banner 728x90
Arus lalu lintas di kawasan traffic light simpang Melayu Kota Piring (MKP) Tanjungpinang sempat normal setelah pengerjaan bahu jalan sudah rampung, Sabtu (8/3/2025) pekan lalu. F- yen/suaraserumpun.com

Penanganan Longsor Bahu Jalan di Simpang Kota Piring Sudah Rampung, Lalu Lintas Masih Searah

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pekerjaan perbaikan jalan penanganan longsor bahu jalan di simpang lampu merah Melayu Kota Piring (MKP), Jalan DI Panjaitan Kota Tanjungpinang sudah rampung. Arus lalu lintas di perempatan traffic light tersebut sempat normal atau dibuka, Sabtu (8/3/2025) pekan lalu. Kini arus lalu lintas dibikin searah lagi, dengan memasang barrier di median jalan raya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri Rodi Yantari ST MM MT menerangkan, secara keseluruhan pekerjaan perbaikan bahu jalan di perempatan traffuc liht tersebut rampung, 28 Februari 2025, atau sehari sebelum Ramadan 1446 hijriah.

Penanganan longsor di simpang lampu merah Melayu Kota Piring (MKP) Tanjungpinang itu dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kepri melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah Tugas Pembantuan (SKPD-TP) Dinas Pekerjaan Umum, dilaksanakan secara permanen yang dananya bersumber dari APBN.

“Anggaran Rp2 miliar, merupakan pagu dana yang dialokasikan untuk menangani pekerjaan preserfasi jalan di Kota Tanjungpinang. Salah satunya untuk penanganan longsor bahu jalan Simpang MKP itu,” terang Rodi Plt Kadis PUPR Kepri saat memberikan keterangan di Tanjungpinang, Jumat (14/3/2025).

Adapun pekerjaan permanen dimaksud dengan konstruksi bronjong pasangan batu dan saluran beton. Konstruksi bronjong merupakan struktur anyaman dari kawat baja untuk stabilisasi lereng. Konstruksi ini juga biasa dipakai dalam proyek konstruksi perlindungan pantai, atau proyek reklamasi tanah. Bronjong merupakan solusi popular dan efektif di bidang konstruksi karena lebih kokoh dan memiliki daya tahan tinggi.

Penanganan permanen dengan konstruksi bronjong pasangan batu dan saluran beton ini disebut Rodi, mengingat penanganan sementara atas longsor pertama tanggal 21 November 2024 tidak efisien.

Tingginya curah hujan pada awal tahun 2025 mengakibatkan terjadi lagi longsoran kedua pada tanggal 10 Januari 2025, menyebabkan amblas pada bahu jalan semakin melebar hingga menyebabkan tiang lampu jalan jatuh ke badan jalan.

“Alhamdulillah penanganan longsoran ini telah selesai dan masyarakat pengguna jalan dapat dengan nyaman dan lancar melintasi jalan tersebut,” sebut Rodi.

Saat ini pelaksanaan perbaikan persimpangan jalan ditutup menggunakan barrier. Penutupan jalan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang dan Satlantas Polresta Tanjungpinang dilaksanakan untuk menghindari kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut. Barrier ini sempat dibuka, Sabtu (8/3/2025) pekan lalu. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *