Beranda All News Alek Anak Rantau Gelar Festival Layang-layang Tradisional Minangkabau

Alek Anak Rantau Gelar Festival Layang-layang Tradisional Minangkabau

0
Peserta festival layang-layang tradisional Minangkabau bertanding di babak final di lapangan Dompak, Tanjungpinang, Minggu (8/1/2023). F- dok/suaraserumpun.com

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Alek Anak Rantau komunitas pecinta layang-layang di Tanjungpinang menggelar lagi festival layang-layang tradisional minangkabau. Kegiatan selama beberapa pekan tersebut telah selesai di lapangan RW 01 Kelurahan Dompak, Tanjungpinang, Minggu (8/1/2023) petang.

Festival akbar layang-layang tradisional minangkabau kali ini memperebutkan dua gelar kategori. Ukuran layang-layang 120 sentimeter dan kategori 90 sentimeter. Pemenang diberikan hadiah berupa piala serta dana pembinaan. Setiap peserta yang dominasi para pria dewasa ini harus mengikuti tahapan dan proses lomba mulai dari babak penyisihan hingga babak final.

Baca Juga :  Boleh Enggak Sih Pakai Mobil Dinas untuk Mudik? Ini Penjelasan KPK dan MenPAN-RB

Dalam festival layang-layang ini, penentuan pemenang dinilai berdasarkan durasi dan posisi ketinggian layang-layang. Selama perlombaan ini, banyak juga layangan peserta yang putus akibat benang yang saling bergesekan satu sama lain kuatnya tiupan angin saat perlombaan.

Ketua pelaksana festival layang-layang tradisional minangkabau, Ronny Piliang merasa bersyukur, kegiatan berjalan sukses dan lancar.

“Terima kasih kepada para peserta festival serta panitia dan tim juri yang terlibat dalam pelaksanaan lomba. Sehingga festival ini dapat terlaksana dengan sukses dan lancar,” kata Ronny Piliang.

Baca Juga :  Dewi Kumalasari Buat MoU dengan Mediheryanto, Empat Daerah Jadi Sasaran Penuntasan Stunting di Kepri

Pada babak final ini dihadiri Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang Hendra jaya, Ketua Persatuan Perantau Minang Kepri (PPMK) Arjon Efendi dan Kabid olahraga Dispora Tanjungpinang Zamanes.

“Apapun bentuk seni budaya kita yang positif, tak ada salahnya untuk dikembangkan dan dilestarikan di perantauan,” kata Hendra Jaya. (yen)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here