banner 728x90
Bupati Bintan Roby Kurniawan memaparkan konsep atau RDTR wilayah pengembangan pusat pemerintahan Bandar Seri Bentan dan RDTR kawasan wisata Pantai Trikora kepada Kementerian ATR/BPN dalam Rakor lintas sektoral di Jakarta, Rabu (22/1/2025). F- dok/suaraserumpun.com

Ini Konsep Roby Kurniawan untuk Pengembangan Bandar Seri Bentan dan Wisata Pantai Trikora

Komentar
X
Bagikan

Jakarta, suaraserumpun.com – Bupati Bintan Roby Kurniawan ternyata sudah memiliki konsep pengembangan pusat pemerintahan Bandar Seri Bentan di Bintan Buyu. Serta konsep pengembangan kawasan wisata pantai timur Trikora. Konsep Roby Kurniawan untuk pengembangan Bandar Seri Bentan dan kawasan wisata Pantai Trikora tersebut dituangkan dalam RDTR yang telah disampaikan kepada Kementerian ATR/BPN RI, Rabu (22/1/2025).

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral yang digelar oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Rabu (22/1/2025) pagi tadi. Rakor Lintas Sektoral ini membahas Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang merupakan salah satu elemen penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

Dalam Rakor yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Dwi Hariyawan S, Bupati Bintan Roby Kurniawan memaparkan RDTR wilayah pengembangan Bandar Seri Bentan dan RDTR kawasan wisata Pantai Trikora.

Untuk wilayah pengembangan Bandar Seri Bentan, delineasi wilayah perencanaan seluas 6.539,60 hektare dengan 3 Sub Wilayah Perencanaan (SWP) dan terdiri atas 11 blok. Sub Wilayah Perencanaan A meliputi Sarana Pelayanan Umum Skala Kota, Ekowisata Mangrove dan Pemukiman Nelayan. Sub Wilayah Perencanaan B meliputi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, Pusat Perdagangan dan Jasa serta Perumahan. Sub Wilayah Perencanaan C meliputi Sarana Pelayanan Umum Skala Kota, Industri Kecil Menengah (IKM) dan Perumahan.

Ada 6 isu strategis yang dimunculkan. Mulai dari adanya Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), berada dalam kawasan FTZ, Proyek Strategis Nasional (PSN) estuari dam Teluk Bintan, Pariwisata Sejarah dan Budaya, Pusat Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bintan dan kawasan ini dilalui jalan nasional menuju rencana Jembatan Batam-Bintan.

Prioritas pembangunan meliputi infrastruktur penting seperti Terminal Tipe C, Pusat Olahraga (Sport Centre) dan Rumah Sakit Umum Kelas B. Penataan Kawasan Perkantoran Pemerintah dan penyediaan perumahan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menjadi fokus utama.

Selanjutnya pengembangan Ekowisata dan Agrowisata yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Rencana ini selaras dengan arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Peraturan Perencanaan Tata Ruang yang lebih tinggi.

“Penyusunan RDTR yang terintegrasi akan mempercepat pelaksanaan pembangunan dan menciptakan Tata Ruang yang tertata dengan baik. Sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Bintan,” ujar Roby Kurniawan Bupati Bintan usai mengikuti Rakor, di Hotel Bidakara Jakarta.

Bupati Bintan Roby Kurniawan berharap, forum ini bisa memastikan perencanaan tata ruang di Kabupaten Bintan sesuai dengan kebutuhan daerah serta regulasi yang berlaku.

Sedangkan untuk RDTR Kawasan Wisata Pantai Trikora, luas wilayah mencapai 7.142,26 hektare dengan 3 Sub Wilayah Perencanaan dan 11 blok. Dengan fokus pada pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing. Sub Wilayah Perencanaan A terdiri dari Ekowisata Mangrove, Pelabuhan dan Kawasan Hankam. Sub Wilayah Perencanaan B meliputi Kawasan Pariwisata serta Perdagangan dan Jasa. Sub Wilayah Perencanaan C meliputi Kawasan Pariwisata dan Pemukiman.

Sebanyak 6 isu strategis yang ditampilkan mulai dari kawasan wisata pantai, berada dalam kawasan FTZ, adanya perkebunan, pariwisata sejarah dan budaya, pelabuhan pengumpul Tanjung Berakit dan kawasan perbatasan negara.

Program prioritas meliputi pengelolaan investasi pariwisata, penetapan destinasi wisata unggulan, penghijauan, pembangunan tempat pengelolaan sampah reduce, reuse dan recycle (TPS3R). Pengembangan infrastruktur pendukung seperti saluran udara tegangan menengah (SUTM) dan peningkatan pelayanan gardu distribusi.

Pengembangan kawasan pantai Trikora ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rapat koordinasi ini turut dihadiri sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Bintan. Baik hadir secara langsung maupun melalui konferensi video. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *