Bintan, suaraserumpun.com – Objek wisata alam Air Terjun Gunung Bintan menjadi sasaran Gerakan Wisata Bersih (GWB), Kamis (2/9/2025). Sekda Bintan Ronny Kartika bersama ratusan pegawai, pihak swasta dan Ormas melakukan aksi bersih dalam kegiatan GWB 2025 di kawasan Air Terjun tersebut. Sekda Bintan Ronny Kartika menyatakan, pengelolaan wisata Air Terjun Gunung Bintan akan ditetapkan ke depannya, untuk menunjang PAD.
Kegiatan Gerakan Wisata Bersih (GWB) tahun 2025 ini juga disejalankan dengan Kampanye Lingkungan Wisata Bersih serta Bulan Bhakti Karang Taruna Tahun 2025. Berkolaborasi dengan lintas sektoral bahkan komunitas dan relawan serta PWI Bintan, Gerakan Wisata Bersih menyasar area wisata air terjun Gunung Bintan hingga Balai Adat Melayu Bintan Bekapur.
Tak sekedar membersihkan lokasi, beberapa sarana juga dipugar seperti pengecatan pagar jalur hingga pagar kolam air terjun, sampai pemasangan atap dan pintu baru di toilet maupun bagian pendopo Balai Adat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika menyampaikan komitmen pemerintah daerah terkait kesinambungan sektor pariwisata. Ia berharap, momentum ini dapat memicu geliat pariwisata lokal khususnya destinasi Gunung Bintan.
Tak kurang dari 300 orang bergabung dalam gerakan positif ini dan berasal dari berbagai instansi seperti OPD, perbankan, FKPD Bintan dan pihak swasta serta insan pers. Gerakan ini sendiri terbentuk karena munculnya paradigma baru pembangunan pariwisata yang sustainable tourism dan regenerative tourism yang berarti pengelolaan pariwisata yang terintegrasi dengan pelestarian bagi generasi mendatang.
Gerakan ini, lanjut Ronny Kartika, dapat melahirkan kesadaran serta semangat dalam melestarikan keindahan alam serta warisan budaya yang telah dianugerahkan. Di samping itu, destinasi wisata alam lewat keberadaan Gunung Bintan dan destinasi sejarah budaa lewat Balai Adat Melayu akan semakin dikenal serta diminati para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Saat ini, kondisi fasilitas di objek wisata Air Terjun Gunung Bintan, Kampung Bekapur, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, sangat memprihatinkan. Sejumlah sarana umum di destinasi unggulan ini mengalami kerusakan, mulai dari atap bangunan hingga toilet.
Dalam aksi gotong-royong itu, para relawan tidak hanya mengangkut sampah dari kawasan wisata, tetapi juga memperbaiki fasilitas yang rusak. Sejumlah orang bahkan memanjat tebing air terjun untuk membersihkan sampah plastik yang tersangkut di bebatuan.
Sekda Bintan Ronny Kartika menyadari, saat ini pengelolaan wisata Air Terjun Gunung Bintan belum maksimal. Karena, sebagian kawasan berada dalam kawasan hutan. Sehingga perlu pengelolaan yang melibatkan seluruh pihak terkait. Tidak hanya pemerintah Desa Bintan Buyu saja.
“Ke depan, pengelolaan air terjun Gunung Bintan ini perlu kita dudukan. Kita tadi sudah duduk bersama. Tinggal bagaimana ke depannya, perlu ada manajemen pengelolaan air terjun Gunung Bintan ini yang lebih luas dengan dasar hukum yang kuat. Selama ini, pengelolaan air terjun di sini, baru sebatas untuk ekonomi masyarakat setempat. Ke depan, diharapkan bisa memberikan PAD bagi daerah. Kalau pengunjungnya, banyak,” sebut Ronny Kartika.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bintan, Arief Sumarsono menyadari Air Terjun Gunung Bintan memiliki daya tarik alam, sejarah, dan budaya, namun tetap menghadapi tantangan soal pengelolaan.
“Air Terjun Gunung Bintan ini salah satu destinasi favorit. Tapi kita juga perlu meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang ada,” kata Arief Sumarsono.
Arief menegaskan, gerakan wisata bersih ini tidak hanya untuk memperbaiki citra pariwisata Bintan di mata wisatawan mancanegara, tetapi juga sebagai upaya mencegah kesan negatif akibat fasilitas yang terbengkalai. Menurutnya, pemerintah daerah sedang menyusun perencanaan pengelolaan wisata Air Terjun Gunung Bintan agar lebih berkelanjutan.
“Harapannya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, tapi tetap dengan menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Dra Radhiah Dirut BPR Bintan merasa senang dilibatkan dalam kegiatan GWB tahun 2025 ini.
“Tadi kami bawa karyawan juga ke sini, untuk membersihkan lingkungan Air Terjun Gunung Bintan ini. Ormas dan lainnya juga ada. Termasuk kawan-kawan dari PWI Bintan mewakili insan pers di Bintan,” ujar Radhiah. (yen)
Editor: Sigik RS
