banner 728x90
Cen Sui Lan Calon Bupati Natuna nomor urut 1 saat ingin pindah dari KM Bujit Raya ke pompong untuk mencapai pinggiran Pulau Midai. F- ist

Perjuangan Seorang Ibu Demi Natuna Maju, Cen Sui Lan Rela Menantang Maut

Komentar
X
Bagikan

Natuna, suaraserumpun.com – Kurang lebih sebulan lagi, memasuki tahapan pemungutan suara. Cen Sui Lan terus mengarungi lautan dan menghadapi gelombang, menuju dari pulau satu ke pulau lainnya di wilayah Kabupaten Natuna. Begitu lah perjuangan Cen Sui Lan seorang ibu demi Natuna maju, rela menantang maut.

Suara klakson KM Bukit Raya sayup-sayup terdengar dari kejauhan. Kapal penumpang milik BUMN itu terpaksa berlabuh di tengah laut. Gegara ombak dan angin kencang, sedang melanda wilayah kecamatan Midai.

Beberapa pompong berangkat ke tengah laut guna mengantarkan para penumpang yang akan menuju pelabuhan Selat Lampa. Dengan gelombang yang begitu tinggi tentu akan menjadi tantangan bagi warga yang ingin naik maupun turun di Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Memang, pada bulan Oktober hingga November ini telah memasuki angin musim utara. Sementara pelabuhan tempat sandarnya kapal belum dapat disinggahi lantaran dalam revitalisasi.

Mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat harus menantang maut agar bisa naik turun melalui tangga KM Bukit Raya. Tergolong terjal dan harus meloncat dari pompong agar bisa menaiki tangga. Tentu ini menguji adrenalin semua para penumpang kapal Pelni tersebut.

Seorang penumpang tangguh itu adalah Cen Sui Lan. Calon Bupati Natuna nomor urut 1 ini rela menantang maut demi Natuna maju. Inilah sosok Srikandi dari Partai Golkar yang menjadi idaman para ibu-ibu.

Dengan bersusah panyah dirinya siap menghadapi bahaya. Hal itu dilakukan karena sejak awal ia sudah berjanji, akan mewakafkan diri untuk masyarakat Natuna.

Cen Sui Lan didampingi suami tercinta Raja Mustakin merasa sangat prihatin atas kendala yang dialami masyarakat. Oleh karena itu dirinya sudah meminta pihak rekanan agar revitalisasi pelabuhan Midai segera dituntaskan. Sehingga masyarakat tidak menantang bahaya lagi jika ingin bepergian.

“Saya berharap pelabuhan ini dapat segera difungsikan, agar masyarakat tidak mengambil resiko saat mau menaiki maupun turun dari KM Bukit Raya,” ujar Cen Sui Lan, Minggu (27/10/2024).

“Saya tidak bisa bayangkan jika ada warga yang sakit harus dirujuk ke RSUD Natuna. Gimana caranya bisa menaiki tangga bukit Raya yang begitu tinggi,” tambahnya.

Melihat kondisi ini tekadnya semakin kuat, ingin memberikan yang terbaik untuk kemajuan Natuna. Masyarakat pun menyambut dengan yel Bupati Baru Natuna Maju. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *