banner 728x90
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura saat menghadiri pembukaan IMOX dan Asia Connect Business Forum 2025 di Kota Batam. F- diskominfo kepri

Nyanyang: Kepri Permata Biru Ekonomi Maritim Indonesia di Mata Dunia

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyatakan, Kepri merupakan permata biru ekonomi maritim Indonesia di mata dunia. Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengemukakan pendapat tersebut saat pembukaan The 8th Indonesia Marine & Offshore Expo (IMOX) dan Asia Connect Business Forum 2025, di Ballroom Radisson Golf & Convention Center Batam, Rabu (6/8/2025).

Dalam forum berskala internasional ini, Wagub Kepri menegaskan posisi strategis Kepri sebagai “Permata Biru Ekonomi di Gerbang Utara Indonesia” dalam mendukung transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, Provinsi Kepulauan Riau memiliki peran penting dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan regional. Letaknya yang langsung berbatasan dengan Selat Malaka salah satu dari 10 choke point tersibuk dunia, menjadikan Kepri sebagai simpul strategis dalam jalur perdagangan internasional. Tercatat, sekitar 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer melintasi wilayah ini setiap tahunnya.

“Pertumbuhan ekonomi Kepri pada Triwulan II Tahun 2025 tumbuh impresif sebesar 7,14 persen secara year on year (YoY), menjadikannya tertinggi pertama se-Sumatera dan ketiga secara nasional,” ujar Nyanyang Haris Pratamura.

Wagub Kepri menambahkan, sektor industri menjadi kontributor terbesar dengan andil 41,40 persen dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan menyumbang pertumbuhan sebesar 2,91 persen. Selain itu, realisasi investasi juga menunjukkan tren positif dengan capaian Rp47,261 triliun sepanjang tahun 2024 dari PMA dan PMDN.

Kepri terus memperkuat iklim investasi melalui penerapan Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun. Berbagai insentif diberikan, seperti pembebasan bea ekspor dan impor, PPN, dan PPnBM bagi pelaku usaha serta investor di wilayah FTZ tersebut.

“Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendorong regulasi dan infrastruktur penunjang investasi yang sehat, transparan, dan inklusif, terutama di sektor maritim dan offshore,” lanjutnya.

Wagub Nyanyang menyambut baik pelaksanaan IMOX dan Asia Connect Business Forum di Kepri. Menurutnya, acara ini bukan sekadar ajang promosi teknologi kelautan dan industri lepas pantai, tetapi juga wadah strategis mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, dan investor dari berbagai negara dalam kemitraan bisnis.

“Acara ini harus mampu menciptakan peluang investasi konkret, termasuk pembangunan pelabuhan pintar dan penguatan industri galangan kapal, serta peningkatan kapasitas SDM maritim lokal,” tegasnya.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura berharap IMOX dan Asia Connect dapat menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor dan negara untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk, CEO PT Fireworks Indonesia Kenny Young, Deputi VI BP Batam Ariastuti Sirait, Direktur Investasi BP Batam Dendi Gusti Nandar, Ketua DPRD Kota Batam Kamaluddin, Wakil Bupati Natuna Karmin, Kepala DPMPTSP Batam Reza Khadafy mewakili Wakil Wali Kota Batam, Kepala Kantor Bea Cukai Batam Zaky Firmansyah, Ketua Pelindo Ali Mulyono, Anggota DPD RI Ismeth Abdullah, dan Timsus Kepri Syarifah Normawaty. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *