banner 728x90
Narasumber BNPT Pusat memaparkan tentang penangkapan teroris di Kepri dalam loka karya penguatan inisiatif lokal dalam pencegahan ektremisme di Batam, Kamis (11/7/2024). F- ist

Ini Catatan BNPT Pusat tentang Penangkapan Teroris di Kepri

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Indonesia Knowledge Hub on CT/VE Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (I-KHub on CT/VE BNPT) menggelar kegiatan penguatan inisiatif lokal dalam pencegahan ekstremisme melalui I-KHub BNPT di Hotel Four Poin Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (11/7/2024). Dari loka karya tersebut, berikut ini catatan BNPT pusat tentang penangkapan teroris di wilayah Provinsi Kepri.

Mewakili Kementerian Dalam Negeri, Ardi Djupri mengatakan, persoalan pencegahan ekstremisme harus bisa menjadi tanggung jawab bersama pemerintah pusat dan daerah. Tidak hanya itu, melalui program yang berkelanjutan pencegahan ekstremisme juga harus melibatkan stakeholder di daerah, dengan lebih mengedepankan pada inisiatif lokal.

“Dengan demikian kita bisa memitigasi terhadap paham-paham yang memang tidak sesuai dengan budaya kita. Tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Melalui kegiatan proaktif yang dilakukan oleh stakeholder di daerah,” ungkap Ardi Djupri saat membuka Loka Karya Penguatan Inisiatif Lokal Pencegahan Ekstremisme melalui I-KHub BNPT di Batam tersebut.

Baca Juga :  Bina Bintang Muda Kepri Menjuarai Belajar Liga Tanjungpinang Bintan 2022

Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang tepat bagaimana semua pihak bisa mempertahankan Indonesia yang kuat. Melalui keterlibatan inisiatif daerah dalam penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di semua sektor kehidupan agar lebih implementatif.

“Apalagi Kepulauan Riau ini daerahnya berbatasan langsung dengan negara lain. Penguatan inisiatif lokal merupakan sebuah keniscayaan dalam pencegahan ekstremisme dan terorisme,” jelasnya.

Dari BNPT pusat, Dionnisius Elvan Swasono mengatakan, di Kepulauan Riau ada beberapa catatan tentang tertangkapnya pelaku terorisme oleh Densus 88. Beberapa catatan tersebut yakni tahun 2008 terorisme dari Singapura, Slamet Kastari, tertangkap di Tanjungpinang. Kemudian tahun 2016 juga ada penangkapan beberapa orang teroris yang akan dikirim ke basis Mujahidin di Poso, di Batam. Serta yang terakhir tahun 2021, sebanyak 4 orang yang diduga terlibat jaringan JII juga ditangkap di Batam.

Baca Juga :  Satu Ranperda Inisiatif Dewan, Pemkab Memprogramkan Ranperda Bantuan Hukum bagi Warga Miskin

“BNPT mendorong penguatan pencegahan ekstremisme dan terorisme di semua stakeholder daerah. Pola-pola melalui pendekatan kearifan dan inisiatif lokal kita nilai sangat penting sehingga masyarakat secara luas bisa paham dan mengerti tentang bahayanya aksi terorisme,” kata Donnisius Elvan Swasono.

Menindaklanjuti program penguatan inisiatif ini, I-KHub BNPT akan merancang role model peran kerjasama lokal-nasional dalam implementasi dan percepatan RAN PE melalui platform I-KHub BNPT, dengan melibatkan seluruh komponen pemerintah daerah dan masyarakat sipil secara kolaboratif.

Loka karya ini digelar untuk memetakan peran aktor strategis di daerah, prioritas masalah dan tantangan implementasi RAN PE di daerah, serta pembelajaran/praktik baik dan peluang kolaborasi di daerah.

Baca Juga :  Sat Polairud Polres Bintan Mengingatkan Hal Ini kepada Penumpang dan Pengusaha Transportasi Laut Saat Cuaca Ekstrem

Pada kesempatan ini, I-KHub BNPT juga memperkenalkan platform I-KHub BNPT serta melakukan aktivasi akun untuk memaksimalkan penggunaan platform I-KHub di tingkat pemerintah daerah sebagai pusat pengetahuan dan instrumen pendukung bagi penguatan inisiatif aktor daerah dalam pelaksanaan RAN PE. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *