banner 728x90
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono bersama Sekdaprov Kepri Adi Prihantara berdialog dengan nelayan Madong, Tanjungpinang, Kepri, Selasa (18/10/2022). F- diskominfo kepri

Menteri KKP Kunker ke Kepri, Misinya buat Publik Dunia

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau. Misinya, ingin menyampaikan ke publik dunia, apa yang telah dilakukan bangsa Indonesia untuk menjaga laut.

Menteri Trenggono hadir di Kepri sempena Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) yang dimulai tahun 2022 ini dimana satu bulan dalam satu tahun nelayan diminta untuk tidak mengambil ikan melainkan mengambil dan mengumpulkan sampah. Untuk kemudian sampah akan dibayar sesuai harga ikan terendah.

“Gernas BCL ini merupakan implementasi salah satu dari lima desain program ekonomi biru oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Trenggono di Kampung Madong, Tanjungpinang, Selasa (18/10/2022).

Kampung Madong di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri sebagai salah satu dari 14 lokasi pelaksanaan Gernas BCL di seluruh Indonesia mulai 1 sampai dengan 31 Oktober 2022.

Baca Juga :  ASN Pemprov Kepri Apel Perdana Usai Lebaran Idulfitri, Sekaligus Peringatan Hari Otda

Menteri Trenggono memaparkan selain pengelolaan sampah laut melalui Gernas BCL, program Ekonomi Biru yang digesa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) antara lain perluasan kawasan konservasi tertutup.

Menurut Menteri Trenggono, Indonesia dibagi menjadi 6 zona dimana Kepri masuk zona 1 sampai ke Laut Natuna. Di setiap zona tersebut didesain 1 kawasan yang tidak boleh diganggu, tidak boleh dilintasi kapal, hingga tidak boleh dilakukan penangkapan ikan, disebut konservasi tertutup.

“Efeknya dari 1 zona akan mampu memproduksi oksigen, menyerap karbon, serta menjadi tempat pemijahan ikan,” ungkapnya.

Kemudian program ekonomi biru berikutnya yang dipaparkan Menteri Trenggono adalah penangkapan ikan secara terukur. Menurutnya penangkapan ikan yang tidak diregulasi dengan baik mengakibatkan habisnya biota laut.

Lalu program berikutnya pengembangan budidaya yang menjadi harapan Menteri Trenggono ke depan Indonesia harus memiliki komoditi unggulan sebagai hasilnya. Dan terakhir program pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Baca Juga :  Sekretaris LAM Bintan Mengadukan Soal Buaya kepada Kapolres Bintan Saat Jumat Curhat

“Pesisir harus dijaga karena menurut teori 2 mil dari pesisir adalah eksosistem utama dalam penyerapan karbon. Disitu ada mangrove, lumpur tumbuh tenggalam, padang lamun dan terkoneksi pada terumbu karang,” kata Menteri Trenggono.

Terakhir Menteri Trenggono berharap dari kelima program ini benar-benar bisa disosialisasikan dan diimplementasikan di Kepri. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji.

“Tahun depan jika saya ke sini lagi, maka harapanya sudah ada satu komoditi unggulan dari Kepri,” tutupnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Adi Prihantara yang mewakili Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Kementerian KKP atas pengimplementasian program Ekonomi Biru di Kepri.

Baca Juga :  Kumpulan Berita Jumat Curhat di Polres Bintan Hari Ini

“Mudah-mudahan semangat kehidupan maritim di provinsi ini menyejahterakan masyarakat dari laut dapat terwujud,” harapnya.

Acara juga disejalankan dengan safety briefing Pengembangan Kampung Ikan Madong dan Sei Nyirih sebagai Kawasan Ekoeduwisata, restocking ikan, Penyerahan 200 Paket Perbekalan Nelayan Melaut dan Penyerahan 2500 Benih Ikan kakap putih. Menteri Trenggono juga menyempatkan ikut bersama nelayan dalam Aksi Bersih Laut sempena BCL.

Turut hadir dalam kesempatan itu Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Victor Gustaaf Manoppo, Dirjen PSDKP Laksda TNI Adin Nurawaludin, Anggota DPD RI Haripinto Tanuwidjaja, Sekjen Kemenhan Marsda TNI Donny Ermawan Taufanto, Jajaran Forkopimda Kepri, Walikota Tanjungpinang Hj Rahma dan jajaran, serta para akademisi. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *