banner 728x90
Bupati Natuna Cen Sui Lan dan Wabup Natuna Jarmin Sidik menyerahkan bantuan kemitraan BRKS di sela Safari Ramadan di Pulau Tiga Barat. F- ist

Pemkab Natuna Menyiapkan 10 Hektare Lahan untuk Investasi Peternakan Ayam Pedaging dan Petelur

Komentar
X
Bagikan

Natuna, suaraserumpun.com – Pemkab Natuna sudah menyiapkan 10 hektare lahan untuk dipinjamkan kepada pihak swasta, guna pendirian investasi peternakan ayam pedaging dan ayam petelur. Lokasi investasi peternakan ayam ini akan dibangun di Padang Angus, Binjai, Natuna.

Hal tersebut disampaikan Bupati Natuna Cen Sui Lan di sela kegiatan Safari Ramadan di Kecamatan Pulau Tiga Barat, Minggu (1/3/2026) kemarin. Cen Sui Lan mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna mengusulkan pembangunan pabrik pullet untuk memproduksi telur dan ayam pedaging. Program investasi ini, sebagai bagian dari program ketahanan pangan daerah.

“Pemkab Natuna telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare, yang akan dipinjamkan guna mendukung realisasi proyek tersebut. Lokasi pembangunan direncanakan berada di Padang Angus, Binjai,” kata Cen Sui Lan.

Dalam rencana pengembangannya, fasilitas itu akan dilengkapi lima kandang dengan kapasitas total mencapai 100 ribu pullet, satu unit cold storage berkapasitas 100 ton, serta rumah potong hewan (RPH) unggas.

Menurut Cen Sui Lan, pendanaan proyek dirancang melalui skema kerja sama pendanaan dan investasi bersama pihak swasta. Keterlibatan pihak ketiga diharapkan mampu memperkuat pembiayaan sekaligus menjaga efisiensi produksi.

“Kebutuhan telur saat ini meningkat seiring beroperasinya dapur makan bergizi gratis, sementara pasokan masih bergantung dari luar daerah,” ujarnya.

Melalui pembangunan pabrik tersebut, pemerintah daerah menargetkan harga telur di Kabupaten Natuna dapat ditekan karena distribusi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar wilayah.

Selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, Natuna juga diproyeksikan menjadi sentra produksi yang mampu memasok daerah sekitar, termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas. Program ini dinilai strategis dalam memperkuat kemandirian pangan daerah sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *