banner 728x90
Amri Wakil Sekretaris KONI Kepri memberikan keterangan pers tentang atlet asal Kepri yang membela provinsi lain di PON Aceh-Sumut. F- istimewa

KONI: Tidak Ada Atlet Kepri yang Tak Diperhatikan

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri angkat bicara soal ‘cuitan’ seorang dari sejumlah atlet berstatus atlet provinsi lain, tentang perhatian daerah asalnya. KONI Kepri pun menegaskan, tidak ada atlet Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang tak diperhatikan.

Saat ini, seluruh atlet lolos babak kualifikasi PON sedang dipersiapkan mengikuti Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh-Sumut 2024, September mendatang.

Hal itu ditegaskan Amri Wakil Sekretaris Umum KONI Provinsi Kepulauan Riau, dalam keterangan resminya yang diterima redaksi suaraserumpun.com, Senin (27/5/2024). Pernyataan tersebut disampaikan Amri menanggapi cuitan salah seorang atlet berstatus provinsi lain yakni Papua, pada salah satu media online, kemarin.

“Tidak benar itu. Salah besar apa yang disampaikan atlet tersebut,” tegas Amri.

Amri menjelaskan, atlet menembak asal Kabupaten Bintan itu, saat ini berstatus atlet Provinsi Papua dan memperkuat Papua mengikuti PON XXI Aceh-Sumut 2024. Bahkan atlet tersebut telah tercatat memperkuat Papua sejak PON XX Papua tahun 2021 lalu.

“Begitupun mengikuti SEA Games memperkuat Merah Putih dan berprestasi, itu juga membawa nama Papua,” jelas Amri.

Amri menyebutkan, tidak hanya atlet menembak itu, masih ada beberapa atlet cabang olahraga lainnya asal daerah Kepri, yang berkiprah di luar Kepri dan berhasil bahkan berprestasi. Seperti atlet voli dan pemain futsal putri dari Kepri, yang berkiprah di provinsi lain.

“Itu adalah pilihan masing-masing mereka. Selagi untuk pengembangan diri, kemajuan dan karier serta prestasi mereka, kita tidak dapat menghalangi. Justru kita support, kalau memang yang dikejar jauh lebih baik untuk masa depan mereka. Terkadang mereka pindah dan membela provinsi lain karena faktor mendapatkan pekerjaan, menjalani pendidikan, berkeluarga hingga pindah domisili. Dan itu sah-sah saja,” kata Amri.

Baca Juga :  Penghujung Ramadan, Hafizha Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim Piatu

Tak ada yang tak bisa, semua terpulang kepada atlet bersangkutan. Jika memang ingin kembali ke Kepri dan membela daerah kelahiran, silahkan dan akan lebih baik. Tapi semua melalui mekanisme dan prosedur. Atlet harus mengundurkan diri dari provinsi asal yang dibelanya, paling lambat dua tahun sebelum PON.

“Dan ini yang perlu dipertegas kepada atlet bersangkutan, apakah ada keinginannya untuk membela Kepri. Kalau ada, jalani prosedur demikian. Sekembali dari PON Aceh-Sumut, ajukan pengunduran diri dari Papua. Dan hubungi Pengprov Perbakin Kepri selaku pengurus yang menaungi dan melakukan pembinaan. Kami yakinkan bisa. Tapi kenapa tidak dilakukan sebelum ini, dan masih memperkuat Papua di dua kali PON, itu perlu ditanyakan lagi ke atlet tersebut,” papar Amri.

Dijelaskan Amri lagi, jika sekembali atlet memperkuat Kontingen Merah Putih ke SEA Games, berstatus bebas dan tidak ada membela provinsi manapun, justru rugi bagi Kepri bila tidak memanggilnya pulang. Tapi ini kan tidak, secara pribadi atlet bersangkutan masih dapat mengembangkan diri, meraih prestasi sekalipun membawa nama Provinsi Papua.

“Jadi, kami dari KONI minta jangan munculkan hal ini sebagai polemik. Tidak ada atlet yang tidak diperhatikan. Yang ada itu, maukah atlet bersangkutan kembali ke daerah dan memperkuat provinsi ini untuk ke PON. Tapi kan saat ini dia berstatus atlet Papua dan masih turun di PON. Kalau betul-betul ada niatan untuk membela provinsi ini kedepan, sekembali dari PON Aceh – Sumut, sudah harus mundur dari Papua. Kita tunggu saja,” kata Amri.

Baca Juga :  Pemprov Kepri Meraih Penghargaan ITKP Terbaik Ke-II Secara Nasional

Keberangkatan Jauh Lebih Maksimal

Amri juga menjelaskan, keberangkatan Kontingen Kepri mengikuti PON kali ini jauh lebih serius dan mendapatkan perhatian banyak pihak. Bukti keseriusan dari Pemerintah Provinsi Kepri, anggaran persiapan dan keberangkatan PON dibantukan maksimal melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kepri. Bahkan penganggarannya diketahui dan mendapat dukungan dari DPRD Kepri.

“Keberangkatan PON kali ini menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Melalui Kemendagri, Pemprov diminta untuk menganggarkan. Dalam surat yang disampaikan Mendagri ke Gubernur, diminta Pemprov anggarkan. Dan beberapa kali Dispora, Inspektorat dan juga BKAD menanyakan kebutuhan kontingen jangan sampai ada yang terlewatkan, dengan besaran bantuan diberikan. Hal itu dilakukan guna memastikan Kepri dapat berangkat ke PON secara maksimal. Dan kondisi seperti ini, belum pernah terjadi di keberangkatan PON sebelum-sebelumnya,” kata Amri.

Begitupun dengan KONI Kepri, berterimakasih atas perhatian serius Pemprov melalui Dispora akan keberangkatan PON ini. Sehingga dalam menyiapkan atlet, tim dan kontingen, bantuan diberikan dapat maksimal disalurkan kepada atlet, pelatih dan cabang olahraga lolos PON. Kepri menyiapkan 107 atlet didampingi 40 pelatih dari 31 cabang olahraga.

Bantuan diberikan kepada atlet, pelatih dan cabang olahraga tersebut, dimulai dari Pemusatan Latihan Provinsi (mandiri), try out, pengadaan peralatan dan perlengkapan, Pemusatan Latihan Terpadu, hingga biaya kontribusi selama berada di Aceh dan Sumatera Utara serta biaya keberangkatan PON. Bahkan, untuk stimulus atlet dan pelatih memulai Pelatprov, juga diberikan bantuan dana apresiasi.

Keseriusan menyiapkan atlet dan pelatih, dalam persiapan keberangkatan PON ini juga, KONI Kepri melibatkan konsultan dari Universitas Negeri Padang, untuk mendampingi persiapan atlet dan pelatih menuju PON.

Baca Juga :  Hafizha Rahmadhani Kagum Menyaksikan HUT Gawe_Na Anak SMANSA Binut

“Kita berharap target yang diberikan pelatih dan cabang olahraga, dapat mereka penuhi. Dan KONI juga punya target 7 sampai 10 cabang olahraga dapat menyumbangkan medali emas nantinya, guna memperbaiki peringkat secara nasional,” harapan Usep RS, Ketua Umum KONI Kepri.

Perhatian lain yang diberikan, KONI Kepri dengan tidak melakukan pencoretan atlet yang telah lolos babak kualifikasi PON baik melalui Kejuaraan Nasional, Pra PON maupun Porwil Sumatera 2023 di Riau. Bahkan atlet dan cabang olahraga yang kebagian wildcard dari Pengurus Besar maupun Pengurus Pusat cabang olahraga, masih diakomodir.

“Kalau di provinsi lain, ada yang melakukan pencoretan atlet bagi cabang olahraga yang tidak ditargetkan. Karena yang diberangkatkan hanya yang dapat bersaing dan menyumbangkan medali. Sehingga tiket lolos PON yang diperoleh atlet dikembalikan. Tapi kita tidak lakukan itu. Dan ini mesti disyukuri atlet, pelatih, cabang olahraga dan masyarakat luas. Karena kami sangat mengapresiasi jerih payah atlet berjuang meloloskan diri ke PON melalui babak kualifikasi,” kata Usep.

Untuk itu lanjut Usep, apa yang telah direalisasikan Pemprov, Dispora dan didukung DPRD serta upaya telah dilakukan KONI ini, dapat hendaknya dipersiapkan maksimal oleh masing-masing atlet, pelatih, tim dan cabang olahraga.

“Bagi yang menargetkan medali hendaknya konsisten dengan apa yang disampaikan mereka ke KONI sebelumnya. Persiapkan atlet sedemikian rupa, serius berlatih dan melatih agar capaian hasil maksimal nantinya di PON. Apa yang ditargetkan KONI untuk mendulang medali emas sekaligus memperbaiki peringkat, untuk sama-sama dapat diwujudkan,” kata Usep. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *