banner 728x90
KRI Dewaruci disambut parade tari dan prosesi adat Melayu saat bersandar di Pelabuhan Fasharkan Mentigi Tanjunguban, Bintan, Jumat (5/7/2024) pagi. F- met dena

KRI Dewaruci Pembawa Laskar Muhibah Budaya Jalur Rempah Tiba di Bintan, Disambut Prosesi Adat Melayu

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – KRI Dewaruci pembawa laskar muhibah budaya jalur rempah tiba di Bintan, Jumat (5/7/2024) pagi tadi. Laskar muhibah budaya jalur rempah disambut dengan proses adat Melayu dan parade tari.

KRI Dewaruci pembawa laskar muhibah budaya jalur rempah ini sempat dihadang badai, saat mengarungi laut menuju ke Pulau Sabang, Banda Aceh. KRI Dewaruci berhasil keluar dari badai dan tiba di Pulau Sabang.

Kemudian, kapal legendaris kebanggaan bangsa Indonesia ini berlayar ke Selat Malaka dan perairan Bintan, Kepulauan Riau. KRI Dewaruci tiba di perairan Tanjunguban (Bintan) sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (5/7/2024) pagi. Kapal pembawa laskar muhibah budaya jalur rempah bersandar di dermaga Fasharkan Mentigi TNI AL.

Tak hanya perwira dan prajurit TNI AL yang menyambutnya. Laskar muhibah budaya jalur rempah ini disambut warga dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan. Saat tiba di dermaga Fasharkan Mentigi, para perwira, bintara dan tamtama KRI Dewaruci yang dinakhodai Komandan KRI Dewa Ruci, Letkol Laut (P) Rhony Lutvia Dhani melakukan atraksi roll di atas tiang KRI Dewa Ruci.

Baca Juga :  Perkemahan Ita Jamnas Kwarcab Bintan Dipusatkan di Taman KCW

Setelah turun di dermaga, mereka disambut tradisi tepuk tepung tawar dari Ketua LAM Bintan, Musyafa Abbas. Kemudian, kedatangan KRI Dewaruci pun disambut dengan parade tari.

Seorang laskar rempah batch 2, Eko Susanto menuturkan, laskar rempah terbagi dalam 3 batch. Batch 1 mengarungi lautan dengan rute KRI Dewa Ruci mulai dari Jakarta, Belitung Timur dan Dumai, sedangkan batch 2 melanjutkan pelayaran mulai rute dari Dumai, Sabang, Malaka dan Tanjunguban. Selanjutnya, bacth 3 melakukan pelayaran mulai dari rute Tanjunguban, Lampung dan Jakarta.

“Saya tergabung di batch 2, batch kayu manis, kami ada sekitar 25 laskar rempah yang melakukan perjalanan dari Dumai, Sabang, Malaka dan berakhir di Tanjunguban,” ujar laskar rempah asal Pekalongan, Jawa Tengah ini.

Baca Juga :  Ada Usulan Pengadaan Kambing Saat Roby Kurniawan Memantau Musrenbang di Daerah Pulau

Guru Sejarah SMAN 4 Pekalongan ini menuturkan, selama perjalanan menuju ke Sabang, kapal yang mereka tumpangi sempat diterjang badai.

“Beberapa laskar rempah sempat tumbang, namun setelah tiba di Sabang, kami sudah sehat kembali dan mengikuti ekskursi yang ada di wilayah Sabang,” ucapnya.

Selama di Tanjunguban, katanya, mereka akan mengali informasi budaya di Penyengat dan Tanjunguban (Bintan).

Menurutnya, KRI Dewa Ruci merupakan kapal legendaris yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia karena telah melakukan pelayaran ke berbagai belahan dunia.

“Kami merasa bangga bisa menaiki KRI Dewa Ruci, karena sudah menambah pengalaman kami selama dalam perjalanan dan suatu kebanggaan juga karena kami sudah menjadi bagian dari KRI Dewa Ruci,” katanya.

Baca Juga :  60 Kasus Baru di Bintan, Balita dan Anak-anak Turut Terpapar Covid-19

Selain itu, dalam perjalanan, dia mengatakan, mereka bisa membagikan ilmu yang telah dimiliki dengan masyarakat di berbagai daerah yang disingahi dalam misi budaya jalur rempah.

Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan dan dan Hukum Pemerintah Provinsi Kepri, Sardison menyampaikan, KRI Dewa Ruci menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Dengan kehadiran KRI Dewa Ruci di Kepri, dia menyebut, semakin membuktikan bahwa dulunya di Selat Malaka menjadi jalur rempah yang ramai dilalui.

“Kehadiran KRI Dewa Ruci membuktikan bahwa Kepri bagian dari jalur rempah,” katanya.

Selain membangkitkan rasa nasionalisme, dia berharap, kehadiran KRI Dewa Ruci dapat mendorong daya tarik wisata di Kepri.

“Mudah-mudahan ada dampak positif terhadap ekonomi masyarakat Kepri,” demikian Sardison. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *