banner 728x90
Bupati Natuna Cen Sui Lan meninjau lahan milik petani yang terbakar akibat bencana kekeringan di Bunguran Batubi, Natuna, Kamis (26/3/2026). F- ist

Cen Sui Lan Menempuh Jalur Langit dan Hujan Buatan untuk Penanganan Karhutla di Natuna

Komentar
X
Bagikan

Natuna, suaraserumpun.com – Bupati Natuna tak hanya menempuh jalur langit dengan melaksanakan salat istisqa berdoa minta hujan kepada Allah SWT, pada saat menghadapi bencana kekeringan saat ini. Cen Sui Lan juga meminta hujan buatan untuk penanganan karhutla di Natuna.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, kian mengkhawatirkan. Hingga Kamis (26/3/2026), api dilaporkan telah menghanguskan sedikitnya 11 hektare lahan pertanian dan mulai mengepung wilayah Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara.

Merespons kondisi darurat ini, Bupati Natuna Cen Sui Lan, bergerak cepat dengan menginisiasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk memicu hujan buatan di wilayah terdampak.

Kebakaran ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memukul sektor ekonomi lokal. Berdasarkan data sementara, lahan yang terbakar merupakan area produktif milik dua kelompok tani: Yaitu Kelompok Tani Nanas sebanyak 20 orang anggota. dan Kelompok Tani Pernas yaitu petani budi daya nanas dan singkong.

Selain kerugian materiil akibat potensi gagal panen, kabut asap yang kian tebal kini mulai mengancam kesehatan warga. Petugas di lapangan mengaku kesulitan menjangkau titik api (hotspot) karena lokasinya yang berada jauh di dalam hutan dengan medan yang berat.

Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan, langkah administrasi untuk pelaksanaan hujan buatan sedang digesa. Cen Sui Lan telah berkomunikasi langsung dengan pucuk pimpinan instansi terkait di Jakarta.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Kepala BMKG Profesor Dr Teuku Faisal Fathani, untuk segera melaksanakan OMC melalui TMC,” ujar Cen Sui Lan saat meninjau lokasi di Desa Gunung Putri, Kamis (26/3/2026) siang.

Selain hujan buatan, pemerintah pusat juga direncanakan akan mengerahkan bantuan helikopter water bombing untuk memperkuat pemadaman lewat udara yang selama ini sulit dijangkau lewat jalur darat.

Tak hanya fokus pada pemadaman, Bupati Natuna juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran. Ada indikasi kuat mengenai unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan tersebut.

“Kasihan masyarakat yang sudah berjuang menanam nanas dan singkong, sekarang terancam gagal panen,” tambahnya.

Sebagai langkah pelengkap, Pemerintah Kabupaten Natuna telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh kecamatan untuk melaksanakan salat istisqa serentak, usai salat Jumat besok, sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.

“Kita juga berdoa minta hujan kepada Allah SWT melalui salat istisqa, usai salat Jumat besok,” tegas Cen Sui Lan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *