Bintan, suaraserumpun.com – Tim Pengabdian Masyarakat Stisipol Raja Haji Tanjungpinang melakukan program pendampingan rumah tangga nelayan. Satu di antara program tersebut, tim Pengabdian Masyarakat Stisipol Raja Haji mengajarkan warga berusaha kerupuk ikan di Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan.
Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM), dan Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) pada tahun anggaran 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Pengabdian Masyarakat Stisipol Raja Haji yang diketuai oleh Alfi Husni SSos MSi. Anggotanya antara lain Dr Nurbaiti Usman Siam MSi dan Suherry SSos MSi. Serta melibatkan dua mahasiswa, Muhamad Anugrahi Barus dan Nur Humaira. Pelaksanaan program berlangsung di Desa Numbing, yang dikenal sebagai desa nelayan dengan potensi perikanan yang melimpah. Dalam kegiatan pendampingan tersebut, hadir Awaludin SSi Kasi Umum Stisipol Raja Haji, Kasi Kesra, Kasi Perencanaan, perangkat Desa Numbing, pelaku UMKM pesisir.
Selain pendampingan membikin usaha kerupuk ikan, tim Pengabdian Masyarakat Stisipol Raja Haji menyerahkan bantuan peralatan produksi, baru-baru ini. Berupa wajan kuali ukuran besar, oven gas pengering, gilingan daging tenaga Listrik, dandang, baskom, serta alat pendukung lainnya.
“Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan rumah tangga nelayan mampu mengelola hasil tangkapan ikan menjadi produk olahan bernilai tambah,” kata Alfi Husni SSos MSi selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Jumat (19/9/2025).
Tujuan utama program pendampingan rumah tangga nelayan ini untuk mendampingi keluarga nelayan dalam meningkatkan keterampilan pengolahan ikan menjadi kerupuk. Memberikan dukungan sarana produksi sesuai kebutuhan usaha lokal. Mengembangkan potensi hasil laut agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui usaha olahan ikan.
Menurut Alfi Husni SSos MSi, pendampingan ini menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat pesisir.
“Kami ingin mendorong rumah tangga nelayan agar tidak hanya bergantung pada penjualan ikan segar, tetapi juga memiliki usaha pengolahan yang berkelanjutan. Dengan kerupuk ikan ini, diharapkan muncul produk unggulan desa yang mampu meningkatkan ekonomi keluarga nelayan,” ujarnya.
Suherry SSos MSi menambahkan, pentingnya sinergi antara akademisi dan masyarakat.
“Potensi perikanan di Desa Numbing sangat besar, tetapi perlu sentuhan inovasi agar bernilai tambah. Melalui program ini, kami membantu masyarakat mengelola sumber daya laut secara produktif,” ucap Suherry.
Dengan adanya program pendampingan ini, diharapkan rumah tangga nelayan Desa Numbing dapat semakin mandiri, inovatif, serta berdaya saing dalam mengembangkan produk olahan ikan yang menjadi kebanggaan lokal, serta dapat menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya sebatas pemasaran antar mulut. (yen)
Editor: Sigik RS
