banner 728x90
Kaum ibu rumah tangga mendatangi gerai sedekah dan infak pangan di Perumahan Taman Harapan Indah, Tanjungpinang, Sabtu (4/2/2023). F- yen/suaraserumpun.com

Mengintip Sedekah dan Infak di Gerai Pangan Perumahan Taman Harapan Indah

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Ini merupakan hal pertama di Kepri, ada sedekah dan infak pangan. Mari kita intip seperti apa sedekah dan infak di gerai pangan kawasan Perumahan Taman Harapan Indah, Tanjungpinang Timur ini.

Sinar matahari belum terik, Sabtu (4/2/2023). Warga Perumahan Taman Harapan Indah, Tanjungpinang Timur, ramai ramai keluar rumah. Anak-anak hingga Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah hadir di perumahan yang strategis terletak di pusat perdagangan Tanjungpinang Bintan Centre.

Pagi yang cerah itu diiwarnai dengan aksi kemanusian. Diawali dengan senam bersama yang dihari warga dari ketiga RT.

Adalah ketua Surau Nurul Huda Andrinal dan pihak RT1 Irwanto dan ketua RT2 Eko bersama dengan warga lainnya membuat gerai sedekah pangan.

Nantinya di gerai itu digantung pelbagai jenis makanan. Siapa saja bisa mengambil makanan di sana, untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi warga yang kesusahan makan makanan bergizi.

Di papan seukuran dua meter atau seukuran papan tulis di sekolah itu siapa saja bisa mengambil. Tidak harus warga Taman Harapan Indah yang terdiri dari tiga RT.

Baca Juga :  Penumpang Arus Balik Diminta Waspada di Pelabuhan ASDP Tanjunguban

Dan yang paling penting, kata Andrinal, mengajak pihak yang mampu secara ekonomi untuk berinfak di gerai pangan. Setidaknya menjadi penyangga keperluan warga yang benar- benar memerlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Siapa saja bisa berinfak. Mulai dari dua bungkus indomie hingga sebatang serai. Kalau mau menyumbang beras juga lebih baik. Karena beras beras nanti akan dipajang per kantong di gerai pangan.

Warga tak perlu malu-malu untuk mengambil. Karena semua akan disiapkan sesuai dengan pendapatan jumlah infak yang masuk.

Ketahanan pangan sebenarnya juga sudah dibuat di Surau Nurul Huda saat musim covid-19 tahun 2020. Ketahanan pangan dipindahkan ke tempat yang strategis supaya mudah didapat oleh khalayak umum. Tentu juga warga Taman Harapan Indah yang memerlukan.

Kemiskinan
Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau menduduki peringkat kedua dengan prosentase kemiskinan mencapai 9,85 persen di tahun 2021. Sementara kemiskinan nasional 9,54 persen dan Provinsi Kepulauan Riau di prosentase 6,24 persen.

Baca Juga :  Hasil Liga Champions, Porto VS Juventus (2-1), Ronaldo Mengamuk

Untuk menurunkan angka kemiskinan di pusat pemerintahan Kepulauan Riau yang berada di atas kemiskinan nasional memerlukan strategi yang tepat.

Kemiskinan merupakan situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena dikehendaki oleh orang miskin tersebut, melainkan karena tidak bisa dihindari dengan kekuatan yang dimilikinya (Soegijoko, 1997).

Garis kemiskinan di Tanjungpinang ditetapkan Rp718 ribu di tahun 2021. Jadi Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Ada beberapa cara menurut teori dapat mengurangi kemiskinan. Pertama, penyediaan kebutuhan pokok. Kedua, pengembangan sistem jaminan sosial. Dan ketiga, pengembangan budaya usaha.

Dan warga Taman Harapan Indah menginisiasi upaya mengurangi kemiskinan dengan membantu penyediaan makanan pokok secara gratis. Inilah usaha gotong-royong membantu sesama manusia.

Jika semua perumahan di Tanjungpinang dan seluruh masjid melakukan program yang sama, maka bukan tidak mungkin angka kemiskinan di pusat ibukota berkurang hingga 5 persen.

Dan tentu itu tergantung dari pemerintah dan warga kota. Apakah mementingkan kehidupan individu saja atau bergotong royong, menyisihkan sebagian kecil rezeki untuk membantu sesama.

Baca Juga :  Bukit Bestari Kalah, Tanjungpinang Timur Memuncaki Klasemen Sementara GSI Kota Tanjungpinang

Rasulullah sudah mengingat lebih dari 1.400 tahun yang lalu soal berbagi dengan tetangga dalam hadis sahih.

Dari Abu Dzarr radhiallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah bersabda, “Jika engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan perhatikanlah tetangga-tetanggamu” (HR. Muslim).

Tinggal kita mau atau tidak melakukannya sesuai dengan contoh yang dilakukan Nabi Muhammad. Bahkan konsep negara kesejahteraan warfare state adalah bagaimana kita menjadi penduduk yang makmur.

Jika kita memulai dari hal hal kecil di lingkungan perumahan dan kampung kampung, setidaknya kita meringankan beban saudara kita yang hari ini masih dalam kondisi kekurangan. Dan itu adalah tugas kita semua. Bukan hanya tugas pemerintah.

“Ide kreatif semacam ini sangat baik sekali. Semoga daerah lain dapat meniru untuk membantu warga yang lain,” kata Endang Abdullah yang hadir meresmikan gerai pangan didampingi Lurah Air Raja Sudarman tersebut. (yen)

Editor: Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *