Bintan, suaraserumpun.com – Tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) cenderung meningkat setelah Covid-19. Gubernur Kepri H Ansar Ahmad mendorong agar event seperti Tour de Bintan digelar lagi. Termasuk untuk event wisata dan pengembangan potensi wisata di daerah kabupaten/kota se-Kepri lainnya.
Hal itu disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad pada saat jumpa pers di sela penyambutan kunjungan turis perdana tahun 2026 ke Provinsi Kepri, di pelabuhan internasional Bandar Bentan Telani (BBT) Bintan Resorts, Kamis (1/1/2026) pagi tadi.
Penyambutan kunjungan turis perdana tahun 2026 itu ditandai dengan pemberian tanjak dan bunga serta bingkisan kepada turis asal Jerman, Jepang dan India oleh Gubernur Kepri H Ansar Ahmad. Turut serta dalam penyambutan turis perdana itu Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Wakil Ketua DPRD Kepri Hj Dewi Kumalasari, Bupati Bintan Roby Kurniawan, dan Asdep Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata RI Dedi Ahmad Kurnia.
Turut hadir dalam penyambutan turis perdana tahun 2026 di pelabunan internasional BBT Bintan Resorts, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan SSos, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bintan Arief Sumarsono, COO Bintan Resorts Abdul Wahab, Kristopher Gunara manajemen PT BRC Lagoi, Danlanal Bintan Letkol Laut (P) Wityuda Timortimur Suratmono, Wakapolres Bintan Kompol Eri Sujati, Sekda Bintan Ronny Kartika, Kepala Bapenda Bintan Mohd Setioso, Anggota DPRD Bintan, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Bintan, serta Forkopimda.
Turis yang mendapatkan simbolis penyambutan tersebut di antaranya pasangan Mr Kimura Noriaki dan Mrs Kimura Tsukihashi Tomoko (Jepang), Mr Kannenberg Danniel-Leander dan Mrs Bierschenk Laura (Jerman) dan pasangan Mr Karthikvenkatnarayan Kaundinya dan Mrs Margrette Karthik Kaundinya (India).
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjelaskan, penyambutan turis perdana pada tahun 2025 lalu di Bintan Resorts, jumlah penumpang (turis) yang tiba sebanyak 170-an. Tahun 2026 ini, ada 218 orang penumpang wisatawan mancanegara.
“Ini menggambarkan ada tren kenaikan kunjungan wisatawan ke Kepri. Terutam pada tahun 2026 ini. Saat ini, Kepri adalah provinsi destinasi tiga besar di Indonesia, setelah Bali dan DKI Jakarta,” sebut Ansar Ahmad.
Pemprov Kepri, lanjut Ansar Ahmad, terus berusaha agar kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat dari tahun ke tahun, setelah Covid-19. Seperti upaya Pemprov Kepri dalam penerapan Visa on Arrival (VoA), sudah diberlakukan untuk 7 hari kunjungan. Pemprov Kepri terus berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata dan pemerintah pusat, untuk upaya-upaya kemudahan bagi turis berkunjung ke daerah (Kepri). Termasuk untuk kunjungan wisatawan nusantara.
Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kepri, Ansar Ahmad juga mendorong kepada pihak pelaku usaha seperti PT BRC pengelola Bintan Resorts, untuk melaksanakan lagi event-event internasional seperti sebelum Covid-19.
“Ya, seperti Tour de Bintan, Metaman, Ironman Bintan itu digelar lagi. Begitu juga dengan daerah lainnya di Kepri. Upaya meningkatkan kunjungan wisata ke Kepri bisa tercapai, berkat dukungan dari semua pihak. Baik dari sisi keamanan, kenyamanan. Ini tak lepas dari kolaborasi TNI, Polri, Imigrasi hingga Bea Cukai dan lainnya,” kata Ansar Ahmad.
Saat ini, tambah Ansar Ahmad, Provinsi Kepri merupakan daerah jumlah kunjungan wisata terbesar ketiga di Indonesia. Jumlah kunjungan wisman di Kepri mencapai 1,6 juta pada tahun 2025. Sedangkan kunjungan wisnus mencapai 4 juta. Tren kunjungan wisatawan di Bintan pada bulan Desember 2025 saja, mencapai 31.500 orang.
“Dengan Kepri sebagai daerah ketiga terbesar kunjungan di Indonesia, sudah saatnya Pemprov Kepri akan mengusulkan Kepri sebagai kawasan wisata premium ke Kementerian Pariwisata RI. Sehingga, pusat akan memberikan dukungan pembiayaan pembangunan infrastruktur pariwisata dan lainnya,” ujar Gubernur Kepri.
Di lain hal, Ansar Ahmad akan mendorong pengembangan wisata di daerah lain seperti di Natuna, Anambas, dan Lingga yang juga memiliki potensi besar.
“Seperti Geopark di Natuna, dan Pulau Bawah di Anambas. Di Lingga juga ada potensi wisatanya. Potensi wisata itu perlu kita kembangkan ke depannya. Untuk pengembangan itu, perlu kita bicarakan nanti dengan pemerintah pusat,” ucap Ansar Ahmad.
Pada kesempatan lain, Bupati Bintan Roby Kurniawan bersyukur, kunjungan wisatawan ke Bintan meningkat. Pada tahun 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bintan hampir mencapai 250 ribu. Sedangkan kunjungan wisatawan nusantara hampir melebihi 615 ribu. Ini menandakan, Bintan semakin pulih setelah masa pandemi Covid.
“Semoga tahun 2026 ini menjadi awal yang baik, untuk bangkitnya pariwisata di Bintan. Mudah-mudahan bisa melampaui target. Kami perlu dukungan dari semua pihak, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat,” kata Roby Kurniawan.
Di lain hal, Bupati Bintan Roby Kurniawan menyambut baik dorongan dari Pemprov Kepri, agar event internasional Tour de Bintan, Ironman Bintan dan Metaman digelar lagi, seperti masa sebelum Covid. Menurut Roby Kurniawan, untuk event Tour de Bintan, sudah masuk kalender event wisata di Bintan pada tahun 2026 ini. Launching kalender event pariwisata itu dilaksanakan pada saat memperingati Hari Jadi Kabupaten Bintan, 1 Desember 2025 lalu.
“Sekarang, kita tinggal mendudukan dengan seluruh pelaku pariwisata untuk penyelenggaraan Tour de Bintan itu. Untuk kegiatan pariwisata internasional itu kan, banyak melibatkan dari pihak PT BRC atau Bintan Resorts. Nanti, kita bahas lagi sama mereka. Kegiatan internasional yang selama ini vakum, kita harapkan bangkit kembali,” harap Bupati Bintan.
Dedi Ahmad Kurnia Asdep Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata RI mengapresiasi kepada seluruh elemen di Provinsi Kepri yang melaksanakan penyambutan turis perdana tahun 2026 di kawasan Bintan Resorts ini. Dedi melihat semua keterlibatan dari seluruh elemen, termasuk masyarakat dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah.
“Itu menunjukkan keseriusan. Kita bisa lihat tadi, bagaimana menyambut turis dengan musik tradisional, pimpinan daerah mendorong pariwisata. Ini yang harus kita ambil dalam rangka memajukan pariwisata, seperti penyambutan turis itu,” demikian Dedi Ahmad Kurnia. (yen)
Editor: Sigik RS
