banner 728x90
Pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau menggelar aksi bersih di kawasan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang, pada peringatan World Tourism Day atau Hari Pariwisata Sedunia, Selasa (27/9/2022).F-Istimewa

World Tourism Day, Dispar Kepri Gelar Aksi Bersih di Kawasan Taman Gurindam

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau menggelar aksi bersih di kawasan Taman Gurindam Kota Tanjungpinang, pada peringatan World Tourism Day atau Hari Pariwisata Sedunia, Selasa (27/9/2022). Aksi bersih sampah ini untuk mewujudkan kawasan pariwisata yang bersih dan indah di ibu kota Provinsi Kepri.

Plt Kadis Pariwisata Provinsi Kepri Luki Zaiman Prawira mengatakan, Hari Pariwisata Sedunia ini menjadi momen penting bagi kebangkitan pariwisata dibelahan dunia, setelah pandemi melanda.

“Ini menjadi momen bagi kita semua khususnya di Kepri dengan adanya sempena ini pariwisata kita diharapkan mampu bangkit kembali seperti dahulu,” kata Luki.

Baca Juga :  Tahun Baru Islam 1445 Hijriah, Polres Bintan Mengawal Semarak Pawai Obor

Luki menambahkan, kegiatan tersebut juga disejalankan dengan aksi bersih bersih di sekitaran taman gurindam sebagai bagian dari ikon pariwisata Kota Tanjungpinang.

“Taman Gurindam ini adalah ikon pariwisata Kota Tanjungpinang, sebagai ibu kota Provinsi Kepri. Kalau tamannya kotor dan tidak bersih, bagaimana wisatawan lokal maupun mancanegara mau datang. Melihat saja enggan,” ujar Luki.

Selain itu, Luki juga meminta kepada para pedagang dan juga pengunjung untuk sama-sama menjaga lingkungan di taman tersebut, mesti dirawat dan dijaga kebersihannya.

Baca Juga :  Ini Cara Kasat Lantas Polres Bintan Menyosialisasikan Operasi Zebra Seligi

“Tempat ini milik kita bersama, mari kita jaga bersama kebersihannya,” ajaknya.

Ketua DPD Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kepri Mulyadi Tan yang hadir dalam kegiatan itupun juga mengimbau kepada masyarakat dan para pedagang setempat, agar tetap menjaga keindahan taman.

“Mari kita sama sama menjaga ikon pariwisata Kota Gurindam ini, sebab kalau dibiarkan tentu bisa membuat citra buruk bagi daerah, dan pariwisata di daerah kita,” tutupnya. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *