banner 728x90
Event Pesta Gonggong sejenis biota laut menjadi kuliner khas Bintan untuk daya tarik wisatawan berkunjung ke Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam. F- yen/suaraserumpun.com

Saran Kemenpar RI, Pariwisata di Bintan Dibuatkan Narasi Menarik untuk Daya Tarik Wisatawan

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menyarankan setiap potensi pariwisata di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau dibuatkan narasi menarik atau storytelling yang kuat. Sehingga menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Bintan. Seperti event pariwisata Pesta Gonggong di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan di awal tahun baru.

Saran tersebut disampaikan Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia saat menghadiri event Pesta Gonggong di Desa Busung, Kamis (1/1/2026) lalu. Menurutnya, event Pesta Gongong di Bintan ini memiliki keunikan, dan tidak dimiliki daerah lain.

“Event di Bintan sudah bagus, salah satunya Pesta Gonggong. Tapi event yang bagus harus diiringi dengan dibuatkan narasi atau cerita yang menarik. Kalau tidak diceritakan, orang tidak akan tahu keunikannya,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, narasi menjadi elemen penting agar sebuah event tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan. Menurut Dedi, gonggong sebagai ikon kuliner khas Bintan memiliki banyak cerita menarik, yang bisa diangkat.

“Gonggong itu apa. Dan bisa diceritakan gonggong itu hanya muncul di musim tertentu, bagaimana cara mengumpulkannya, cara memasaknya, sampai bagaimana menikmati gonggong sebagai makanan khas Bintan,” jelasnya.

Dedi mencontohkan keberhasilan salah satu desa wisata di Bali yang mempromosikan desanya melalui narasi penanaman padi. Wisatawan diajak menanam padi, lalu mendapat pembaruan cerita melalui email hingga masa panen tiba.

“Misalnya dikirim cerita, padi yang kamu tanam sebentar lagi mau panen, datang lagi ya. Jadi wisatawan merasa terlibat dan ingin kembali,” katanya.

Dengan konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang sekali, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan keterikatan emosional terhadap destinasi wisata.

“Wisatawan tidak hanya datang, tapi dia mendapatkan sesuatu,” ujarnya.

Dedi Ahmad Kurnia Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar RI menyarankan event pariwisata di Bintan dibuatkan narasi menarik untuk daya tarik wisatawan. F- yen/suaraserumpun.com

Selain storytelling, Dedi juga menyarankan agar setiap event pariwisata di Bintan dilengkapi dengan informasi berbahasa Inggris untuk menjangkau wisatawan mancanegara. Karena, promosi melalui media sosial juga harus diperkuat dengan konten cerita yang menarik.

“Orang sekarang hidup di dua alam, alam dunia dan alam digital. Makin banyak narasi yang menarik di media sosial, makin besar peluang wisatawan datang,” demikian saran Dedi Ahmad Kurnia Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar RI buat pengembangan pariwisata Bintan ke depan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *