Telukkuantan, suaraserumpun.com – Sebanyak 105 jalur peserta Festival Pacu Jalur Rayon Kecamatan Benai di Tepian Pincuran Sati Benai, akan bersaing ketat, Sabtu (20/7/2024) siang besok. Ini penegasan panitia penyelenggaraan Pacu Jalur di Tepian Pincuran Sati Benai.
Technical meeting (TM) dan pengundian atau drawing Pacu Jalur Rayon Kecamatan Benai digelar, Jumat (19/7/2024) siang. Dalam TM ini, panitia penyelenggara di bawah moderator Darwis komentator kondang Pacu Jalur Teluk Kuantan menyampaikan regulasi atau peraturan pacu jalur.
Secara umum, peraturan tidak ada yang berubah. Namun, ada beberapa hal yang menjadi penegasan panitia pelaksana, agar pacu jalur di Rayon Kecamatan Benai berjalan sukses atau sesuai rencana, dan tepat waktu.
Dalam TM tersebut, Darwis menyampaikan, sudah beberapa kali pacu jalur tahun 2024 tingkat rayon digelar. Tapi ada beberapa hal yang menjadi kendala. Sehingga penyelenggaraan pacu jalur tidak sesuai dengan keinginan bersama, seperti apa yang dibahas pada saat TM.
Kendala itu, ungkap Darwis, peserta selalu mengulur-ngulur waktu. Terutama saat mengisi jalur di tepian menuju pancang start. Kemudian, peserta masih ada yang uji gelanggang. Padahal, waktu sudah lewat dari pukul 2 (14.00 WIB). Dalam TM, sudah disepakati, jam 2 siang itu pacu sudah dimulai.
“Bulah (boleh) nak pakai dukun saat melepas jalur di tepian. Karena pacu jalur ini tradisi. Tapi, jalur harus sudah sampai ke pancang start sebelum jam 2 (pukul 14.00 WIB). Kami selalu tegas dalam melaksanakan hasil TM ini. Kita minta peserta juga komitmen dan tegas, dalam melaksanakan ketentuan pada TM ini,” ujar Darwis kepada 105 perwakilan jalur peserta Pacu Jalur di Tepian Pincuran Sati Kecamatan Benai.
Kemudian, lanjut Darwis, dari evaluasi pacu jalur tingkat rayon sebelumnya, perwakilan jalur untuk pancang start, selalu lambat tiba di tempat. Terutama untuk perwakilan jalur yang ilir pertama dan seterus. Karena, jika perwakilan jalur belum tiba di pancang start, pacu jalur belum bisa dimulai. Terutama untuk perwakilan pertama, kedua dan seterusnya.
“Justru itu, untuk pacu jalur di Rayon Kecamatan Benai ini kita tegaskan. Pacu jalur dimulai pukul 14.00 WIB. Sebelum pukul 14.00 WIB, perahu la diisi dan diantarkan ke pancang start. Kemudian, uji gelanggang tidak dibolehkan lagi setelah memasuki pukul 2 (14.00 WIB). Perwakilan jalur untuk pancang start, harus tidak di lokasi pelepasan sebelum pukul 14.00 WIB,” sebut Darwis.
Ketentuan dan penegasan tersebut disepakati oleh perwakilan 105 jalur peserta pacu jalur Rayon Benai. Selain itu, panitia penyelenggara juga menegaskan, bagi peserta pacu yang dieksekusi start gantung akibat gagal dilepas 3 kali sebelumnya, tidak dibenarkan untuk berputar. Jika gagal pada eksekusi start gantung, jalur (peserta) harus muncur, bukan berputar. Ketentuan tersebut pun disepakati oleh peserta Pacu Jalur Rayon Kecamatan Benai di Tepian Pincuran Sati.
“Kalau ini sudah kita sepakati, mari kita sama-sama saling menghargai. Dan kita laksanakan bersama. Besok, pukul 14.00 WIB, pacu sudah dimulai. Ketentuan dan penegasan tersebut pun kita jalankan sampai hari final,” kata Darwis menambahkan.
Pada saat TM tersebut, Camat Benai menyampaikan, kajang atau rumah tempat tambat perahu jalur tidak dipungut bayaran. Karena, peserta yang mengikuti pacu jalur di tingkat rayon, adalah undangan.
“Jika ada oknum yang meminta bayaran untuk kajang (rumah/kemah) jalur di tepian, lapor ke Pak Camat atau panitia,” tegas Camat Benai.

Pada saat TM ini, panitia juga melakukan drawing atau pengundian untuk 105 peserta Pacu Jalur Rayon Benai di Tepiang Pincuran Sati Benai. Di Benai ini, merupakan gelanggang pacu jalur dengan peserta terbanyak dibandingkan tingkat rayon sebelumnya, se-Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. (yen)
Editor: Sigik RS
