Beranda All News Fisik Drop, Ramadhan Sananta Bermain 15 Menit Saat Indonesia Mengalahkan Curacao

Fisik Drop, Ramadhan Sananta Bermain 15 Menit Saat Indonesia Mengalahkan Curacao

0
Debut Muhammad Ramadhan Sananta bersama Timnas Indonesia vs Curacao di Stadion GBLA, Bandung, Sabtu (24/9/2022). F- Istimewa/[email protected]

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pertandingan persahabatan leg pertama Timnas Indonesia versus Curacao meraih hasil positif, Sabtu (24/92/2022) malam. Di laga ini, Muhammad Ramadhan Sananta striker muda PSM Makassar asal Lingg, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendapat kesempatan bermain 15, akibat fisik drop (turun) setelah cedera ringan. Berikut catatan penampilan para pemain Timnas Indonesia, sebelum menjalani leg kedua melawan Curacao.

Laga uji coba Timnas Indonesia melawan Curacao di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (24/9/2022), berjalan seru. Perbedaan besar kedua tim di ranking FIFA tampaknya tak memberikan pengaruh.

Timnas Indonesia yang berada di posisi ke-155 dalam ranking FIFA menjamu Curacao yang memiliki ranking 84. Satu hal yang menarik, jalannya pertandingan berjalan cukup berimbang.

Jual beli serangan dan saling berbalas gol terjadi sejak babak pertama. Curacao mencetak gol lebih dulu lewat Rangelo Mario. Gol ini tergolong cepat karena datang pada menit ketujuh.

Namun, mentalitas pemain Timnas Indonesia tidak merosot. Marc Klok memastikan Tim Garuda menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-19.

Kapten Timnas Indonesia, Fachruddin Aryanto, membuat timnya berbalik unggul lewat tandukan pada menit ke-23. Namun, Curacao kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dalam dua menit saja.

Gol kemenangan Timnas Indonesia lahir pada menit ke-65 lewat Dimas Drajad. Namun, tak ada gol tambahan lagi pada babak kedua karena tensi permainan pun menurun. Berikut catatan dan peran sejumlah pemain Timnas saat mengalahkan Curacao di GBLA, Sabtu (24/9/2022) malam.

Baca Juga :  Menuju Pemilu 2024, DPC Demokrat Bintan Tampung Aspirasi Masyarakat Toapaya

Nadeo Argawinata si penjaga gawang dalam pertandingan ini, kemasukan dua gol. Namun, dua gol itu memang bola sulit dan bukan kesalahannya. Uniknya, Nadeo hanya melakukan satu save dalam laga ini. Artinya banyak serangan Curacao yang tidak menemui sasaran.

Di lini belakang, Fachruddin Ariyanto saat bertahan dia beberapa kali dibuat keteteran oleh pemain Curacao. Namun, Fachruddin memperbaikinya pada babak kedua. Dalam laga ini, kapten Timnas Indonesia ini juga mencetak gol pada menit ke-23 lewat tandukan.

Rachmat Irianto, bermain di dua posisi dalam laga ini. Pertama jadi bek tengah. Sedangkan pengujung babak kedua menjadi gelandang bertahan. Dua posisi itu dijalani dengan baik. Bahkan dua kali dia punya pelung di depan gawang. Sayang, eksekusi Rian tidak sempurna.

Elkan Baggott, pada awal laga dia beberapa kali mendapat tekanan. Perlahan, Baggott berhasil menetralkan daerahnya. Apalagi secara postur, dia masih lebih tinggi. Dia juga tampil tenang seperti biasanya meski lawan yang dihadapi punya kualitas lebih bagus.

Untuk lini tengah, Yakob Sayuri diturunkan sebagai sayap kanan, pemain PSM Makassar ini tampil lumayan baik. Hanya saja akurasi umpannya masih sering meleset.

Duel Marc Klok pemain naturalisasi Timnas Indonesia dengan pemain Curacao pada pertandingan persahabatan FIFA Match, Sabtu (24/9/2022). F- Istimewa/[email protected]

Marc Klok, bisa dibilang dia pemain kunci dalam pertandingan ini. Berani bertarung di lini tengah sekaligus mengalirkan bola ke depan. Dia memperlihatkan ketenangannya mengawal lini tengah. Klok tidak lagi sering mengirimkan umpan panjang. Dia mencetak gol pertama Timnas Indonesia pada menit 19.

Baca Juga :  Ini Baru Aksi Kemanusiaan, Pencinta Mangrove Indonesia Tanam 100 Ribu Bibit Bakau di Bintan

Ricky Kambuaya, perannya tak banyak terlihat. Aksi box to box yang selama ini jadi andalan Ricky juga jarang muncul. Sebab, Curacao memberikan pressing ketat saat dia dapat bola. Ini membuat Ricky ditarik keluar saat jeda permainan.

Pratama Arhan, kontribusi pemain bek ini cukup luar biasa. Arhan memang hanya sesekali membantu serangan. Namun, dia berhasil memberikan dua assist. Satu lewat lemparan jauh dan satu lagi crossing mendatar.

Sedangkan di lini serang, Witan Sulaeman bermain sebagai ujung tombak, Dimas tampil efektif. Ketika sulit punya peluang, dia bisa jadi tembok atau pemantul bola untuk rekannya. Seperti assist yang dibuatnya untuk gol pertama Timnas Indonesia lewat Marc Klok pada menit ke-19.

Egy Maulana, hanya dapat waktu bermain 45 menit saja. Sebenarnya Egy lumayan bekerja keras. Saat hilang bola, dia langsung memberikan pressing kepada pemain belakang lawan. Sikap ngotot Egy terlihat meski kalah postur.

Pada pemain pengganti, Saddil Ramdani punya peluang lewat tendangan bebas pada pertengahan babak kedua. Setelah itu, Saddil Ramdani tidak terlalu dominan melakukan akselerasi ke depan.

Marselino Ferdinan, bisa membikin lini tengah Timnas Indonesia lumayan lebih enak ditonton, ketika dia masuk. Umpan satu-dua sentuhan dengan Marc Klok dan pemain lain bisa berjalan apik.

Baca Juga :  Greysia/Apriyani Juara, Presiden Jokowi: Selamat! Ini Kado buat HUT Kemerdekaan RI

Ramadhan Sananta, hanya tampil 15 menit sebagai pengganti. Sebenarnya Sananta sempat memberikan harapan di lini depan. Sananta sempat melepaskan satu tendangan on target. Selain itu dia sempat agresif memburu bola dari kaki lawan. Namun, seperti Sananta mengalami masalah, fisiknya drop akibat cedera ringan pada paha, usai diganjal pemain belakang Curacao.

Karena gerakannya tak secepat saat awal masuk, pada menit 84 dia digantikan M Rafli. Sananta hanya bermain 15 menit di debut perdananya bersama Timnas Indonesia besutan pelatih Shin Tae-yong ini.

Dendy Sulistyawan, perannya juga jarang terlihat dalam laga ini. Dendy seperti kurang mendapatkan menit bermain. Selain itu, dia sepertinya masih proses adaptasi dengan gaya strategi Shin Tae-yong.

Muhammad Rafli, masuk pada pengujung laga, Rafli sempat memberikan umpan matang kepada Rachmat Irianto yang berlari ke depan gawang. Sayang peluang itu tidak berbuah gol. Setelah momen itu tidak ada lagi aksi berbahaya yang dibuat Rafli.

Ekspresi kegembiraan Shin Tae-yong terhadap Witan Sulaeman setelah timnas Indonesia mengalahkan Curacao di laga persabahatan FIFA Match 2022, Sabtu (24/9/2022). F- Istimewa/[email protected]

Rizky Ridho, jadi pemain terakhir yang masuk lapangan. Perannya hanya menambah kekuatan lini belakang. Meski hanya 5 menit berada di lapangan, dia cukup bisa meredam serangan Curacao.

Bagaimana menurut Anda untuk penampilan Timnas Indonesia saat menghadapi Curacao di leg kedua, di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa (27/9/2022) nanti? Apakah ada perubahan pemain di daftar line-up? Saksikan terus penampilan Timnas Indonesia. (yen)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here