banner 728x90
Petugas Karantina Kepri mengambil sampel dan melakukan pemeriksaan terhadap ratusan ton biji kakao dari negara Pantai Gading di Batu Ampar, Batam, Kamis (13/3/2025). F- karantina kepri

Ratusan Ton Biji Kakao dari Pantai Gading Diperiksa, Karantina Kepri: Dijamin Tak Ada OPTK

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melalui Pos Pelayanan Pelabuhan Batu Ampar (Batam) melakukan pemeriksaan ratusan ton komoditas perkebunan yang berasal dari negara Pantai Gading. Dari pemeriksaan tersebut, Karantina Kepri menegaskan, dijamin tak ada Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) berupa Distantiella theobromae atau Phytophthora citrophthora.

Hal tersebut tercatat melalui aplikasi Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (Best Trust), terdapat pemasukan biji kakao sebanyak 200 ton yang selanjutnya akan diolah lebih lanjut menjadi lebih bernilai.

Karantina Kepri melakukan pemeriksaan administratif dan kesesuaian dokumen dan pemeriksaan kesehatan. Secara administratif biji kakao dilengkapi dengan Phytosanitary Certificate (PC) dari negara asal, Bill of Loading (BL), Invoice, Fumigation Certificate, dan dokumen lainnya.

“Petugas Karantina mengambil sampel biji dari kontainer untuk diuji di laboratorium. Hasilnya tidak ditemukan adanya OPTK Distantiella theobromae atau Phytophthora citrophthora,” sebut Wasis Prihartono Pj Satuan Pelayanan Bandara Hang Nadim saat memberikan keterangan resmi melalui redaksi suaraserumpun.com, Kamis (13/3/2025).

Serangga Distantiella theobromae merupakan hama yang menyebabkan kerugian cukup signifikan. Gangguan yang ditimbulkan meliputi kecatatan fisik, penurunan kualitas buah, dan kematian tanaman. Indonesia sebagai salah satu produsen coklat terbesar di dunia sangat khawatir apabila penyakit ini masuk ke dalam wilayah NKRI.

Petugas Karantina Kepri mengambil sampel dan melakukan pemeriksaan terhadap ratusan ton biji kakao dari negara Pantai Gading yang masuk ke Batam, Kepulauan Riau. F- karantina kepri

Kepala Karantina Kepri Herwintarti mengatakan, Karantina konsisten memproteksi hasil budi daya pertanian lokal melalui pengawasan dan pemeriksaan komoditas pertanian yang masuk ke Indonesia dipastikan sehat dan aman didistribusikan.

“Dengan SDM yang andal dan fasilitas laboratorium yang memadai, Karantina Kepri siap memberikan jaminan kesehatan media pembawa yang masuk,” kata Herwintarti. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *