banner 728x90
Bupati Bintan Roby Kurniawan menyaksikan Kepala Pelaksana BPBD Bintan Ramlah dan Suherry Dosen Stisipol Raja Haji Tanjungpinang menandatangani MoU penelitian penanggulangan bencana daerah di Bintan. F- yen/suaraserumpun.com

Bencana di Bintan Turun, Curah Hujan Tinggi Mulai Oktober hingga Akhir Tahun

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Bencana alam yang menimbulkan dampak terhadap masyarakat Bintan turun dibandingkan dua tahun terakhir. Namun perlu waspada, karena curah hujan tinggi mulai Oktober nanti hingga akhir tahun 2025.

Hal tersebut menjadi persoalan utama dalam pembahasan dalam rapat koordiansi (Rakor) Kesiapsiagaan Bencana disejalankan dengan Focus Group Discussion (FGD) antara Pemkab Bintan dengan seluruh pihak terkait di Ruang Rapat II Kantor Bupati Bintan, Pusat Pemerintahan Bandar Seri Bentan, Selasa (12/8/2025). Turut hadir Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti, Sekda Bintan Ronny Kartika, Kepala OPD, para camat dan Forum PRB Bintan.

Rakor tersebut dipimpin oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan. Rakor dan FGD kali ini terfokus pada penguatan kolaborasi seluruh stakeholder dalam pengambilan kebijakan pengurangan risiko bencana. Pembahasan juga dilanjutkan dengan inovasi penggunaan teknologi dalam hal mitigasi bencana. Serta peran masyarakat dan pengusaha dalam penanggulangan bencana daerah.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Bintan, pada tahun 2023, bencana daerah yang terjadi di Kabupaten Bintan sebanyak 339 kejadian. Pada tahun 2024, bencana alam yang terjadi sebanyak 266 kejadian. Sedangkan dari Januari hingga Juli pada tahun 2025 ini, telah tercatat 151 kejadian. Kejadian atau bencana itu didominasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Potensi bencana di Bintan karhutla, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem seperti angin puting beliung,” sebut Ramlah Kepala Pelaksana BPBD Bintan dalam rapat koordinasi tersebut.

Selain itu, lanjut Ramlah, Indeks Risiko Bencana di Bintan juga mengalami penurunan. Namun demikian, Pemkab Bintan akan terus melakukan upaya-upaya penanggulangan bencana tersebut, melalui Desa Tangguh Bencana. Karena, desa atau masyarakat adalah garda terdepan dalam mengantisipasi bencana daerah tersebut.

“Saat ini, sudah 11 desa dan 1 kelurahan di Bintan yang sudah terbentuk kelembagaan Desa Tangguh Bencana itu, yang memiliki Perdes. Di Bintan ada 36 desa dan 15 kelurahan. Desa Tangguh Bencana ini terus kita gesa pembentukannya. Sehingga, kita bisa melakukan pendampingan,” jelas Ramlah.

“Untuk perlengkapan penanggulangan bencana, kita perlu peremajaan armada Damkar dan kelengkapan fasilitas penunjang lainnya,” tambahnya.

Kepala BMKG Tanjungpinang Ahmad Kosasih menyampaikan, terhitung Juni sampai September nanti, curah hujan di Pulau Bintan masih rendah dan sedang. Hujan yang terjadi beberapa hari ini, karena faktor pergerakan angin yang mengakibatkan penggumpalan awan di Kepri. Namun, curah hujan diperkirakan akan tinggi, mulai pada bulan Oktober sampai akhir tahun 2025 mendatang.

“Dalam kondisi sekarang, hujan di Pulau Bintan itu bisa datang secara tiba-tiba. Nah, Oktober sampai Desember 2025 nanti, perlu kita lakukan berbagai upaya. Karena diperkirakan curah hujan tinggi pada bulan itu,” jelas Ahmad Kosasih.

Secara umum, Bintan memiliki potensi bencana yang memang perlu menjadi catatan. Letak wilayah dan kondisi geografis memungkinkan beberapa bencana terjadi. Seperti banjir, cuaca ekstrem, gelombang tinggi, abrasi, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan tanah longsor. Bencana-bencana tersebut dapat memberi dampak besar bagi masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi. Untuk itu lah masyarakat pun dinilai perlu mendapat edukasi yang lengkap terkait kesiapsiagaan bencana.

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan, dalam melakukan penanggulangan bencana, penting kolaborasi semua komponen. Semua harus memainkan perannya terhadap kesiapsiagaan. Tidak hanya ketika terjadi bencana, tapi mitigasi. Termasuk peningkatan sarana dan prasarana harus menjadi perhatian bersama.

“Saya sepakat masukan tadi, memang kalau bisa nanti setiap desa, kita dorong untuk menganggarkan mini bomba. Jadi tindakan awal bisa lebih cepat,” kata Bupati Bintan.

Roby Kurniawan mengatakan, rakor ini bertujuan menyatukan persepsi dan meningkatkan kolaborasi dengan semua pihak. Kemudian, melakukan penataan dalam upaya penanggulangan bencana. Termasuk mendapatkan informasi dari BMKG serta mengantisipasi potensi-potensi bencana yang terjadi sampai akhir tahun 2025 nanti.

“Sehingga informasi-informasi ini sampai kepada masyarakat. Paling tidak bisa meminimalisir dampak dari bencana terhadap masyarakat. Terima kasih atas masukan dan saran dari semua pihak. Ini menjadi perhatian kita bersama,” tutup Bupati Bintan Roby Kurniawan.

Bupati Bintan Roby Kurniawan memimpin rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana dengan stakeholder dan kepala OPD dan pihak terkait lainnya, Selasa (12/8/2025). F- ist

Dalam rakor ini, Pemerintah Kabupaten Bintan melalui BPBD melalukan Penandatanganan Kerja Sama dengan STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang. Melalui MoU ini diharapkan nantinya mampu melahirkan gagasan keterpaduan lewat kajian dan penelitian mendalam terkait penanganan bencana di Kabupaten Bintan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *