banner 728x90
Juru Sembelih Halal atau Juleha melakukan penyembelihan hewan kurban sapi bersama orangtua murid Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang, Selasa (18/6/2024). F- yen/suaraserumpun.com

Foto Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang Menyembelih Hewan Kurban Menyambi Beri Edukasi

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang tak hanya menjalankan syariat Islam, pada saat melaksanakan ibadah kurban Hari Raya Iduladha 1445 hijriah. Tapi, menyambi (sambil) memberi edukasi atau pendidikan. Berikut beberapa foto Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang menyembelih hewan kurban menyambi beri edukasi.

Majelis guru dan orang tua murid Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang telah melaksanakan ibadah kurban atau berkurban, sejak berdiri sekolah tersebut. Namun akibat Covid-19, tahun 2020 hingga 2023, ibadah kurban tidak dilaksanakan di sekolah. Tahun 2024 ini, ibadah kurban dilaksanakan lagi di sekolah.

Iduladha 1445 hijriah atau tahun 2024 masehi ini, Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang menyembelih sebelas ekor hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban terdiri dari sembilan ekor kambing dan dua ekor sapi ini, dipusatkan di SD Islam De Green Camp Tanjungpinang, Jalan Merpati Kelurahan Batu IX, Tanjungpinang Timur, Selasa (18/6/2024) pagi.

“Sembilan kambing dan dua ekor sapi ini merupakan hewan kurban dari orang tua dan majelis guru Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang. Mulai dari TK, SD, SMP sampai dengan SMA,” sebut Widyas Asri Rupawanti SAP ketua panitia penyembelihan hewan kurban Iduladha 1445 hijriah Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang.

Herdiansyah Kepsek SD Islam De Green Camp Tanjungpinang bersama orang tua murid membersihkan kulit kambing hewan kurban. F- yen/suaraserumpun.com

Juru Sembelih Halal (Juleha)
Hadir dalam penyembelihan hewan kurban tersebut Kepsek SMP Islam De Green Camp Fajriah Laili SSi Gr, Kepsek SD De Green Camp Herdiansyah SPd, Ketua Panitia Kurban dari Komite Sekolah Widyas Asri Rupawanti SAP. Turut menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban tersebut puluhan orang tua murid, sejumlah pelajar, perwakilan dari OSIS, student council president (Scope), serta petugas Juleha.

Baca Juga :  Ungkapan Haru dari Anak Tanpa Orang Tua Usai Khitanan Massal, Heri: Terima Kasih Panglima

Penyembelihan seluruh hewan kurban ini dilakukan oleh Juru Sembelih Halal atau yang sering disebut dengan Juleha. Juru sembelih halal atau Juleha ini memiliki lisensi atau bersertifikasi.

Asri menerangkan, Juleha yang didatangkan pada proses penyembelihan hewan kurban ini berasal dari tempat pembelian hewan kurban tersebut. Dengan harapan, orang tua bersama pelajar dan majelis guru mendapat ilmu atau edukasi tentang proses penyembelihan hewan yang halal.

Beramai-ramai mengangkat hewan kurban di Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang. F- yen/suaraserumpun.com

“Untuk penyembelihan hewan kurban ini, enggak bisa sembarangan kan. Karena menyangkut ibadah. Tentu ada tata cara dan semua aspek yang menyangkut halal. Alangkah baiknya kita mendatangkan orang yang ahli atau Juleha dalam proses penyembelihan hewan kurban ini,” jelas Asri menjawab suaraserumpun.com di sela proses penyembelihan hewan kurban di SD Islam De Green Camp Tanjungpinang.

“Ya berkurban nyambi memberikan edukasi atau pendidikan kepada anak-anak kita. Terutama yang pelajar tingkat SMA di Sekolah Islam De Green Camp ini. Orang tua dan para guru juga dapat edukasi. Karena, kita penginnya tiap tahun diadakan kegiatan ibadan kurban di sekolah ini,” sambungnya.

Asri menyebutkan, daging hewan kurban dibagikan kepada shohibul qurban atau orang yang berhak menerimanya. Yaitu kepada orang yang berkurban, guru-guru, karyawan atau pegawai di lingkungan sekolah, orang yang mendukung sekolah seperti sopir angkot antar jemput anak sekolah, warga di sekitar sekolah.

Orangtua murid menyaksikan dan mendapat edukasi saat tim Juleha membersihkan hewan kurban di Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang. F- yen/suaraserumpun.com

Plastik Reusable/Biodegradable
Dalam pembagian daging hewan kurban, ternyata panitia kurban Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang ini tidak menggunakan kantong plastik biasa sebagai packing. Tetapi menggunakan plastik reusable atau plastik ramah lingkungan biodegradable. Jenis kantong plastik ini diproduksi dari bahan kulit jagung, yang mudah terurai.

Baca Juga :  Jalan Bukit Batu Menuju Sri Bintan dan Gunung Bintan Via Persawahan Parit Bugis Dibuka Lagi

“Bahan ini kita sediakan untuk meminimalisir sampah-sampah plastik. Karena kantong plastik dari bahan jagung ini mudah terurai atau bisa hancur,” jelas Asri.

Kepsek SMP Islam De Green Camp Fajriah Laili SSi Gr menyatakan, kegiatan ibadah penyembelihan hewan kurban Iduladha 1445 hijriah ini merupakan gabungan dari sekolah TK, SD, SMP dan SMA De Green Camp. Walaupun proses penyembelihannya dipusatkan di lingkungan SD Islam De Green Camp ini. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara sekolah dengan orangtua murid melalui Komite Sekolah.

“Alhamdulillah, tahun 2024 ini kami berkurban sembilan ekor kambing dan dua ekor sapi,” sebut Laili.

Para orang tua dan guru melakukan penimbangan daging hewan kurban dan packing dengan plastik biodegradable. F- yen/suaraserumpun.com

Dalam proses penyembelihan hewan kurban, kata Laili, dilaksanakan sesuai dengan syariat, dan sengaja didatangkan juru sembelih halal atau Juleha. Hal ini memberikan edukasi kepada murid dan orang tua. Justru itu, penyembelihan hewan kurban di Sekolah Islam De Green Camp ini melibat murid dari OSIS tingkat SMP dan SMA serta Scope dari tingkat SD.

“Para organisasi pelajar ini, dari divisi lingkungannya juga kami libatkan. Mereka belajar tentang syariat Islam dalam proses penyembelihan hewan kurban, serta edukasi lingkungannya. Seperti kantong plastik untuk packing daging, itu terbuat dari bahan jagung. Atau kantong plastik biodegradable,” terang Laili.

Fajriah Laili mengungkapkan, kantong plastik biasa memerlukan waktu yang lama hingga hancur atau terurai di tanah, bisa 10 sampai 20 tahun. Sedangkan plastik biodegradable dari bahan jagung untuk packing daging hewan kurban yang digunakan Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang ini, 6 sampai 12 bulan, insya Allah sudah terurai.

Baca Juga :  Peserta PKN BKPSDM Jawa Timur Meneliti Inovasi di Pemko Tanjungpinang

“Hal-hal seperti itu yang berikan edukasi kepada murid kami. Mereka datang ke sini, bisa menyaksikan langsung proses penyembelihan yang dilakukan Juleha hingga packing daging hewan kurban dengan kantong plastik biodegradable ini,” ucap Fajriah Laili kepada suaraserumpun.com.

Orang tua dan guru membersihkan kambing hewan kurban di Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang. F-yen/suaraserumpun.com

Selain edukasi tersebut, tambah Laili, para murid hadir pada saat penyembelihan hewan kurban, juga diberikan pendidikan dan bisa memaknai kisah Nabi Ibrahim AS terhadap anaknya Nabi Ismail AS. Penyembelihan hewan kurban ini adalah ketaatan Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala.

Kolaborasi Orang Tua dengan Sekolah
Herdiansyah SPd selaku Kepsek SD Islam De Green Camp Tanjungpinang mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi orangtua murid dengan pihak sekolah. Proses ibadah kurban ini dilaksanakan orangtua murid yang tergabung di Komite Sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk semua jenjang di Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang.

“Hewan kurban ini dibagikan kepada warga sekolah dan warga di sekitar sekolah. Ini kegiatan Komite Sekolah idealnya. Memang saat Covid-19 lalu, kegiatan rutin ini ditunda. Sekarang, kita laksanakan lagi,” kata Herdiansyah.

Herdiansyah Kepsek SD De Green Camp, Kepsek SMP Islam De Green Camp Fajriah Laili SSi Gr dan Widyas Asri Rupawanti SAP ketua panitia menyerahkan daging hewan kurban kepada guru Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang. F- yen/suaraserumpun.com

Herdiansyah berharap, semoga kegiatan ini rutin dilaksanakan. Karena, menjadi momen untuk saling bersinergi dan berinteraksi antara orang tua dengan guru sekolah maupun semua elemen di sekolah. Termasuk masyarakat di sekitar Sekolah Islam De Green Camp Tanjungpinang.

“Kegiatan ini semoga meningkatkan sinergi dan wujud kepedulian orang tua bersama pihak sekolah. Semoga kegiatan ini berlanjut dan dilaksanakan secara rutin lagi di tahun mendatang,” demikian Herdiansyah SPd Kepsek SD Islam De Green Camp Tanjungpinang. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *