banner 728x90
Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Komunitas Maritim usai mendiskusikan tentang lingkungan dan perekonomian nelayan di wilayah perbatasan, Rabu (7/5/2025). F- ist

Bupati Natuna dan Komunitas Maritim Bahas Soal Lingkungan hingga Perekonomian Nelayan

Komentar
X
Bagikan

Natuna, suaraserumpun.com – Bupati Natuna Cen Sui Lan menyambut audiensi Komunitas Maritim di ruang kerja Bupati Natuna, Rabu (7/5/2025) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Natuna dan Komunitas Maritim membahas soal lingkungan hingga perekonomian nelayan wilayah perbatasan.

Dalam audiensi tersebut Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan apresiasinya atas kiprah komunitas maritim dalam memberdayakan masyarakat pesisir melalui program yang bergerak sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir.

Bupati Natuna menyampaikan bagaimana komunitas dapat memanfaatkan kolaborasi dalam mengembangkan potensi lokal di wilayah pesisir. Cen Sui Lan menyampaikan, bahwa hadirnya komunitas harus punya jiwa sukarelawan dalam membangun wilayah perbatasan.

Sejalan dengan itu, disampaikan juga bahwa salah satu masalah di laut adalah sampah yang merupakan sampah kiriman dari negara di wilayah perbatasan. Sehingga bagaimana kolaborasi antarkomunitas ini dapat menemukan solusi dalam menyelesaikan masalah lingkungan.

Bupati Natuna berharap komunitas ini dapat menjembatani pemerintah daerah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui program inovatif yang sesuai dengan geografis wilayah perbatasan.

Ria Fitriana, Research Fellow dari James Cook University yang merupakan founder Komunitas Maritim menyampaikan, bahwa Komunitas Maritim adalah komunitas yang mencakup berbagai kelompok yang terlibat dalam kegiatan maritim. Seperti nelayan, nelayan tradisional, nelayan modern, dan komunitas yang peduli terhadap lingkungan laut.

Komunitas ini memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian maritim, menjaga ekosistem laut. Salah satunya adalah pembangunan rumpun, pembuatan terumbu karang buatan. Saat ini sebanyak 19 komunitas telah mengikuti pelatihan pengembangan organisasi dan pelatihan keuangan dasar.

Tahun 2025, anggota komunitas akan melaksanakan diskusi rutin dan praktik teknis langsung. Salah satunya adalah pembangunan mangrove, bersih pantai. Hal ini adalah bagian dari menjaga ekosistem laut agar penghasilan nelayan dapat meningkat dalam rangka peningkatan ekonomi di wilayah perbatasan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *