banner 728x90
Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo bersama Danlanal Bintan meminta penjelasan kepada kakek berusia 73 tahun pembawa sabu dan ekstasi dari Malaysia ke Pulau Karas Batam, saat jumpa pers dan pemusnahan barang bukti di Mapolres Bintan, Kamis (11/7/2024). F- dok/suaraserumpun.com

Kakek Berusia 73 Tahun Bawa Sabu dari Malaysia menuju Pulau Karas, Ditangkap Lanal Bintan

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Seorang kakek berusia 73 tahun berinisial F membawa hampir 1 kilogram sabu dan 6 butir ekstasi dari Malaysia menuju Pulau Karas, Batam. Namun, kakek berusia 73 tahun ini ditangkap Lanal Bintan di perairan Bintan, Kamis (27/6/2024) pekan lalu.

Kakek yang bekerja sebagai nelayan asal Pulau Karas Batam ini berhasil ditangkap Lanal Bintan, setelah terjadi kejar-kejaran. Sabu seberat 749,99 gram dan enam butir ekstasi yang diamankan tersebut, dimusnahkan oleh pihak Polres Bintan bersama Lanal Bintan, di Makopolres Bintan, Bintan Buyu, Kamis (11/7/2024) pagi tadi.

Hadir dalam pemusnahan barang bukti sabu dan ekstasi tersebut Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo SIK MM, Danlanal Bintan Letkol Laut (P) Eko Agus Susanto SE MM, Kasat Narkoba Polres Bintan Iptu Davinsi Josie Sidabutar, Kejari Bintan dan penasehat hukum tersangka F.

Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo mengatakan, pengungkapan tindak pidana narkotika tersebut berdasarkan pelimpahan dari TNI AL, yaitu dari Lanal Bintan dengan tersangka F (73). Tersangka F merupakan seorang nelayan yang tinggal di Pulau Karas, Batam.

Baca Juga :  Saksikan Brunei vs Indonesia di Acara Nobar Kedai Kopi Milenial, Dijamin Seru!

“Tersangka F seorang kakek berusia 73 tahun asal Pulau Karas ini ditangkap oleh Lanal Bintan, Kamis (27/6/2024) lalu, di sekitar perairan Bintan. Tepatnya di perairan Sakera, Tanjung Uban,” sebut Kapolres Bintan.

AKBP Riky Iswoyo SIK MM menerangkan kronologis penangkapan tersangka F. Sebelum ditangkap, terjadi aksi kejer-kejaran antara tim Lanal Bintan dengan tersangka F.

Awalnya, tim Lanal Bintan melihat adanya perahu melaju ke arah Tanjung uban, dan dikejar oleh tim. Saat pengejaran tim melihat tersangka membuang sesuatu di belakang boat. Setelah diamankan, tersangka disuruh untuk mengambil kembali barang yang dibuang tersebut. Ternyata, yang dibuang tersangka adalah 1 paket besar diduga narkotika jenis sabu dibungkus plastik, yang dimasukan ke dalam kantong warna putih. Dan diletakan di dalam jaring ikan.

“Selain sabu juga didapatkan 1 batu, 1 Unit handphone lampu senter kepala yang telah dibuang tersangka,” terang AKBP Riky Iswoyo.

Setelah tersangka diamankan, langsung dibawa ke Mako Lanal Bintan dan Lanal Bintan mengundang Polres Bintan. Sekaligus menyerahkan tersangka kepada Polres Bintan untuk dilakukan penyidikan.

Baca Juga :  Sepak Bola Kepri Meraih Perunggu, Bona Simanjuntak: Terima Kasih buat Semuanya dan Masyarakat Kepri

“Setelah tersangka dan barang bukti kami terima, kami melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti ternyata berisikan 1 paket besar narkotika jenis sabu seberat bruto 749,99 gram, hampir 1 kilogram. Kemudian 1 paket kecil narkotika jenis sabu seberat bruto 1,02 gram, 3 butir pil Ekstasi warna biru dan 3 butir pil ekstasi merek S,” jelas Kapolres Bintan.

Dari seluruh barang bukti tersangka F, 749,99 gram sabu, selanjutnya dimusnahkan seberat 702,32 gram. Karena sisanya sebagai sample untuk diperiksa di laboratorium forensik Polri.

Di Polres Bintan, tersangka F mengakui, bahwa narkoba tersebut diambilnya di Tanjung Blau negeri jiran Malaysia. Karena disuruh oleh temannya berinisial A yang telah berada di Tanjung Blau, Malaysia.

Tersangka berangkat sendiri dengan menggunakan boat miliknya ke Tanjung Blau, dan bertemu dengan saudara A di Tanjung Blau. Selanjutnya tersangka F menerima titipan untuk dibawa ke Pulau Karas Kepri.

“Tersangka mengakui baru sekali mengambil narkoba tersebut atas suruhan saudara A, dan disuruh membawanya ke Pulau karas. Nanti setelah sabu tersebut sampai di Pulau Karas Batam, akan diserahkan kepada saudara A kembali di Pulau Karas,” jelas Kapolres Bintan.

Baca Juga :  Gubernur Kepri dan Bintan Resort Lagoi Segera Membahas Teknis Penerimaan Kunjungan Turis

Tersangka mengakui akan mendapatkan upah sebesar Rp35 juta. Uang upah tersebut akan diterima tersangka setelah barang diserahkan kepada saudara A. Namun sebelum barang sampai di Pulau Karas, tersangka telah ditangkap Lanal Bintan.

Saat inim tersangka masih dilakukan penyidikan oleh Satuan Narkoba Polres Bintan. Tersangka melanggar pasal 124 ayat (2), 112 (2) Undang Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Polres Bintan masih melakukan pencarian terhadap saudara A (DPO) yang telah menyuruh saudara F membawa sabu dari negara jiran Malaysia ke Pulau Karas, Batam.

Kamis (11/7/2024) pagi, barang bukti narkoba jenis sabu dan ekstasi dimusnahkan dengan cara direbus dengan air panas. Selanjutnya dibuang ke safety tank atau closed pembuangan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *