Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia dikabarkan tidak lagi beroperasi ke Bandara RHF Tanjungpinang, terhitung 9 Februari 2026 mendatang. Begini tanggapan pengusaha dan warga terhadap kebijakan Garuda Indonesia yang bakal menghentikan penerbangan rute Tanjungpinang-Jakarta tersebut.
Ketua Asita Tanjungpinang-Bintan, Safril Sembiring mengatakan, pengusaha pariwisata di Bintan berharap agar Maskapai Garuda Indonesia tetap melayani penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, khususnya rute penerbangan Tanjungpinang-Jakarta.
“Jakarta adalah pasar yang baik untuk pariwisata Bintan, khususnya kawasan wisata Bintan Resort Lagoi yang memiliki lapangan golf,” kata Safril Sembiring, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, kawasan wisata Bintan Resorts Lagoi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata golf. Dan Garuda Indonesia adalah salah satu maskapai yang identik dengan segmen golf.
Oleh karena itu, Safril berharap agar Garuda Indonesia dapat mempertimbangkan kembali untuk tetap melayani rute Tanjungpinang-Jakarta.
“Kami sangat membutuhkan mitra dalam hal ini Airlines atau maskapai penerbangan untuk mendatangkan tamu dari luar kota,” kata Safril.
Safril juga berharap agar pemerintah daerah melalui dinas pariwisata dapat meyakinkan Garuda untuk tetap melayani rute ini. Safril juga berupaya mengkomunikasikan dengan teman-teman pelaku usaha pariwisata untuk bertemu dengan pihak Garuda dan membahas upaya bersama-sama mengembangkan pariwisata di Pulau Bintan.
Warga Tanjungpinang, Dina (36) juga memberikan tanggapan terhadap kabar rencana maskapai Garuda Indonesia yang akan menghentikan layanan penerbangan rute Tanjungpinang-Jakarta atau sebaliknya.
“Jika Garuda Indonesia tak melayani rute penerbangan ke Bandara RHF Tanjungpinang, maka pengusaha dan wisatawan tidak lagi ke Pulau Bintan,” katanya.
Menurut dia, para pengusaha di Jakarta, mayoritas naik maskapai Garuda.
“Saya rasa besar pengaruhnya terhadap ekonomi di Tanjungpinang dan Bintan, kalau Garuda Indonesia tak beroperasi ke Bandara RHF Tanjungpinang. Ekonomi dan wisata di Pulau Bintan akan turun nantinya,” ucap Dina.
“Pemerintah daerah harus memperhatikan hal ini,” tutupnya. (yen)
Editor: Sigik RS
