Bintan, suaraserumpun.com – Terhitung Rabu (17/12/2025) kemarin, PT Indojaya Agrinusa Japfa Comfeed Group mulai memasok 6 ribu ekor ayam per hari, hingga akhir tahun 2025 nanti. Hal itu dilakukan guna mengatasi kelangkaan ayam broiler di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bintan dan Tanjungpinang. Atau sebagai langkah menjaga ketersediaan stok ayam potong di pasar rakyat guna memenuhi permintaan konsumen.
6 ribu ekor ayam yang dipasok ke pasar rakyat di wilayah Pulau Bintan tersebut, berasal dari Farm Tirta Madu (TM) III PT Indojaya Agrinusa. Tepatnya berlokasi di Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan. Ayam yang disalurkan tersebut memiliki berat rata-rata 0,9 kilogram hingga 1,0 kilogram, sesuai standar panen cepat untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Kebijakan ini diambil sebagai respon cepat terhadap meningkatnya permintaan dan terbatasnya pasokan ayam broiler, dalam beberapa pekan terakhir,” kata Faisal, Kepala Produksi PT Indojaya Agrinusa, Kamis (18/12/2025).
Faisal menjelaskan, ayam yang dilepas saat ini sudah memenuhi usia panen.
“Sudah umurnya juga, minimal di berat 0,8 kg–1 kg. Farm TM III ini memang disediakan untuk mengatasi kelangkaan ayam broiler di pasaran. Harusnya farm ini beroperasi di bulan Januari, namun karena kelangkaan tadi, kita siapkan untuk operasional lebih cepat sekaligus menjaga stok kita,” sebut Faisal usai mengecek pendistribusian ayam dari kandang ke pasar.
Dari total empat kandang yang tersedia di TM III PT Indojata Agrinusa, perusahaan saat ini mengoperasikan dua kandang, masing-masing terdiri dari empat lantai. Setiap lantai menampung sekitar 53 ribu ekor, sehingga total kapasitas mencapai 106 ribu ekor.
“Selain itu, terdapat 8.000 ekor ayam penyisipan di kandang kemitraan PT Indojaya Agrinusa yang berlokasi di Kecamatan Gunung Kijang dan Teluk Sebong. Penyisipan ini dilakukan untuk memperkuat suplai ayam potong di tingkat peternak lokal,” tutup Faisal.
Dengan percepatan operasional dan penambahan suplai ini, PT Indojaya Agrinusa berharap kelangkaan ayam broiler di Bintan dan Tanjungpinang dapat segera teratasi. Sehingga harga di pasaran kembali stabil dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Sebelumnya, Kepala DKUPP Bintan Asy Syukri mengatakan, sejumlah komoditi bahan pangan termasuk daging ayam, mengalami kenaikan harga.
“Kalau daging ayam, sekarang ini dijual pedagang di pasar rakyat itu Rp40 ribu per kilogramnya, rata-rata. Tapi yang kita antisipasi itu stok atau ketersediaan ayam. Kalau stok kurang, tentu akan terjadi kenaikan harga. Semoga pasokan dari produsen tetap stabil sampai akhir tahun nanti,” kata Asy Syukri. (yen)
Editor: Sigik RS
