Bintan, suaraserumpun.com – Tahun 2023 lalu, Bupati Bintan Roby Kurniawan dan Forkopimda meninjau Pantai Mempadi di wilayah Pulau Poto, Kecamatan Bintan Pesisir. Ternyata, Pantai Mempadi Pulau Poto di Kabupaten Bintan ini, menyimpan potensi wisata bahari nan eksotis.
Pantai Mempadi Pulau Poto berada di dalam kawasan HGB PT Mempadi Manggala Jaya (MMJ). Pantai Mempadi ini memiliki daya tarik khas. Tapi, belum banyak dikenal masyarakat umum. Justru itu, PT MMJ ingin mengembangkan lahannya lebih kurang 35 hektare tersebut menjadi kawasan wisata bahari.
Sabtu (14/9/2024), sejumlah wartawan mendapat kesempatan tour keliling Pulau Poto. Termasuk wartawan suaraserumpun.com, mendapat keberuntungan berwisata ke pulau di wilayah timur Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau ini.
Setelah melewati Desa Kelong dan Desa Air Glubi di Kecamatan Bintan Pesisir, kapal motor (pompong) mulai menyusuri pantai wisata bahari di Pulau Poto. Tepat di depan kawasan Galang Batang, pantai Pulau Poto sudah memperlihatkan keindahannya. Ombak nyaris tak berhenti menghempas barisan bebatuan alam yang besar. Beberapa batu besar ini terlihat sangat menawan, dan melengkapi panorama pantai.

Barisan batu-batu besar di pantai Pulau Poto di bagian ini, menghadap ke Pulau Mangkil. Dari kejauhan, terlihat Desa Mapur. Kemudian, dari barisan batu-batu (stone) yang besar itu, rombongan melintasi teluk. Nah, di teluk ini memang tidak terlihat batu-batu besar. Tetapi, di bibir pantai teluk ini merupakan hamparan pasir putih. Panjang pantai berpasir dengan ombak yang cukup besar ini, tak kurang dari 650 meter.
“Ini namanya Pantai Pasir Bana. Lokasinya di teluk. Tapi, ombaknya cukup besar. Di dasar laut ini, terumbu karangnya cukup padat. Para turis, suka dengan kondisi pantai seperti ini,” kata Agung, perwakilan dari PT MMJ yang ikut serta dalam rombongan tour (wisata) keliling Pulau Poto tersebut.
“Pantai ini berada di wilayah kepemilikan Pak Donny Fernando,” sambungnya.
Dari Pantai Pasir Bana, rombongan melanjutkan perjalanan ke arah selatan Pulau Poto. Di sebalik tanjung Pantai Pasir Bana, bibir pantai ditumbuhi hutan mangrove yang sangat luas. Kawasan hutan bakau ini merupakan tempat para nelayan mencari ketam (kepiting) dan udang. Sedangkan di laut, sebagai tempat memasang bubu untuk menangkap ikan, kepiting dan sejenis biota laut bagi nelayan.
“Yang paling banyak, di laut ini sebagai lokasi mencari ikan bilis bagi nelayan yang menggunakan pompong. Mereka menebar pukat bilis di sini,” jelas Agung.
“Kawasan ini juga cocok untuk lokasi wisata mangrove,” tambahnya.
Air laut di pesisir Pulau Poto ini terlihat biru pekat. Sebagai tanda belum tercemar dengan aktivitas industri. Pantas nelayan di Bintan Pesisir dan sekitarnya, mencari sumber kehidupan di pesisir laut ini.

Namun untuk beberapa tahun ke depan, laut di daerah ini terancam tercemar. Sebab, PT Galang Batang Kawasan Ekonomi Khusus (GBKEK) yang menguasai puluhan hektare hutan mangrove tersebut, akan melakukan reklamasi untuk mendirikan industri. Perusahaan industri PT GBKEK ini dikabarkan ekspansi dari PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Bintan.
Menuju ke arah selatan dari kawasan puluhan hektare hutan mangrove yang terancam direklamasi itu, terlihat deburan ombak di pantai pasir putih. Pantai ini tak cuma berpasir putih. Tapi, air lautnya sangat biru dan bersih. Di bagian tanjung pantai ini, terlihat susun batu-batu besar. Pantainya cukup landai, cocok untuk tempat mandi.
Di tengah pantai sepanjang kurang lebih 1 kilometer ini, terdapat dermaga yang masih dibangun dari kayu, berlantai papan tebal. Dermaga atau pelantar ini panjangnya hampir 200 meter. Di depan pantai ini, terdapat beberapa pulau. Satu di antaranya adalah Pulau Cempedak.
Di Pulau Cempedak tersebut, masih berdiri kokoh bangunan resor dengan model yang menarik. Hingga kini, resort di Pulau Cempedak tersebut masih banyak dikunjungi turis asing. Turis yang berkunjung ke Pulau Cempedak ini, cukup banyak yang menikmati snorkeling di depan pantai di Pulau Poto tersebut.
“Ini adalah Pantai Mempadi Pulau Poto. Di depan situ, tempat turis melakukan snorkeling. Mereka menikmati wisata bahari, melihat terumbu karang yang indah di dasar laut, di depan Pantai Mempadi ini,” jelas Doni, seorang kerabat dari PT MMJ.

Pantai Mempadi Pulau Poto sepanjang 1 kilometer ini, lautnya cukup landai dibandingkan Pantai Pasir Bana. Air di Pantai Mempadi ini jernih. Pantai ini tidak menjadi penumpukan sampah seperti di daerah wisata Pantai Trikora, yang sudah dikenal hingga ke mancanegara.
Bahkan, Pantai Mempadi Pulau Poto ini memiliki beberapa spot untuk melakukan snorkeling, guna menikmati wisata bawah laut. Selain memiliki daya tarik batu-batu besar, Pantai Mempadi Pulau Poto juga terlihat asri dengan pohon cemara (pinus).
Justru itu, PT Mempadi Manggala Jaya (MMJ) ingin menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata bahari. Karena, Pantai Mempadi Pulau Poto di Bintan ini, menyimpan potensi wisata bahari nan eksotis.
Selain bisa mendatangkan turis dan membuka lapangan kerja bagi anak Bintan, menjadikan Pantai Mempadi sebagai tempat wisata, sama artinya menjaga ekosistem laut. Karena, di perairan Pantai Mempadi Pulau Poto ini sebagai lokasi bagi nelayan menangkap ikan.
“Tapi ironisnya, Pantai Mempadi Pulau Poto ini juga diklaim masuk dalam site plan PT GBKEK untuk pengembangan kawasan industri. Padahal, ini lahan PT MMJ,” ungkap Doni yang tak ingin Pantai Mempadi diserobot oleh PT GBKEK pengembangan industri dari PT BAI Galang Batang.

Dewi seorang pengunjung terkesima dengan keindahan Pantai Mempadi Pulau Poto. Menurutnya, Pantai Mempadi ini sangat indah dan memiliki daya tarik khas. Pantai Mempadi ini sangat berpotensi meningkatkan kunjungan turis ke Bintan.
“Di depan Pantai Mempadi ini saja, ada resort Pulau Cempedak. Turis di situ justru ada yang snorkeling ke perairan Pantai Mempadi ini. Tentu lah berpotensi besar dikembangkan menjadi kawasan wisata bahari di Pantai Mempadi ini,” ucapnya singkat. (yen)
Editor: Sigik RS
