Natuna, suaraserumpun.com – Pemerintah Kabupaten Natuna membuka program tugas belajar (tubel) bagi dokter umum untuk melanjutkan pendidikan menjadi dokter spesialis, sebagai upaya mengatasi kekurangan tenaga medis spesialis di wilayah perbatasan. Pemkab Natuna memprioritaskan putra dan putri daerah untuk mendapatkan program tersebut, dengan masa keterikatan dinas minimal 20 tahun.
Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan hal tersebut saat mengikuti rapat koordinasi pemenuhan kebutuhan dokter spesialis yang dipimpin oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, secara daring dari Kantor Bupati Natuna, Kamis (3/7/2025).
“Program ini merupakan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya pada pilar peningkatan sumber daya manusia di bidang kesehatan,” kata Cen Sui Lan.
Cen Sui Lan menyebutkan, ada tiga kategori tenaga kesehatan prioritas yang akan menjadi sasaran program ini. Yaitu dokter PPPK, dokter PNS eksisting dan lulusan baru (fresh graduate) dokter umum.
Pemerintah Kabupaten Natuna, lanjutnya, mengusulkan pemenuhan kebutuhan tujuh dokter spesialis, yang terdiri dari empat layanan dasar dan tiga penunjang. Empat layanan dasar tersebut meliputi dokter spesialis penyakit dalam, anak, bedah, dan kandungan. Sedangkan tiga layanan penunjang yakni spesialis anestesi, radiologi, dan rehabilitasi medik.
“Program ini diprioritaskan bagi putra-putri daerah, baik yang telah menjadi ASN maupun yang baru lulus pendidikan kedokteran. Nantinya, peserta program akan terikat ikatan dinas selama 20 tahun,” terang Cen Sui Lan Bupati Natuna.
Dari tujuh kuota yang diusulkan, tiga di antaranya akan dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Natuna. Sedangkan empat lainnya diharapkan didanai oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Target pelaksanaan program ini dimulai pada tahun 2026.
“Pemkab Natuna mendorong agar nota kesepahaman (MoU) segera ditandatangani dengan pihak terkait agar proses dapat segera berjalan,” tambahnya.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa pembiayaan program ini juga akan didorong melalui dukungan dari Kementerian Kesehatan. Ia berharap pemerintah pusat memberikan afirmasi khusus bagi daerah-daerah yang masih kekurangan dokter spesialis.
“Bahkan kami mendorong agar dokter spesialis penerima beasiswa bisa langsung diangkat menjadi ASN setelah lulus pendidikan,” ujar Ansar Ahmad.
Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan di rumah sakit daerah, khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang selama ini masih menghadapi keterbatasan tenaga dokter spesialis. (yen)
Editor: Sigik RS
