Bintan, suaraserumpun.com – Kasus kekerasan terhadap anak dan LGBT di kalangan pelajar Bintan menjadi masalah serius untuk saat ini. Sebab, Kabupaten Bintan beberapa kali meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak tingkat nasional. Begini tanggapan Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti.
Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti prihatinan atas maraknya kasus kekerasan anak dan perempuan, serta kasus LGBT di kalangan pelajar Kabupaten Bintan. Hingga Juli 2025 atau selama 7 bulan, sudah tercatat 45 kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Bintan.
Angka tersebut menunjukkan tren kenaikan, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dalam periode yang sama. Di Kabupaten Bintan, sebelumnya terdata 82 kasus sepanjang tahun. Sedangkan untuk kasus LGBT yang terjadi di kalangan pelajar, menurut Data Dinas DP3KB Bintan setidaknya telah mencatat 5 kasus yang telah ditangani sejak dari tahun lalu hingga saat ini.
“Harus ada upaya serius dari semua pihak dalam penanganan kasus ini. Agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujar Deby Maryanti di Kantor Bupati Bintan, Rabu (30/7/2025) pagi.
Menurutnya, untuk tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan, para pelaku tersebut haruslah diberikan hukuman dan tindakan tegas. Agar hal itu menjadi efek jera. Sedangkan untuk kasus LGBT di kalangan pelajar, meski kasus yang terjadi masih tergolong kecil, namun tetap harus disikapi secara serius. Sebagai bagian dari evaluasi dan upaya bersama agar kasus tersebut tidak terjadi lagi di masa mendatang.
“Kasus LGBT di kalangan pelajar juga harus disikapi secara serius. Pihak sekolah harus menyiasati bagaimana memberikan edukasi dan pembinaan kepada siswa. Bisa melalui kegiatan agama ataupun olahraga. Meski tidak ada dalam satu mata pelajaran khusus, namun pembahasan terkait bahaya LGBT itu, harus disampaikan kepada siswa terkait bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari perilaku menyimpang tersebut,” kata Deby Maryanti. (yen)
Editor: Sigik RS
