banner 728x90
Jemaah calon haji (JCH) Embarkasi Batam Kloter 1 mendapat layanan one stop service dan living cost saat tiba di Batam, sebelum berangkat ke Tanah Suci. F- kemenag kepri

Tiba di Batam, JCH Menerima Living Cost Sebesar 750 Riyal

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Sebanyak 445 Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 1 Embarkasi Batam asal Tanjungpinang, Bintan, Batam, Lingga, Anambas dan Natuna, menerima layanan One Stop Service dari petugas embarkasi saat tiba di asrama di Kota Batam. Layanan ini meliputi cek kesehatan, penerimaan paspor dan tiket pesawat, living cost dan gelang identitas jemaah. Masing-masing jemaah calon haji menerima living cost sebesar 750 riyal atau setara Rp3,5 juta.

Untuk layanan kesehatan, petugas embarkasi dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Batam akan melakukan pemeriksaan tahap ketiga (akhir) bagi jemaah. Diantaranya verifikasi data kesehatan, tes kehamilan bagi wanita usia subur, dan edukasi kesehatan.

Baca Juga :  Kasus Korupsi di Desa Berakit, Penyidik Kejari Bintan Menyita 2 Bidang Tanah Aset Desa

“Kami berikan prioritas melalui jalur fast track (jalur cepat) untuk jemaah lansia dan berkebutuhan khusus agar mempercepat penerimaan jemaah sehingga tidak menguras tenaga mereka,” terang Ahmad Hidayat, Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Batam saat memberikan keterangan pers, Sabtu (11/5/2024).

Para jemaah diminta istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan minum air putih yang cukup.

“Kita mendengar di sana cuaca cukup panas tahun ini, jadi kami sarankan menjaga kondisi tubuh agar terhindar dari dehidrasi,” ujar Ahmad.

Baca Juga :  Foto Trikora Beach Glamping, Nikmati Tempat Berkemah Mewah dengan Harga Murah

Selain layanan kesehatan, dalam One Stop Service ini JCH juga menerima living cost sebesar 750 Riyal, atau sekitar Rp3,5 juta. Uang tersebut merupakan pengembalian dari uang setoran haji yang sudah dibayarkan sebelumnya.

“Uang pembekalan untuk jemaah haji diberikan dalam bentuk uang kertas 500 Riyal, 2 lembar 100 Riyal, dan 50 Riyal. Kami harap uang itu dimanfaatkan jemaah terutama untuk pembayaran Dam dan belanja kebutuhan pokok di Tanah Suci,” kata Kabid Pembekalan, Hamdanis.

Selain itu, jemaah juga dibekali gelang berbahan logam, yang wajib digunakan selama menjalankan ibadah haji. Kepala Seksi Gelang Identitas Andi Febriana menerangkan gelang tersebut bertuliskan identitas jemaah seperti asal embarkasi dan tahun keberangkatan, nomor kloter, nomor paspor, nama dan bendera Indonesia.

Baca Juga :  Iriana Jokowi Mengapresiasi Keunikan Kerajinan Khas Kepri

“Gelang ini harus selalu dipakai jemaah, untuk memudahkan petugas di Tanah Suci memberikan bantuan, baik itu tersesat, sakit, atau meninggal dunia,” ucap Andi. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *