banner 728x90
Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo, Kalapas Kelas IIA Tanjungpinang Edi Mulyono dan Kasat Narkoba Polres Bintan Iptu Syofian Rida menerangkan kronologi tamping dan remaja memasukan sabu pakai kondom ke dalam Lapas sat jumpa pers, Jumat (21/6/2024). F- yen/suaraserumpun.com

Nekat Memasukan Sabu Pakai Kondom ke Lapas Narkotika, Tamping dan Remaja Tanjungpinang Ditangkap

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Ada-ada saja, DD (38) seorang tamping atau narapidana pembantu pegawai Lapas bersama R seorang remaja berusia 17 tahun nekat memasukan sabu ke dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang di Km 18 Kijang, Bintan. Remaja dan tamping tersebut memasukan narkotika jenis sabu seberat 96,9 gram dengan modus pakai kondom yang dimasukan ke dalam kemasan sabun cair.

Alhasil, seorang tamping dan remaja asal Tanjungpinang tersebut ditangkap Satres Narkoba Polres Bintan dan petugas Lapas Kelas IIA Tanjungpinang. Pihak kepolisian dan petugas Lapas Kelas IIA Tanjungpinang mengetahui tindakan tersebut, setelah melakukan penyelidikan dari rekaman CCTv.

Sabu dengan berat bersih 96,9 gram tersebut berasal dari A seorang pengedar asal Tanjungpinang, yang saat ini masih DPO. Awalnya, si A menggunakan jasa R seorang remaja lulusan SLTA, untuk mengantar 10 paket kecil dan 3 paket sedang narkotika jenis sabu kepada DD tamping Kelas IIA Tanjungpinang.

Untuk memuluskan sabu tersebut melewati pintu kontrol Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, si A memasukan sabu tersebut ke dalam 4 kondom pria dan 3 balon. Kemudian, kondom dan balon berisi sabu itu dimasukan ke dalam kemasan sabun cair. Kondom dan balon berisi sabu itu menyatu dalam sabun cair.

Baca Juga :  Kepri Tuan Rumah Konferensi Nasional FKUB, Cek Jadwal dan Tempatnya

Kemudian, R si remaja mengantar kemasan sabun cair berisikan kondom pelindung sabu kepada DD. Saat itu, DD yang merupakan tamping atau narapidana pembantu pegawai Lapas bidang pembuang sampah, pura-pura membuang sampah ke luar bangunan Lapas. Di luar bangunan Lapas, DD menerima kemasan sabun cair berisikan kondom, balon dan sabu. Saat masuk ke dalam Lapas, tidak ada kecurigaan dari petugas pintu kontrol. Paket sabun cair berisikan sabu disimpan DD di dalam kamarnya.

Namun, pegawai Lapas Kelas IIA Tanjungpinang curiga, ketika melihat rekaman CCTv. Saat itu, DD menerima kemasan sabun cair dari seorang remaja, dengan gelagat kecemasan. Pihak Lapas pun melaporkan hal tersebut ke pihak Satres Narkoba Polres Bintan.

“Dari penyelidikan kita bersama petugas Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, kita berhasil menemukan sabu yang dikemas dalam botol sabun cair. Sabu itu dimasukan ke dalam 4 kondom dan 3 balon,” kata AKBP Riky Iswoyo Kapolres Bintan saat memberikan keterangan pers di Aula Lapas Kelas IIA Tanjungpinang Km 18 Kijang, Jumat (21/6/2024) siang tadi.

Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo, Kalapas Kelas IIA Tanjungpinang Edi Mulyono dan Kasat Narkoba Polres Bintan Iptu Syofian Rida memperlihatkan barang bukti sabu yang dimasukan tamping dan seorang remaja asal Tanjungpinang. F- yen/suaraserumpun.com

Satres Narkoba Polres Bintan dan petugas Lapas Kelas IIA Tanjungpinang langsung mengamankan DD, serta melakukan pengembangan lebih lanjut. Kemudian, R remaja yang mengantar sabu pakai kondom dan balon tersebut pun berhasil ditangkap di wilayah Kota Piring, Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Timnas U22 Vs Tira Persikabo, 2-0

“DD ini adalah narapidana narkotika, yang dihukum selama 17 tahun. Sekarang, sudah menjalani masa tahanan 10 tahun. Sedangkan R anak di bawah umur (remaja) yang berusia 17 tahun. Mereka kita tangkap, berkas sinergitas antara Polres Bintan dan Lapas Kelas IIA Tanjungpinang,” ujar AKBP Riky Iswoyo didampingi Kalapas Kelas IIA Tanjungpinang Edi Mulyono dan Kasat Narkoba Polres Bintan Iptu Syofian Rida.

Saat ini, lanjut Kapolres Bintan, pihak Satres Narkoba Polres Bintan masih dalam pengembangan. Sabu yang dibawa oleh DD ke dalam Lapas itu, belum diketahui atas pesanan siapa, maupun akan diberikan kepada siapa.

“Sabu itu masih disimpan oleh DD. Kita masih dalam pengembangan dalam kasus ini,” tegas Kapolres Bintan.

“Selama proses hukum, tersangka remaja yang berusia 17 tahun itu, nanti akan didampingi oleh Bapas. Hukuman bagi si tamping itu, bisa seumur hidup atau hukuman mati. Karena dia sudah melakukan pidana yang sama. Kalau anak di bawah umur ini, itu sepertiga dari hukuman undang undang narkotika. Itu diputuskan di Pengadilan,” sambung Kapolres Bintan.

Kasat Narkoba Polres Bintan Iptu Syofian Rida menambahkan, dari pemeriksaan sementara, si A menerima sabu dari A seorang pengedar di Tanjungpinang. A masih DPO dan dalam penyelidikan. A yang masih berusia 17 tahun ini merupakan kurir diupah dengan nilai materi kurang lebih Rp8 juta.

Baca Juga :  Kasus Polisi Tembak Polisi, Labfor Polri Periksa Hape dan CCTv

“Upah Rp8 juta itu berupa 1 unit sepeda motor dan hape. Sisanya itu, berupa uang tunai. Mereka kita tangkap, Senin (17/6/2024) saat lebaran Iduladha,” sebut Syofian Rida.

Edi Mulyono Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang menyatakan, penangkapan kasus narkoba yang berada di Lapas ini, merupakan yang kedua. Sebelumnya, kurir mengantar sabu di lokasi parkir mobil. Tapi, kasusnya berhasil diungkap. Pelaku pun ditangkap.

Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo, Kalapas Kelas IIA Tanjungpinang Edi Mulyono dan Kasat Narkoba Polres Bintan Iptu Syofian Rida meminta penjelasan DD (38) seorang tamping yang memasukan sabu ke dalam Lapas. F- yen/suaraserumpun.com

“Sama juga dengan hari ini. Kasus orang yang mau mengedarkan sabu di Lapas, juga berhasil ditangkap. Ini tidak lepas dari kerja sama atau sinergitas kami dari Lapas Kelas IIA Tanjungpinang bersama Polres Bintan,” ucap Edi Mulyono.

“Ketika kami melihat ada yang mencurigakan, kami langsung berkoordinasi dengan Polres Bintan. Artinya apa. Kami tidak main-main dengan narkoba. Kami akan terus menggandeng pihak kepolisian untuk menindak orang yang mencoba main-main dengan narkoba di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang,” demikian Edi Mulyono. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *