Natuna, suaraserumpun.com – Desa Sebelat, Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna, yang berada di wilayah pulau terluar dan berbatasan langsung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, mulai mengambil langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sinar Harapan, Pemerintah Desa Sebelat memulai usaha ternak ayam pedaging sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Midai.
Kepala Desa Sebelat, Izaharudin, mengatakan bahwa pengembangan usaha ternak ayam pedaging tersebut dibiayai dari alokasi 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dengan total anggaran sekitar Rp167 juta.
Menurutnya, keterbatasan sumber daya manusia dan belum tersedianya penyuluh peternakan di wilayah tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi desa. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat pemerintah desa dan pengelola BUMDes untuk terus berinovasi.
“Kami menyadari masih banyak keterbatasan. Karena belum ada pendampingan teknis peternakan, kami belajar secara mandiri, salah satunya dengan memanfaatkan media digital seperti YouTube,” ujar Izaharudin.
Sementara itu, Direktur BUMDes Sinar Harapan, Erwanto, menjelaskan bahwa usaha ternak ayam pedaging ini merupakan langkah awal dengan populasi perdana sebanyak 1.000 ekor ayam.
Ia berharap, usaha tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal, khususnya sebagai penunjang suplai bahan dapur program MBG yang saat ini memiliki sekitar 1.300 penerima manfaat di Kecamatan Midai.
“Ini merupakan usaha perdana kami. Harapannya bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi desa serta masyarakat,” kata Erwanto.
Langkah Desa Sebelat ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah kepulauan untuk memanfaatkan potensi BUMDes sebagai penggerak ekonomi lokal dan penguatan ketahanan pangan di daerah perbatasan.(yen)
Editor : Sigik RS
