banner 728x90
Bupati Bintan Roby Kurniawan melihat sumur penampungan air yang kering kerontang dengan puluhan pipa penyedot yang tak bersuara di Perumahan Tekojo, Kijang Kota, Bintan Timur, Minggu (29/10/2023). F- yen/suaraserumpun.com

Potret Krisis Air di Tekojo, Puluhan Pipa Penyedot Tak Bersuara, Bupati Bintan Geleng Kepala

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Keluhan warga Perumahan Tekojo dilanda krisis air bersih, sudah menahun. Pelbagai upaya mendapatkan air bersih harus ditempuh. Walaupun harus memasang puluhan pipa penyedot air beserta mesin dap (pompa) air di satu sumur yang kering kerontang. Bupati Bintan Roby Kurniawan pun geleng kepala (tidak mau) melihat potret krisis air di Perumahan Tekojo tersebut.

Kawasan perumahan Tekojo berada di RW013 Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur. Di perumahan tepi aliran sungai ini terdapat enam RT. Ada sekitar 450-an kepala keluarga (KK). Mulai dari RT001 sampai RT006, tidak semua rumah memiliki sumur sebagai sumber air bersih.

Selama ini, warga mengandalkan empat titik dari tiga lokasi sumber air baku di perumahan Tekojo tersebut. Sebagian ada yang menumpang dengan tetangga yang memiliki sumur. Sedangkan di wilayah RT005 dan RT006, warga tidak bisa membuat sumur. Karena air payau, dekat dengan laut. Sejak dilanda kemarau beberapa pekan lalu, warga pun mengeluh.

Sebagian keluarga tak mampu lagi membeli air seharga Rp65 ribu per ton atau per kubiknya. Sementara, pipa penyedot air dari sumur sumber air baku, tak bisa dioperasikan lagi. Dasar sumur mata air yang dimanfaatkan selama ini, hanya terlihat tanah berlumpur. Tak ada air yang bisa disedot ke rumah.

Baca Juga :  Hasil Festival Pembinaan Sepak Bola Usia Dini 2023 Fun Football Kijang

Minggu (29/10/2023) pagi, puluhan warga Perumahan Tekojo berkumpul sambil menunggu sesuatu. Dari puluhan kaum ibu yang menunggu itu, ada beberapa orang yang menyatakan belum mandi. Jangankan mandi, masak pun tak bisa. Karena air di rumahnya tak ada.

Wajah para ibu mulai semringah, tatkala mobil tangki air tiba. Awalnya satu unit. Berselang beberapa menit, tiba lagi mobil tangki lainnya. Tak terasa, enam unit mobil tangki sudah parkir di jalan lingkungan RT006/RW013 Perumahan Tekojo.

Bupati Bintan Roby Kurniawan yang ditunggu-tunggu pun tiba. Setelah bersilaturahmi dan menyampaikan beberapa hal penting, Bupati Bintan Roby Kurniawan mencurahkan air bersih ke dalam tong hingga ember-ember kecil di depan rumah warga.

“Alhamdulillah, sudah dapat air. Begini lah Pak Bupati kondisi kami, kalau lagi krisis air di perumahan kami. Mandi pun belum. Alhamdulillah, terima kasih banyak ya Pak Bupati,” ucap seorang ibu rumah tangga kepada Bupati Bintan Roby Kurniawan.

“Saya tahu kok, namanya Pak Roby Kurniawan, bupati kami,” ucapnya lagi.

Mobil tangki secara perlahan bergerak dan memberikan air bersih dari satu rumah ke rumah lainnya. Bupati Bintan Roby Kurniawan menyusuri pinggiran Perumahan Tekojo. Awalnya, Roby Kurniawan didampingi Kepala BPBD Bintan dan pejabat RW serta para RT setempat, melihat kolam penampungan air pertama.

Baca Juga :  KPU Bintan: Setelah Golkar Mendaftar, Sudah 266 Bacaleg yang Diajukan

Di lokasi penampungan ini, terlihat bahan material yang mengendap didasar kolam, bekas longsor. Bahan material itu menutupi dasar kolam yang tidak ada genangan air. Hanya ada satu mata air kecil yang menggelembung. Di pinggirnya, terdapat beberapa pipa penyedot air. Namun, pipa ini tak berfungsi. Debit air yang ada, tak memadai untuk disedot dan dialirkan ke rumah.

“Ini bekas proyek PUPR dulu. Kondisinya longsor, dan malah menutupi sumber air,” kata Suyadi Ketua RW setempat kepada Bupati Bintan.

Bupati Bintan Roby Kurniawan dan Kepala BPBD Bintan Ramlah melihat kedalaman sumur penampungan air bersih di kawasan Perumahan Tekojo, Kijang Kota, Bintan Timur yang kering kerontang. F- yen/suaraserumpun.com

Rombongan Bupati Bintan Roby Kurniawan pun beranjak dari kolam pertama, dan menuju ke lokasi penampungan air di kolam lainnya. Di lokasi penampungan air baku kedua ini, Bupati Bintan mengamati kondisi air baku yang tersisa. Meski ada sumber air baku, namun warnanya hijau seperti belumut. Beberapa pipa untuk menyedot air masih ada di kolam tersebut.

“Nah, ini kami saya bilang tadi. Warga tak berani menggunakan air di kolam ini, karena takut iritasi akibat adukan semen. Kolam ini merupakan proyek dari SPAM. Juga tidak berfungsi untuk menyediakan air bersih ke Perumahan Tekojo,” jelas warga kepada Bupati Bintan.

Baca Juga :  Konsep Pengajaran Islam Menurut K.H. Hasyim Asy’ari

Usai menelepon Kepala Dinas PUPR, Bupati Bintan Roby Kurniawan diajak ke lokasi satu sumur yang berada di samping kolam SPAM tersebut. Saat tiba di sumur penampungan air yang satu ini, mata Bupati Bintan melotot.

Sumur penampungan air ini berdiameter lebih dari 7 meter. Dalamnya tak kurang dari 10 meter. Di tepi dinding sumur penampungan air ini bersusun puluhan pipa beserta mesin dap atau mesin pompa air. Pipa ini sebagai penyedot air bagi warga Perumahan Tekojo. Namun, sumur yang dalam dan luas ini kering kerontang. Puluhan pipa penyedot yang ada di sumur itu tak bersuara, sebagai tanda tak berfungsi untuk mengalirkan air ke rumah warga.

“Waduh, begini ya potret krisis air di Perumahan Tekojo pada musim kemarau. Pipa penyedotnya banyak, tapi tak ada suara. Air yang mau disedot pun tak ada,” tutur Roby Kurniawan sambil geleng kepala saat meninggalkan sumur tersebut.

Bupati Bintan Roby Kurniawan meninggalkan sumur penampungan air yang kering kerontang dengan puluhan pipa penyedot yang tak bersuara sebagai tanda tak beroperasi di Perumahan Tekojo. F- yen/suaraserumpun.com

“Segera kita cari solusinya, dan minta PDAM untuk menyambungkan jaringan air bersih ke Perumahan Tekojo, Kelurahan Kijang Kota, Bintan Timur ini. Nanti, kita surati juga Pak Gubernur Kepri,” sambung Bupati Bintan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *