banner 728x90
AP pelaku pencabulan ditangkap dan dibawa tim Satreskrim Polres Bintan dari Pelabuhan Telaga Punggur Batam menuju Mapolres Bintan menggunakan speed boat. F- humas polres bintan

Seorang ABG di Bintan Jadi Korban Pencabulan Akibat Medsos, Berikut Ini Modus Si Pelaku

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Seorang anak baru gede (ABG) menginjak usia 14 tahun di Kabupaten Bintan menjadi korban pencabulan, akibat pergaulan lewat media sosial. Berikut ini modus si pelaku yang melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Awalnya, orang tua ABG melapor ke Polres Bintan, bahwa anaknya berusia 14 tahun hilang sejak, Jumat (31/5/2024) lalu. Setelah menerima laporan tersebut, personel Satreskrim Polres Bintan melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan korban. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa korban berada di Kota Batam.

Kemudian Personil Satreskrim Polres Bintan dipimpin Kasat Reskrim Polres Bintan menuju Kota Batam, dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Barelang di Batam. Personel Satreskrim Polres Bintan bersama dengan Satreskrim Polresta Barelang berhasil menemukan korban si ABG sedang bersama seorang laki-laki berinisial AP (25) di kos-kosan kawasan Nagoya, Kota Batam, Kamis (6/6/2024). ABG ini diamankan. Si pelaku pun dibawa ke Polres Bintan.

Baca Juga :  Foto: Unjuk Rasa Ribuan Buruh Memadati Simpang Panbil Batam

“Iya benar, kami telah menemukan korban sekaligus mengamankan tersangkanya,” kata AKP Marganda Pandapotan SH Kasat Reskrim Polres Bintan, wewakili Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo SIK MM, Senin (10/6/2024).

Kasat Reskrim Polres Bintan mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan Satreskrim Polresta Barelang, dalam penanganan kasus tersebut.

“Anak (ABG) tersebut sudah seminggu dilaporkan pergi dari rumahnya, sejak Jumat (31/5/2024). Selanjutnya, kami melakukan penyelidikan. Akhirnya korban dan tersangka kami temukan di Batam,” terang AKP Marganda.

Kasat Reskrim Polres Bintan menerangkan, bahwa modus si pelaku yaitu memacari korban melalui media sosial (medsos). Tersangka membujuk dan merayu korban, dengan kata-kata akan dijadikan isteri. Sehingga korban terbujuk atas rayuan tersangka. Korban berangkat dari rumah tanpa diketahui orang tua maupun keluarganya, menuju Batam. Saat itu, tersangka sudah menunggu korban di Pelabuhan Telaga Punggur, Kota Batam.

Baca Juga :  Porprov 2022 Kepri, Kontingen Anambas Tiba di Bintan

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka AP mengakui telah melakukan beberapa kali perbuatan cabul terhadap korban, di rumah kos di Batam,” ujar Kasat Reskrim Polres Bintan.

Tersangka melanggar pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 76D Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 Tahun kurungan penjara.

Kasat Reskrim Polres Bintan mengimbau dan berpesan kepada orang tua agar selalu menjaga dan mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan sehari-hari. Terutama pergaulan lewat medsos.

“Peran orang tua yang utama dalam menjaga dan mengawasi anak-anaknya. Selain itu, perlu perhatian kita semua. Karena anak merupakan amanat undang-undang yang harus dilindungi,” demikian disampaikan AKP Marganda Kasat Reskrim Polres Bintan. (yen)

Baca Juga :  Jelang Porprov 2022 Riau, Atlet FPTI Kuansing Uji Coba di Kejurnas Panjat Tebing Kommapala Winnetou 2021

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *