banner 728x90
Jenazah Serda Ade Ardiyan, prajurit TNI-AL diterbangkan dari Kepri dan dimakamkan di Padang Pariaman, Sumatera Barat pada Sabtu (28/2/2026). Kematian Ade diduga ada kaitan dengan tindak kekerasan seniornya. f- dok tb

Koarmada I Tanjungpinang Menetapkan Tujuh Tersangka dalam Kasus Meninggalnya Prajurit TNI AL di Bintan

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Koarmada I Tanjungpinang menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus meninggalnya prajurit TNI AL di Bintan. Korban merupakan prajurit TNI AL yang berasal dari Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Kasus meninggalnya prajurit TNI AL Serda Ade Ardiyan Rahmadana masih bergulir. Perkara ini tengah ditangani POM Komando Armada l (Koarmada 1) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Terbaru, tujuh prajurit ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Melansir Tribun Batam.id, Kadispen Koarmada Letkol Laut (P) Ary Mahayasa membenarkan hal tersebut, Rabu (11/3/2026). Tujuh tersangka utama tersebut masing-masing berinisial, As, Ef, Ss, Sa, Jm, Ar dan MC.

“Sanksi terberat kepada tujuh tersangka utama telah diputuskan. Mereka dikenakan sanksi Pidana serta Pemberhentian dengan tidak hormat atau di pecat dari TNI AL,” kata Letkol Ary saat dikonfirmasi wartawan Tribun Batam.id.

Para tersangka saat ini sudah ditahan di tempat khusus, untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Dia menegaskan, TNI AL sesuai dengan janji yang telah disampaikan. Akan transparan dalam kasus ini.

“Kelanjutan dari kasus ini akan kita update dan disampaikan lebih lanjut,” akunya.

Sebelumnya, prajurit TNI AL, Serda Ade Ardiyan Rahmadana meninggal dunia setelah menjalani kegiatan orientasi KRI Kujang-642 Satkat Koarmada I, Jumat (27/2/2026) lalu. Diduga terkait tindakan kekerasan seniornya saat kegiatan orientasi. Meninggalnya korban, membuat keluarga dan sejumlah prajurit TNI-AL ikut berduka.

Tidak hanya itu, warga Tanjunguban, Bintan juga merasakan duka yang sama. Mereka tak menyangka prajurit kelahiran tahun 2002 itu begitu cepat meninggal dunia. Dari video amatir yang beredar tampak kondisi korban sudah lemah. Korban kala itu harus dibopong oleh rekannya di Pantai Sakera, Tanjunguban, Kepulauan Riau. Jenazah Serda Ade Ardiyan lalu diterbangkan dari Kepri dan dimakamkan di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (28/2/2026). Jenazah dimakamkan dengan upacara kedinasan.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan kegiatan prajurit TNI AL sebelum dan sesudah Serda Ade meninggal. Video lain juga memperlihatkan detik-detik jenazah korban dimakamkan di salah satu pemakaman umum.

Komandan Lanal Bintan, Letkol Laut (P) Wityuda Timortimur Suratmono saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. Wityuda menyebutkan, peristiwa ini sedang di tangani POM Koarmada I.

“Sejauh ini sedang dalam proses penyidikan oleh POM Koarmada I untuk proses hukum selanjutnya,” katanya. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *