banner 728x90
Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Putu Yudha Prawira menerangkan kronologi pengungkapan kasus dua pelaku menjual solar bersubsidi untuk nelayan kepada pemilik excavator, Rabu (12/6/2024). F- humas polda kepri

Warga Batam Menjual Solar Nelayan kepada Pemilik Excavator, Dua Pelaku Ditangkap

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Dua orang warga Batam menjual solar bersubsidi untuk nelayan kepada pemilik excavator. Dua pelaku penjual BBM bersubsidi tersebut ditangkap dan diproses hukum oleh Polda Kepri.

Kasus penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pemerintah jenis bio solar tersebut disampaikan Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Putu Yudha Prawira SIK MH pada konferensi pers, Rabu (12/6/2024). Hadir dalam kegiatan tersebut Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, Kasubdit 4 Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol Zamrul Aini SH SIK MH MBA, Kadis Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto, Ketua DPD Kepri Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Distrawadi, Ketua Kelompok Nelayan Pulau Nguan, dan Perwakilan Nelayan dari Pulau Pengapit.

Kombes Pol Putu Yudha Prawira SIK MH menerangkan, kronologi kejadian bermula pada, Kamis (16/5/2024) lalu, ketika tim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya kegiatan penjualan BBM Biosolar yang disubsidi pemerintah digunakan untuk kendaraan alat berat (excavator). BBM Bio Solar Bersubsidi tersebut diperoleh dari seseorang yang memiliki dokumen surat rekomendasi pembelian BBM Bio Solar Bersubsidi yang berasal dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Pulau Setokok, Kota Batam. Kegiatan tersebut telah dilakukan pengangkutan dan/atau penjualan secara berulang yang kemudian diniagakan kembali untuk mendapatkan keuntungan. Selanjutnya tim melakukan penyelidikan.

Baca Juga :  Apri Ragu-ragu untuk Memperbolehkan Salat Ied di Lapangan Terbuka

Jumat (17/5/2024) sekitar pukul 08.00 WIB, tim membuntuti satu unit mobil Mitsubishi L300 warna biru yang diduga mengangkut BBM jenis solar dari kegiatan pelangsiran SPBN Pulau Setokok, Kota Batam. Setelah mobil tersebut berhenti di lokasi Waduk Tembesi di Jalan Trans Barelang Kota Batam, tim mendatanginya. Mobil tersebut dikendarai oleh seorang sopir dan tidak memiliki tanda asal perusahaan.

“Ditemukan di dalam mobil terdapat 20 jerigen ukuran 30 liter. 15 jerigen berisi BBM jenis solar, dan 5 jerigen kosong. Tim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Kombes Pol Putu Yudha Prawira.

Pada hari yang sama, lanjutnya, tim berhasil mengamankan mobil Mitsubishi L300 warna biru yang dikendarai oleh R, yang digunakan untuk menyimpan dan mengangkut 20 jerigen berisi BBM jenis bio solar dan akan dijual untuk keperluan kendaraan alat berat. Didapatkan informasi bahwa BBM tersebut diperoleh dengan membeli dari nelayan di Pulau Setokok menggunakan surat rekomendasi milik nelayan Pulau Pengapit yang dikuasai oleh NL. Ditemukan bahwa NL memiliki lima dokumen surat rekomendasi yang diterbitkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Batam atas nama Arifin Ahmad, Maksum, Ramli, Andi Agus, dan Hasan dengan total kuota bulanan yang berbeda.

Baca Juga :  Andi Asrun: Apri Sujadi Harus Berani Blakblakan, Bongkar Semua Penerima Suap

Pembelian dan pengangkutan 1.333 liter bio solar dilakukan oleh R pada tanggal 16 Mei 2024, menggunakan surat rekomendasi tersebut, dengan pembayaran sebesar Rp 9.064.400. Bio solar diangkut menggunakan minibus Toyota warna putih untuk kegiatan pada hari tersebut.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, didapat bahwa Tim Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil amankan Barang bukti meliputi 420 liter BBM jenis bio solar, satu unit mobil Mitsubishi L300 warna biru, satu buku nota penjualan bio solar, satu STNK asli mobil Mitsubishi L300, satu fotokopi BPKB mobil Mitsubishi L300, satu handphone Redmi 9A warna biru, 20 jerigen, satu unit mobil Toyota Lite Ace warna putih, satu STNK asli mobil Toyota Lite Ace, satu lembar data penjualan bio solar bersubsidi di SPBN Setokok pada 16 Mei 2024, serta 25 bundel surat rekomendasi nelayan untuk pembelian/pengambilan bio solar.

Baca Juga :  Ansar Ahmad dan Huzrin Hood Beradu Pandang di Pembukaan Kejuaraan Silat Walet Puti Cup se-Kepri

“Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 40 Angka 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana mengubah Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar,” sebut Dirreskrimsus Polda Kepri.

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad SH MSi berpesan kepada masyarakat yang ingin mengadukan atau melihat peta kerawanan serta memerlukan bantuan kepolisian, dapat menghubungi Call Center polisi 110 atau unduh aplikasi Polri Super Apps di Googleplay/APP Store. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *