banner 728x90
Hafizha Rahmadhani membubuhkan tanda lima jari sebagai komitmen melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak. F- diskominfo bintan

Hafizha Rahmadhani Menyerukan Ayo Lawan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Ketua TP-PKK Bintan Hafizzha Rahmadhani menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat, ayo lawan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Seruan itu disampaikan Hafizha saat menghadiri Case Conference penanganan kasus kekerasan kepada anak (KTA), di Aula Kantor Kecamatan Bintan Timur, Selasa (11/6/2024).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Brerencana (DP3AP2KB) Bintan. Tujuannya guna menekan angka kekerasan terhadap anak di Bintan.

Kepala DP3AP2KB Bintan Aryati menyampaikan. kegiatan tersebut dilaksanakan karena dilatarbelakangi oleh meningkatnya kekerasan terhadap anak yang terjadi di Bintan beberapa waktu belakangan ini.

Baca Juga :  Ketua K3S Kampar Belajar tentang Program LKKS Kepri

Berdasarkan data Simponi dari Kementrian PPA pada tahun 2024 tercatat sudah terjadi 31 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi dengan korban sebanyak 36 jiwa. Maksud lain kegiatan tersebut dilaksanakan guna membangun kepedulian dan komitmen semua pihak dalam penanganan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta membangun kolaborasi yang kuat dengan masyarakat guna mengupayakan penurunan angka kekerasan yang terjadi.

Ketua TP-PKK Bintan Hafizha Rahmadhani menyampaikan, apabila berbicara tentang perempuan dan anak pastinya tidak luput dari tindak kekerasan dengan berbagai bentuk baik fisik maupun non fisik.

Baca Juga :  Satgas Covid-19, Tim Medis dan Tenaga Kesehatan Kepri Dapat Pujian

“Tanggung jawab dan peran kita semua yang harus sama-sama kita tingkatkan. Kita lawan, kita sepakat bahwa tidak ada tempat dan ruang sedikit pun untuk kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak,” ungkap Hafizha Rahmadhani.

Dirinya juga menyampaikan dari data yang ada untuk kasus kekerasan terhadap anak di Bintan pada tahun 2023 sebesar 39 persen. Namun pada tahun 2024 meningkat menjadi 50 persen, dimana pelaku didominasi oleh anak di bawah umur.

Kegiatan ini diikuti oleh 90 orang peserta yang terdiri dari OPD terkait, Forkompimcam Bintan Timur dan termasuk juga perwakilan dari beberapa Sekolah. Pesan yang diberikan, seluruh lapisan masyarakat baik orang tua ataupun guru harus mengemban tugas untuk menciptakan lingkungan yang baik dalam tumbuh kembang anak dan menerapkan pendidikan agama. Sehingga anak tersebut bisa terhindar dari kasus kekerasan seperti bullying yang dapat menimbulkan korban.

Baca Juga :  Gubernur Kepri dan Gubernur Riau Meraih Penghargaan Top BUMD Awards 2023

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembubuhan tanda lima jari bersama, sebagai komitmen bahwa Bintan serius dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *