banner 728x90
Sekda Bintan Ronny Kartika bersama Kepala BPBD Bintan Ramlah SSos serta Ary Satya Dharma memperlihatkan komitmen bersama pembentukan Forum PRB Bintan, Senin (29/7/2024). F- yen/suaraserumpun.com

Ary Satya Dharma Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Bintan

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Ary Satya Dharma disepakati sebagai Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Bintan periode 2024-2027, Senin (29/7/2024). Sedangkan Wakil Ketua Forum PRB Bintan disepakati dijabat oleh Kosasih Kepala BMKG Tanjungpinang-Bintan.

Penetapan Ary Satya Dharma sebagai Ketua Forum PRB Bintan itu setelah dilakukan penandatanganan komitmen bersama pembentukan Forum PRB Bintan, sekaligus sosialisasi pembentukan pengurus Forum PRB Bintan di ruang rapat Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu.

Sosialisasi dan Pembentukan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Bintan disejalankan dengan FGD Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Banjir. Hadir dalam pertemuan tersebut Sekda Bintan Ronny Kartika dan seluruh elemen masyarakat serta Forkopimda.

Kepala BPBD Bintan Ramlah menyampaikan, Kabupaten Bintan memiliki potensi bencana banjir yang sangat besar dan dilanjutkan dengan bencana kebakaran. Maka tujuan kegiatan FGD tersebut merupakan tindak lanjut untuk meminimalisir bencana salh satunya melalui pembentukan kepengurusan Forum Pengurangan Resiko Bencana.

Menurutnya, di Kabupaten Bintan ada beberapa bencana yang dihadapi setiap tahunnya seperti cuaca ekstrem, banjir dan gelombang tinggi, abrasi, kebakaran hutan dan kekeringan. Potensi bencana tersebut yang mengharuskan setiap intansi terkait di Kabupaten Bintan untuk saling berkoordinasi dalam menanggulangi bencana tersebut.

“Maka Forum PRB Bintan ini dibentuk dalam rangka untuk meminimalisir risiko bencana yang dihadapi. Justru itu, media massa atau organisasi wartawan yang banyak berinteraksi dengan masyarakat, juga dilibatkan,” tegas Ramlah.

Sekretaris Daerah Bintan Ronny Kartika membuka FGD tersebut. Ronny Kartika menyampaikan, FGD Forum PRB Bintan tersebut merupakan momentum untuk intansi terkait dalam mencari solusi dalam menangani bencana yang terjadi sehingga bisa meminimalisir korban dan kerugian akibat bencana tersebut.

Walaupun menurutnya untuk resistensi bencana di Kabupaten Bintan masih terbilang kecil namun tidak ada salahnya mewaspadai dan membuat rencana pencegahan terlebih dahulu sebelum bencana tersebut terjadi. Melalui forum ini diharapkan setiap intansi terkait bisa menjalankan fungsi sesuai dengan topoksi yang diberikan. Sehingga bisa memberikan catatan dan masukan kepada pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana.

“Seperti contoh memberikan saran dan masukan agar ketika menerbitkan izin pembangunan, mungkin nantinya bisa menghindari dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Usai penandatangani komitmen bersama pembentukan pengurus Forum PRB Bintan, dilanjutkan dengan rapat penetapan ketua. Dalam pertemuan tersebut disepakati Ary Satia Dharma sebagai Ketua Forum PRB Bintan periode 2024-2027, dengan wakil ketua Kosasih. Selanjutnya akan disusun kepengurusan Forum PRB Bintan.

Kemudian, pada kesempatan tersebut juga disampaikan ikrar dan dukungan Forum PRB Bintan terhadap materi pelatihan Ramlah SSos dalam Diklatpimnas Tingkat II Angkatan XI tahun 2024 yang mengangkat tentang Rasi Bintang. Rasi Bintang ini diartikan sebagai Partisipasi dan Kolaborasi Bintan Tangguh terhadap bencana. Rasi Bintang itu memaparkan tentang strategi penyelenggaraan penanggulangan bencana secara partisipatif dan kolaboratif di Kabupaten Bintan.

“Kita bersyukur, Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Bintan ini yang pertama dibentuk di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Kami Forum PRB Bintan mendukung tentang materi (makalah) Rasi Bintang yang dibuat oleh Bu Ramlah Kepala BPBD Bintan pada Diklatpimnas II yang beliau jalankan sekarang,” kata Ary Satia Dharma usai pembentukan Pengurus Forum PRB Bintan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *