Bintan, suaraserumpun.com – Puluhan nenek dan kakek atau lanjut usia (lansia) di Kecamatan Gunung Kijang melaksanakan wisuda, setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah usia lanjut, Senin (28/7/2025). Bupati Bintan Roby Kurniawan akan mencari solusi program, setelah tamat sekolah lansia tersebut.
Sebanyak 49 orang lanjut usia (lansia) dari dua sekolah non formal di Kecamatan Gunung Kijang menjalani proses wisuda setelah menempuh pendidikan non formal di Sekolah Lansia Tangguh Kelurahan Kawal dan Sekolah Lansia Berkah Bahagia Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang.
Para lansia itu berpenampilan layaknya seorang mahasiswa yang mengikuti wisuda dengan mengenakan pakai jubah toga lengkap dengan topi toga berwarna hitam. Proses wisuda para lansia dipimpin langsung Bupati Bintan, Roby Kurniawan ditemani Ketua TP PKK Bintan Hafizha Ramadhani Putri di Aula Kantor Camat Gunung Kijang, Senin (28/7/2025) siang.
Roby Kurniawan kagum terhadap semangat para lansia dalam menempuh pendidikan non formal tersebut. Ini menjadi cerminan bahwa semangat belajar warga Bintan sangat tinggi.
“Nah kedepannya kita akan memikirkan formulasi yang tepat untuk para lansia kita pasca mengikuti sekolah ini. Misalnya bakatnya dalam membuat suatu produk, nanti kita fasilitasi pemasarannya seperti itu,” ungkap Roby Kurniawan Bupati Bintan.
Bupati Bintan berharap, sekolah lansia ini bisa terus berkembang ke desa dan kelurahan lainnya di Bintan. Hal ini akan menjadi motivasi bagi warga Bintan dalam membakar semangat belajar terutama kepada generasi muda. Wisuda lansia tahun ini merupakan wisuda angkatan ke-2 bagi lansia dari sekolah lansia berkah bahagia serta wisuda angkatan pertama untuk sekolah lansia tangguh.
Arabu (63), salah seorang wisudawan yang mendapat peringkat 1 dari sekolah lansia berkah bahagia Desa Teluk Bakau mengungkapkan kebahagiannya setelah menyelesaikan pendidikan non formal pada sekolah lansia.
Hal terpenting dari sekolah lansia menurutnya, adalah silaturahmi antar sesama lansia di desanya. Hal ini penting sebab diusia lanjut, para lansia bisa bersosialisasi dan bermasyarakat sehingga tidak ada waktu yang terbuang percuma.
“Banyak pelajaran lah, seperti bercocok tanam, cek kesehatan dan yang terpenting itu bisa bersilaturahmi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, untuk menyelesaikan sekolah lansia non formal ini dirinya mengikuti program pendidikan lansia selama 3 bulan dengan 12 kali pertemuan. Pascawisuda ini, Arabu ingin ada komunitas lansia untuk tetap menjaga dan membangun silaturahmi sesama lansia di Kabupaten Bintan.
Arbaiyah SPd Kepala Sekolah LKS Lanjut Usia Tangguh Kelurahan Kawal menyebutkan, lansia yang melaksanakan wisuda saat ini 50 orang. Hanya saja, 1 orang sakit, tidak hadir. Di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Tangguh Kawal sebanyak 28 orang, terdiri 2 orang lak-laki dan 26 orang perempuan. Sedangkan Sekolah Lansia Berkah Bahagia Teluk Bakau sebanyak 22 orang.

“Dalam melaksanakan sekolah lansia ini, peserta harus mengikuti 12 kali pertemuan atau proses belajar mengajar dalam jangka waktu 3 bulan,” sebut Arbaiyah.
“Kami berharap, tahun depan ada tahap II. Kalau sekarang anggap S1, tahun depan, yang wisuda sekarang bisa melanjutkan S2,” sebutnya. (yen)
Editor: Sigik RS
