banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengumpulkan ikan kerapu yang siap diekspor dari Pulau Sirai, Bintan ke Hongkong, Senin (15/7/2025). F- diskominfo kepri

Gubernur Kepri Melepas Ekspor 7 Ton Kerapu dari Bintan ke Hongkong

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad melepas ekspor 7 ton ikan kerapu dari Pulau Sirai, Kabupaten Bintan ke Hongkong, Senin (15/9/2025). Ekspor ikan kerapu dari Pulau Sirai (Bintan) ke Hongkong-China ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.

7 ton ikan kerapu yang diekspor dari Bintan ke Hong Kong, Senin (15/9/2025), terdiri dari 3,5 ton ikan kerapu tiger, cantang, dan lumpur dari Pulau Sirai. Serta 3,5 ton ikan kerapu dari Sedanau, Bunguran Barat, Natuna. Ekspor ikan kerapu ini dihadiri secara virtual oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Tornanda Syaifullah dan Direktur Tindakan Karantina Ikan Barantin Akhmad Al Faraby.

Hadir langsung di lokasi antara lain Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Kepala Balai Karantina Kepri Hasim, para pimpinan instansi vertikal, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Said Sudrajad, para Kepala OPD Pemprov Kepri, serta Ketua DPD HNSI Kepri sekaligus pimpinan PT Pelayaran Nasional Putri Ayu Jaya, Eko Prihananto.

Pelepasan ini menjadi momentum penting karena menandai dimulainya kembali aktivitas ekspor komoditas perikanan Kepulauan Riau ke Hongkong yang sempat terhenti selama tujuh bulan terakhir. Hal ini sekaligus mendukung pencapaian target ekspor perikanan nasional.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan, potensi perikanan di Kepri sangat besar, baik dari sektor perikanan tangkap, perikanan budidaya, maupun pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Untuk menjaga keberlanjutannya, Pemprov Kepri telah menyiapkan kawasan konservasi perikanan budidaya seluas sekitar 2,9 juta hektare.

“Ketika dilaporkan kegiatan ekspornya mengalami gangguan beberapa waktu lalu, saya berdiskusi dan meminta bantuan Pak Wakil Gubernur untuk mendampingi DKP berkomunikasi dengan pemerintah pusat serta para pemangku kepentingan di daerah. Alhamdulillah dengan kolaborasi bersama Pemerintah Pusat melalui Kementerian dan Lembaga terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Karantina Indonesia, Kementerian Luar Negeri, dan Kedutaan Besar kedua negara hari ini kita bersama-sama melepas ekspor ini,” ujar Ansar Ahmad.

Gubernur Kepri menambahkan, akibat terhentinya ekspor selama tujuh bulan, terjadi kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp3 miliar setiap bulan.

“Hari ini kita merasa bahagia dan bergembira karena ekspor kembali berjalan. Kita yakin ini akan memberikan kontribusi besar bagi devisa negara,” tegasnya.

Direktur Tindakan Karantina Ikan Barantin, Akhmad Al Faraby mengapresiasi atas kerja keras seluruh pihak.

“Kembalinya ekspor ikan kerapu ini bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah, melainkan hasil kerjasama, kerja keras, dan komitmen semua pihak, mulai dari pembudidaya, pelaku usaha, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Badan Karantina Indonesia memastikan setiap komoditas perikanan yang diekspor sehat, berkualitas, dan memiliki daya tahan tinggi,” jelasnya.

Akhmad menegaskan, ikan kerapu merupakan salah satu komoditas unggulan asal Kepri dengan nilai ekonomi tinggi dan permintaan kuat di pasar internasional, yang memberi kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Tornanda Syaifullah, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, pada tahun 2024 nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai USD5,95 miliar, meningkat 5,7ri tahun sebelumnya.

“Capaian ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok utama produk perikanan dunia dengan pangsa pasar 3,2ri total impor dunia tahun 2024. Negara tujuan utama ekspor produk perikanan Indonesia antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, ASEAN, Jepang, dan Uni Eropa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tornanda menyebutkan bahwa Kepulauan Riau menempati posisi kelima sebagai daerah pengekspor ikan kerapu terbesar di Indonesia, dengan nilai ekspor mencapai USD3,88 juta atau 8,54 persen pada tahun 2024. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *