banner 728x90
Mantan Kepala DPKAD Natuna ditahan di Rutan Tanjungpinang setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana hibah bantuan untuk LSM Forkot Natuna. F- humas polda kepri

Mantan Kepala DPKAD Natuna Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah LSM Forkot Natuna

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Tim Penyidik Subdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri menetapkan tersangka kasus korupsi penggunaan dana hibah dari APBD/P Kabupaten Natuna pada tahun anggaran 2011, 2012, dan 2013. Tersangka korupsi berinisial D ini adalah mantan Kepala BPKAD Kabupaten Natuna, pada tahun 2011, 2012, dan 2013.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Putu Yudha Prawira SIK MH melalui Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, Jumat (31/5/2024).

Kabidhumas Polda Kepri menyebutkan, Tim Penyidik telah memeriksa 42 orang saksi. Termasuk 13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Natuna, 4 Pengurus LSM Forkot Natuna, dan 25 pihak terkait lainnya. Selain itu, 3 ahli juga diperiksa. Yaitu Ahli Keuangan Daerah Kemendagri, Ahli Pidana, dan Ahli/Auditor BPKP.

Baca Juga :  BKN Award 2022, Pemprov Kepri Meraih 2 Kategori

“Untuk tersangka inisial D menyerahkan diri secara koperatif dan dijemput oleh Tim Penyidik Subdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri di Bandara,” kata Kombes PolZahwani Pandra Arsyad SH MSi saat memberikan keterangan pers.

Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad SH MSi menjelaskan, tersangka disangkakan melakukan korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,777 miliar lebih. Kerugian tersebut terjadi akibat penggunaan dana hibah dari APBD/P Kabupaten Natuna pada tahun 2011, 2012, dan 2013 yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya oleh LSM Forkot Natuna.

Dalam kasus korupsi penggunaan dana hibah dari APBD/P Kabupaten Natuna pada tahun 2011, 2012, dan 2013 sudah ditetapkan 2 orang tersangka berinisial WS dan inisial D. Tersangka inisial WS telah lebih dahulu P21 berkas ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang. DSan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti pada tanggal 14 November 2023 lalu. Sedangkan tersangka inisial D dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti, tanggal 23 April 2024 bulan lalu.

Baca Juga :  Polres Bintan Menyantuni 29 Lansia Penghuni Panti Jompo

Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan, termasuk dokumen laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah LSM Forkot Natuna. Surat keterangan terdaftar LSM Forkot Kabupaten Natuna tahun 2011. Dokumen pencairan dana hibah kepada LSM Forkot Kabupaten Natuna. Naskah Perjanjian Hibah Daerah atas pemberian dan hibah kepada LSM Forkot Kabupaten Natuna tahun 2011, 2012, dan 2013.

“Serta rekening koran Bank Mandiri atas nama Tersangka tahun 2012-2013 dan rekening koran Bank Mandiri atas nama Forum Kota Natuna tahun 2012-2013,” sebut Kabidhumas Polda Kepri.

Baca Juga :  Tjejep: Berdasarkan Fatwa MUI, Vaksinasi Tidak Membatalkan Puasa

Tersangka D dikenakan Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 ttg Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Pemeriksaan lebih lanjut terhadap tersangka akan dilakukan dan berkas perkara akan dilengkapi sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tutup Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad SH MSi Kabidhumas Polda Kepri. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *