banner 728x90
Hasan SSos Kepala Diskominfo Kepri membuka kegiatan sosialisasi peraturan penggunaan spektrum frekuensi radio. F- diskominfo kepri

Kadis Kominfo Kepri: Awasi Pelanggaran Penggunaan Frekuensi Radio

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Kepala dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau Hasan SSos mewakili Gubernur Kepri membuka Sosialisasi Peraturan Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio di Ballroom Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (9/11/2022). Hasan berpesan, awasi pelanggaran penggunaan frekuensi radio.

Kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI kali ini mengedepankab materi sosialisasi atas berlakunya UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja dan aturan turunannya, yakni PP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan PP Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telokomunikasi, dan Penyiaran.

Baca Juga :  Dewi Kumalasari Minta Pilar Sosial Waspada, Siaga, dan Sigap Hadapi Bencana

Kepala Dinas Informasi dan Informatika Hasan SSos dalam sambutanya mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, sebagai upaya mewujudkan penggunaan frekuensi radio yang tertib, efektif, dan aman.

“Terlebih saat ini, pelayanan perizinan penggunaan spektrum frekuensi radio telah dilakukan secara online,” ujar Hasan.

Hasan menekankan, data spektrum frekuensi radio berfungsi sebagai sumber data dan masukan dalam penataan band frekuensi baru. Oleh sebab itu penataan frekuensi harus tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku sesuai arahan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo.

Baca Juga :  Keinginan Guardiola Tak Terkabul, Liverpool dan Manc City Jaga Asa Juara Liga Inggris

“Harus terus-menerus diawasi, bahkan setelah izin diterbitkan dan frekuensi digunakan, maka pengawasan tetap harus ketat. Kemudian kebijakan pelaksanaan monitoring (pengawasan) dan penindakan perlu dimaksimalkan terhadap pelanggaran penggunaan frekuensi radio dan perangkat telekomunikas. Awasi hal itu,” ucap Hasan.

Hasan mengajak semua peserta sosialisasi, untuk bijak dalam menggunakan frekuensi radio, guna mewujudkan tertib berkomunikasi dengan memiliki izin station radio yang legal, sesuai dengan aturan yang ada.

Kepala Balai Monitoring (Balmon) Batam Muhammad Ma’ruf menjelaskan tujuan utama dari sosialisasi adalah sebagai upaya mencegah penggunaan spektrum frekuensi radio secara illegal, serta memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang penggunaan spektrum frekuensi radio di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Tanjungpinang.

Baca Juga :  Menelusuri Kampung Wisata di Sungai Manau, Ada Air Terjun Datuk Suhut nan Alami

Materi sosialisasi diawali oleh narasumber Muhammad Ma’ruf yang menyuguhkan materi tentang Profil dan Tugas Fungsi Balmon kelas IIA Batam. Dirinya menambahkan semua lembaga penyiaran perlu mengetahui peraturan perundang-undangan di bidang telekomunikasi khususnya penggunaan frekuensi radio dan standarisasi alat perangkat telekomunikasi.

“Karena jika sembarangan menggunakan frekuesi radio akan menimbulkan gangguan. Sehingga komunikasi tidak lancar,” ujar Ma’ruf. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *