Beranda All News Pasokan Telur Masih Kurang, Ansar: Kalau Impor Lele, Bisa Saja Disetop dari...

Pasokan Telur Masih Kurang, Ansar: Kalau Impor Lele, Bisa Saja Disetop dari Malaysia

0
Ansar Ahmad Gubernur Kepulauan Riau memberikan keterangan tentang pasokan telur ke Kepri, dan impor lele dari Malaysia. F- yen/suaraserumpun.com

Bintan, suaraserumpun.com – Pasokan telur untuk memenuhi permintaan pasar di Kepulauan Riau (Kepri) ternyata masih kurang. Sedangkan produksi ikan lele di Kepri, sudah hampir memenuhi permintaan pasar. Namun, impor ikan lele dari Malaysia tetap dibuka oleh pemerintah. Begini rencana Gubernur Kepri H Ansar Ahmad.

Menurut Ansar Ahmad Gubernur Kepri, untuk pasokan telur ke Kepri, tinggal bicara dengan pengusaha peternak. Karena, kebutuhan telur masih belum cukup, di Kepri.

“Kita masih butuhkan pasokan telur. Ini perlu dibicarakan dengan pengusaha, untuk mengendalikan harga di pasaran,” ujar Ansar Ahmad, baru-baru ini.

Baca Juga :  Heboh, Bupati Bintan Hilang Usai Dilantik Gubernur, Nongol di Makam Ibu

Ansar Ahmad menyampaikan, Bintan punya dukungan penting untuk pasongan bahan pangan ke Batam, dan Tanjungpinang. Selain dukungan dari Kundur (Karimun) dalam memproduksi hasil pertanian. Terutama produksi hortikultura. Kondisi ini perlu dikontrol terus, dan jangan terjadi kelangkaan. Karena, kelangkaan bahan pangan itu yang menyebabkan kenaikan harga, dan terjadinya inflasi. Termasuk pengawasan jalur distribusi atau transportasi bahan pangan itu.

“Ini tugas Disperindag provinsi dan kabupaten/kota. Harga juga dijaga. Jangan petani jadi eksploitasi produksi dari pengusaha atau pedagang. Sementara, harga tidak diberikan yang layak kepada petani. Petani harus hidup lebih baik, dan lebih merdeka,” tutur Ansar Ahmad.

Baca Juga :  Kejari Bintan Mencanangkan Kampung Restorative Justice

Untuk lele, sebut Ansar Ahmad, dinas pertanian, disperindag dan dinas perikanan provinsi dan kabupaten/kota, diminta untuk mendata, berapa produksi dan jumlah pelaku usaha budi daya di Kepri. Produksi dan kebutuhan harus dihitung betul-betul.

“Ke depan, saat pelaku usaha perikanan lele panen, kita minta pasokan lele dari Malaysia dihentikan, disetop. Tapi, produksi lele harus kontinyu. Sehingga, harga dan ketersediaan lele tetap stabil. dengan kekuatan kita sendiri, kita proteksi dan eksis sebagai swasembada. Jaminan produksi harus ada, untuk memenuhi permintaan pasar,” ujar Gubernur Kepri.

Baca Juga :  Begini Arahan Mendagri Soal Penanggulangan Covid-19 Selama Nataru

“Jangan nanti, ketika kran impor lele dari Malaysia disetop, produksi di Kepri malah terbatas, dan tak mampu memenuhi permintaan pasar, harga jadi naik. Sehingga, terjadi inflasi lagi. Lele jadi penyebab inflasi. Karena, lele ini kan diperlukan semua pedagang-pedagang. Lebih baik kita produksi sendiri. Pak Menteri sudah bilang sama saya, kalau produksi lele di Kepri sudah bisa memenuhi permintaan pasar, saya akan setop impor lele dari Malaysia,” ungkap Ansar Ahmad. (yen)

Editor: Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here