banner 728x90
Bupati dan Wakil Bupati Natuna menerbitkan edaran peringatan dini terhadap banjir pasang laut (Rob). F- diskominfo natuna

Enam Wilayah Pesisir Masuk Zona Rawan Banjir Rob, Bupati Natuna Menerbitkan Edaran Peringatan Dini

Komentar
X
Bagikan

Natuna, suaraserumpun.com – Enam wilayah pesisir di Kabupaten Natuna masuk zona banjir rob (pasang laut) hingga pertengahan Desember 2025 ini. Bupati Natuna Cen Sui Lan menerbitkan edaran atau imbauan untuk peringatan dini selama cuaca ekstrem hingga banjir rob bagi seluruh masyarakat Natuna.

Pemerintah Kabupaten Natuna secara resmi mengeluarkan edaran peringatan dini terhadap banjir pasang laut (Rob), yang diperkirakan terjadi sejak 4 Desember hingga 13 Desember 2025 pekan depan. Peringatan ini disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna berdasarkan analisis potensi pasang maksimum akibat fenomena Perigee yang bertepatan dengan fase bulan purnama pada 4 Desember 2025.

Melalui keterangan resmi, Bupati Natuna Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin Sidik mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama warga yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang garis pantai yang berpotensi terdampak banjir rob.

Fenomena Perigee adalah kondisi ketika Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi. Sehingga gaya tarik gravitasinya meningkat. Ketika fenomena tersebut bertepatan dengan fase bulan purnama, potensi terjadinya pasang laut tinggi menjadi lebih besar dari kondisi normal.

Menurut penjelasan pemerintah daerah, perpaduan kedua fenomena astronomis tersebut secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya banjir pasang (rob). Terutama di kawasan pesisir Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik topografi dataran rendah dan berhadapan langsung dengan Laut Natuna Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Natuna, gelombang tinggi yang dipicu oleh penguatan angin diperkirakan turut memperbesar risiko banjir rob. Pada periode awal Desember, wilayah Natuna memasuki fase meningkatnya aktivitas angin utara yang lazim membawa gelombang laut lebih tinggi dari biasanya.

Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pesisir. Antara lain mengganggi kegiatan bongkar muat di pelabuhan dan dermaga rakyat. Mengganggu aktivitas nelayan keluar masuk perairan. Keberlangsungan usaha tambak dan budidaya ikan. Fasilitas umum di kawasan rendah seperti jalan pesisir, drainase, dan pemukiman dekat garis pantai.

BPBD memproyeksikan bahwa intensitas gelombang tertinggi di wilayah Natuna kemungkinan terjadi pada tanggal 5 hingga 10 Desember 2025. Sehingga masyarakat diminta memberikan perhatian khusus pada rentang waktu tersebut.

Zona Rawan
Pemerintah Kabupaten Natuna menetapkan enam kecamatan dan pulau sebagai wilayah dengan tingkat kerentanan tertinggi atau zona rawan terhadap potensi banjir rob. Antara lain di Pesisir Pulau Bunguran, Serasan, Serasan Timur, Midai, Subi, dan Pulau Laut. Wilayah-wilayah tersebut secara geografis berhadapan langsung dengan pergerakan gelombang dari arah utara yang cenderung menguat pada periode angin muson utara.

Melalui edarannya, Pemerintah Kabupaten Natuna mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan rob. Mengamankan barang berharga dan perlengkapan rumah tangga yang rentan terendam. Mewaspadai area pesisir yang rawan abrasi. Menghindari aktivitas laut pada saat gelombang diperkirakan mencapai puncaknya. Memantau secara berkala peringatan cuaca maritim dari BMKG.

Pemerintah menekankan bahwa seluruh informasi resmi terkait perkembangan cuaca, potensi gelombang tinggi, dan peringatan rob akan terus diperbarui melalui kanal resmi pemerintah daerah serta instansi terkait. Kesigapan masyarakat dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh fenomena ini.

Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kabupaten Natuna juga menyatakan sedang memperkuat koordinasi dengan BPBD, kecamatan, perangkat desa. Serta pihak BMKG guna memastikan bahwa informasi dan langkah mitigasi dapat diterima masyarakat dengan cepat dan akurat.

Sejumlah langkah kesiapsiagaan mulai disiapkan, termasuk pemantauan ketinggian pasang, patroli di wilayah pesisir yang rawan abrasi, pengumpulan data titik genangan, serta persiapan jalur evakuasi bila diperlukan.

Dengan adanya peringatan dini yang disampaikan jauh hari, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung selama periode awal Desember 2025. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *