banner 728x90
Calon Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Calon Gubernur Kepri Ansar Ahmad berdiskusi untuk program pembangunan Kota Batam di sela kampanye di Tanjunguma Kota Aatam. F- and

Batam Butuh Energi Tambahan, Amsakar: Kita Butuh Linear dengan Provinsi dan Pusat

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Calon Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebutkan, Batam membutuhkan energi tambahan untuk mempercepat kemajuan pembangunan. Menurut Amsakar, energi baru itu adalah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Pusat.

“Batam tidak hanya cukup dengan Wali Kota dan Ex Officio Kepala BP Batam Kita butuh linier dengan Provinsi. Kita butuh linier dengan Jakarta (Pemerintah Pusat),” kata Amsakar Achmad Calon Wali Kota Batam dalam kampanye tatap muka bersama Ansar Ahmad di Tanjunguma, Kota Batam, Jumat (18/10/2024).

Amsakar Achmad menyebut Batam tidak sepopular seperti yang ada di media sosial. Batam dia yakinkan memilki banyak persoalan-persoalan lain yang membutuhkan sentuhan dari Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Pusat.

“Tidak cukup hanya anggaran Rp6,2 triliun. Kita butuh dana lebih untuk menjadikan pembanguan Batam lebih pesat dan menyentuh banyak sektor,” ujarnya.

Untuk itu Amsakar Achmad kembali meyakinkan butuh sinergitas yang baik antara Pemko Batam dengan Pemprov Kepri dan Pemerintah Pusat.

“Saya dengan Pak Ansar baik. Demikian Pemerintahan Pusat di mana Ibu Li Claudia ditunjuk oleh Pak Probowo untuk mendampingi saya. Itu artinya kita punya peluang besar untuk mempercepat pembangunan Batam,” papar Amsakar Achmad.

Membandingkan pembangunan Batam dengan Provinsi Kepri dia tegaskan tidak proporsional mengingat tanggungjawab Pemprov lebih luas. Apalagi membandingkan pejabat Wali Kota Batam sekarang dengan sebelumnya.

“Zaman Pak Ahmad Dahlan anggaran Rp1,8 T, apalagi kalau mau membandingkan dengan almarhum Ayahanda Nyat Kadir yang anggaran Rp300 miliar sampai Rp500 miliar,” sebutnya.

Membangun jalan lebar-lebar, atau jembatan layang ditegaskan Amsakar bukanlah hal yang sulit dengan porsi anggaran yang dikeloka Kota Batam sebesar Rp6,2 triliun.

Dalam kesempatan ini pula, Amsakar menegaskan, ke depan tidak ada lagi camat, lurah, RT/RW atau pengurus masjid yang sembunyi jika Gubernur Kepri datang melakukan kunjungan kerja ke Batam.

“Saya pastikan itu. Kita butuh linear dengan provinsi dan pusat,” tutup Amsakar Achmad.

Calon Gubernur Kepri nomor urut 1 Ansar Ahmad dalam orasi politiknya meyakinkan akan bekerja sekuat tenaga bersama Wali Kota Batam yang baru dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Batam.

“Kalau kita bersama-sama, mesinnya dua, kekuatannya dua, insyaallah semua bisa kita selesaikan dengan baik,” ujar Ansar Ahmad. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *