Event Nasional (KEN) tahun 2026 di Provinsi Kepri ini. Di Indonesia ada 115 event pariwisata yang masuk dalam KEN. Satu di antaranya yaitu Jong Race Festival di Kabupaten Bintan ini.
“Kita memasukan Jong Race Festival di Bintan ini ke dalam KEN 2026, karena memiliki nilai-nilai keunggulan dan keunikan lokal, yang menjadi magnet atau daya tarik kunjungan wisatawan di Provinsi Kepulauan Riau ini. Khususnya bagi Kabupaten Bintan yang menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara buat Indonesia,” jelas Reza Pahlevi.
Bintan, lanjutnya, daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan banyak even internasional. Terutama sport tourism, yang diselenggarakan di kawasan Lagoi.
“Terima kasih kepada PT BRC dan Pemkab Bintan yang melaksanakan iven-iven internasional selama ini. Mungkin akan lebih banyak lagi menggelar event yang berbasis nilai budaya lokal. Karena, event menjadi tour yang dianggap efektif untuk menarik kunjungan wisata,” ucapnya.
“Semoga event Bintan Jong Race Festival 2026 ini juga memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat lokal. Terima kasih kepada penyelenggara dan semua pihak,” tutup Reza Pahlevi.
Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti berharap, event Bintan Jong Race Festival ke-6 ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan kunjungan wisata di Kabupaten Bintan. Wabup Bintan juga berharap, peserta dan event diselenggarakan lebih besar lagi pada tahun depan.

“Terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara yang bekerja sama untuk menyukseskan Bintan Jong Race Festival ini. Alhamdulillah, ini salah satu event pelestarian budaya melayu pesisir Kabupaten Bintan sekaligus menjadi daya tarik tersendiri baik bagi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara,” ujar Deby Maryanti.
“Menang dan kalah dalam lomba jong ini, hal yang biasa. Tetapi yang penting adalah, silaturahmi kita terjalin dalam kegiatan Bintan Jong Race Festival ini,” tambahnya.
Deby Maryanti mengungkapkan, event Jong Race Festival ini mengeksplor tradisi permainan jong masyarakat Melayu Bintan. Hal itu bertujuan agar ke depannya, budaya ini tetap eksis. Khususnya bagi pecinta perahu layar tradisional tersebut. Menurutnya, Kabupaten Bintan sering menggelar kegiatan serupa. Baik di Kampung Keter Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan maupun di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang.
“Harapannya tentu melalui Bintan Jong Race Festival ini tidak hanya terus dilestarikan, namun menjadi daya tarik bagi wisatawan sehingga nantinya mampu meningkatkan PAD sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” tutupnya.
Peserta dari Johor-Malaysia
Pada hari pertama Bintan Jong Race Festival 2026, sebanyak 691 perahu jong mengikuti babak kualifikasi atau penyisihan. Baik peserta dari Malaysia dan Singapura maupun dari dalam negeri. Mewakili empat komunitas jong asal negara Malaysia, Saleh selaku Ketua Yayasan Makmur Pengerang dari Tanjung Surat Johor-Malaysia menyambut positif atas penyelenggaraan Bintan Jong Race Festival ini.
Datuk Saleh menyebutkan, ada 15 orang anggota dari Tanjung Surat Johor-Malaysia yang ikut lomba Bintan Jong Race Festival ini. Menurutnya, ini merupakan event budaya yang bagus digelar. Karena, jong merupakan permainan yang digemari di negara serumpun Malaysia. Termasuk juga dari Singapura. Bukan hanya di Bintan maupun wilayah Kepri lainnya.

“Jong kami dari Malaysia itu sama saja dengan jong yang ada di Bintan ini. Sama pula dengan jong ada di Singapura. Cuma bentuk buatannya lain-lain, dan cara mainkan sedikit yang berbeda. Itu untuk mendapat kelajuan. Pandai kita nak buat dan sesuai mainkan angin la. Secara keseluruhan, itu sama. Misi kami datang ke sini, memang ingin ikut berlomba jong. Semoga saja angin bagus saat berlomba nanti. Kami datang ke sini, juga bisa melihat bagaimana cantiknya pantai di sini,” kata Datok Saleh.
“Insya Allah, mudah-mudahan kami bisa menang lah dalam perlombaan jong di Bintan ini. Saya dan anak serta keluarga sama anggota, itu ada 15 orang yang datang ke sini. Kami membawa 10 jong (perahu) yang ikut diperlombakan.”
“Kami berharap lomba jong Bintan Jong Race Festival ini digelar lagi di tahun depan. Ya, tahun ke tahun terus digelar lomba jong ini,” demikian harapan Datok Saleh Ketua Komunitas Jong Yayasan Makmur Pengerang dari Tanjung Surat Johor-Malaysia. (yen)
Editor: Sigik RS
