Natuna, suaraserumpun.com – Jumlah peserta didik SMP Sekolah Rakyat di Natuna pada tahun ajaran 2025-2026 ini lebih banyak dibandingkan yang masuk ke tingkat Sekolah Dasar (SD). Simak kata Cen Sui Lan Bupati Natuna berikut ini.
Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Wakil Bupati Jarmin Sidik meninjau progres renovasi gedung Asrama Haji yang akan difungsikan sebagai gedung sementara Sekolah Rakyat di Natuna, Jumat (18/7/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana-prasarana jelang dimulainya kegiatan belajar mengajar. Renovasi fisik bangunan saat ini telah mencapai 70 persen.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, pendidikan adalah jembatan menuju keadilan sosial. Dan Sekolah Rakyat adalah tiangnya, didirikan di tanah paling luar negeri ini, sebagai simbol bahwa setiap anak Indonesia berhak bermimpi, meskipun lahir di batas negeri.
“Pemerintah daerah bertugas mengawasi pelaksanaan renovasi gedung ini. Progresnya sudah tinggal 30 persen lagi,” ujar Cen Sui Lan Bupati Natuna.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Natuna memeriksa langsung sejumlah fasilitas pendukung seperti dapur, tempat tidur, dan toilet, guna menjamin kenyamanan siswa selama diasramakan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Natuna Cen Sui Lan juga didampingi Puryanti selaku Kepala Dinas Sosial Natuna, yang bertanggung jawab atas rekrutmen calon siswa. Menurut data sementara, jumlah pendaftar calon peserta didik Sekolah Rakyat telah mencapai 76 orang, didominasi dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Saya minta semua kecamatan lebih aktif lagi mensosialisasikan program ini. Kita harus memastikan informasi ini sampai ke masyarakat,” tegas Cen Sui Lan.
Tingginya minat dari calon siswa SMP ini membuat pemerintah daerah berencana mengusulkan perubahan komposisi penerimaan siswa. Awalnya, formasi yang dirancang adalah 50 siswa SD, 25 SMP, dan 25 SMA. Namun melihat realita di lapangan, antusiasme orang tua untuk melepas anaknya ke asrama di jenjang SD masih rendah.
“Saat ini, baru 20 anak SD yang bersedia. Sedangkan calon siswa SMP sudah mencapai 40 orang. Jadi kita akan menyurati Kementerian Sosial untuk meminta penyesuaian komposisi, dengan meningkatkan kuota SMP menjadi 50 orang,” jelasnya.
Cen Sui Lan menegaskan, bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu dan anak putus sekolah. Seluruh biaya pendidikan, termasuk seragam, akan ditanggung pemerintah.
“Harapan kita, setelah Sekolah Rakyat berjalan, para orangtua bisa menjenguk anak-anaknya dan menyaksikan langsung kualitas pendidikan yang diberikan. Ini adalah bagian dari upaya pemerataan pendidikan yang layak dan berkualitas di wilayah perbatasan,” demikian kata Cen Sui Lan Bupati Natuna. (yen)
Editor: Sigik RS
