Beranda All News Kapolres Bintan Gerah Disebut Ada Dana Mengondisikan Oknum Wartawan dan Polisi di...

Kapolres Bintan Gerah Disebut Ada Dana Mengondisikan Oknum Wartawan dan Polisi di Kasus Limbah B3

0
Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo SIK MM. F- humas polres bintan

Bintan, suaraserumpun.com – Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo SIK MM merasa gerah, ketika disebut ada dana mengondisikan oknum wartawan dan oknum polisi, di balik kasus penanganan pembuangan limbah B3 di Tanjunguban. Kapolres Bintan pun meminta Propam untuk mengusut kebenaran Juliansyah mengondisikan wartawan dan oknum polisi tersebut.

Penyelidikan kasus pembuangan limbah diduga Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) yang dilakukan Satreskrim Polres Bintan, terus berlanjut. Dalam mengungkap tersangka dalam kasus itu, muncul banyak rumor miring di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Jumat Pagi Ini, Plt Bupati Bintan Melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Satu di antaranya, beredar kabar ada dana untuk mengondisikan oknum-oknum wartawan serta oknum di kepolisian, dalam ‘menyelesaikan’ kasus tersebut. Sang Kapolres pun langsung memerintahkan kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polres Bintan untuk melakukan penyelidikan internal.

“Saya sudah perintahkan Kasi Propam untuk lidik (penyelidikan). Jika terbukti benar akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas AKBP Riky Iswoyo, Kamis (13/4/2023).

Kapolres Bintan menerangkan, dalam penyelidikan kasus pembuangan limbah diduga B3, masih tetap pada jalurnya. Saat ini penyelidikan kasus untuk mengungkap tersangka masih dilakukan penyidik. Riky menyampaikan, penyelidikan kasusnya dilakukan secara profesional oleh anggotanya untuk mengungkap secara terang perkara tersebut.

Baca Juga :  Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Tinjau Budi Daya Ikan Napoleon di Natuna

“Semua butuh proses dan waktu karena kasus ini bukan pidana umum. Tapi saya pastikan on the track,” tegas Riky.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Bintan mengamankan seorang sopir truk tangki berinisial YK (36) terkait pembuangan limbah B3 di daerah jalan pintas Tanjunguban Selatan menuju Tanjung Permai, Kecamatan Seri Kuala Lobam, 31 Maret 2023 lalu.

Selain sopir, polisi juga mengamankan truk tangki kapasitas 5 ton. Namun, sampai saat ini kepolisian belum menetapkan tersangka dalam perkara itu.

Dari pemeriksaan, YK mengaku disuruh seseorang berinisial J untuk membuang limbah cair tersebut. Sekali membuang, YK menggunakan truk tangki kapasitas 5 ton dengan upah Rp300 ribu per trip. (yen)

Baca Juga :  Pelaku Penyeludupan PMI Ilegal Mendapat Rp6 Juta dari Setiap Korban

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here