Beranda All News Sejarah Lapangan Seri Bintan Buana, Desa Pemakaman Hang Nadim Jadi Tempat Upacara...

Sejarah Lapangan Seri Bintan Buana, Desa Pemakaman Hang Nadim Jadi Tempat Upacara HUT Kemerdekaan RI

0
Rusli Kepala Desa Busung bersama camat dan rekannya usai mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI di lapangan Seri Bintan Buana Busung, Rabu (17/8/2022). F- yen/suaraserumpun.com

Bintan, suaraserumpun.com – Lapangan sepak bola Seri Bintan Buana di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepri menjadi buah bibir. Lapangan setingkat desa ini dijadikan tempat upacara pengibaran Bendera Merah Putih, pada HUT Kemerdekaan ke-77 RI, di Kabupaten Bintan, Rabu (17/8/2022). Berikut sejarah lapangan Seri Bintan Buana Busung, di desa pemakaman pahlawan nasional Hang Nadim tersebut.

Lapangan sepak bola Seri Bintan Buana di Desa Busung, memang tak sesuai standar nasional. Ukurannya kecil. Hamparan lapangan ini, lebih banyak pasir dan tanah, dibandingkan rumput hijau. Tak punya stadion dan fasilitas yang memadai.

Rabu (17/8/2022) pagi, lapangan Seri Bintan Buana Busung dikeliling ribuan orang. Puluhan pejabat dan kepala OPD hadir. Sebagian duduk di panggung utama. Di tengah lapangan Seri Bintan Buana berdiri satu tiang bendera tinggi menjulang. Upacara HUT Kemerdekaan RI berlangsung sukses, dengan Inspektur Upacara Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan.

Nama lapangan sepak bola Seri Bintan Buana Busung pun semakin menjadi pembicaraan orang banyak. Tapi tak banyak yang tahu, sejarah nama Seri Bintan Buana ini. Begitu juga alasan Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan menunjuk lapangan sepak bola di Desa Busung ini, menjadi tempat upacara HUT Kemerdekaan RI pada tahun 2022 ini. Tak banyak yang tahu.

Baca Juga :  Pemprov Kepri Memperpanjang Kontrak 549 Guru Non ASN di Karimun, Begini Alasan Ansar Ahmad

Di antara ratusan pejabat yang mengikuti upacara HUT Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia (RI) itu, ada seorang pejabat bawah yang terlihat semringah. Dia tersenyum lebar, karena upacara HUT Kemerdekaan RI di lapangan Seri Bintan Buana berlangsung sukses.

“Selain sukses, ini sejarah baru. Ini pertama sekali digelar upacara HUT Kemerdekaan RI di lapangan Seri Bintan Buana, untuk tingkat Kabupaten Bintan,” kata pria yang memilik nama Rusli tersebut kepada suaraserumpun.com, usai upacara HUT Kemerdekaan RI.

Rusli merupakan pejabat Kepala Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Rusli menceritakan, nama lapangan sepak bola Seri Bintan Buana sudah lama ada. Namun, tidak banyak yang tahu asal muasal nama tersebut.

Pada tahun 1980-an, Desa Busung menjadi pusat penambangan pasir darat. Pada masa itu, cukup banyak perusahaan yang menambang di Desa Busung. Di antara perusahaan itu, ada nama PT Buana. Perusahaan ini membuat lapangan sepak bola untuk desa. Justru itu, masyarakat lebih banyak mengenal dengan nama lapangan ‘Buana”. Kemudian disempurnakan Seri Bintan Buana. Dengan harapan, lapangan Buana ini bisa memberikan cahaya buat Kabupaten Bintan.

Baca Juga :  Capt Wisnu Wijayanto Direktur Utama Batik Air yang Baru

“Awalnya, lapangan Seri Bintan Buana ini berada di pinggir pantai, di belakang Kantor Desa Busung saat ini. Tapi, kemudian dipindahkan ke lokasi saat ini,” jelas Rusli didampingi sejumlah tokoh masyarakat Desa Busung.

Pengibaran Bendera Merah Putih di lapangan Seri Bintan Buana Desa Busung, desanya pemakaman Hang Nadim, Rabu (17/8/2022). F- Istimewa/dok suaraserumpun.com

Saat ini, lapangan Seri Bintan Buana Desa Busung menjadi tempat pengibaran Bendera Merah Putih, pada peringatan HUT Kemerdekaan RI. Hal ini, kata Rusli, merupakan kebijakan Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan melalui Dispora Kabupaten Bintan.

Makam Hang Nadim

Desa Busung, jelas Rusli, merupakan daerah yang memiliki nilai sejarah perjuangan Kemerdekaan RI sejak masa kerajaan Bentan, pada masa lampau.

“Di Desa Busung, ada makam pahlawan nasional. Yaitu, makam Hang Nadim. Memang kalau bandara Hang Nadim itu ada di Batam. Tapi, makam Hang Nadim itu sendiri ada di Busung, Kabupaten Bintan,” terang Rusli.

Hang Nadim adalah anak dari Hang Jebat. Hang Nadim merupakan seorang panglima di masa kerajaan Melayu. Hang Nadim dikenal dengan panglima Elang Laut. Karena, keperkasaannya menjaga keamanan di laut, pada masa lampau.

“Orang Malaysia, sering berkunjung ke Desa Busung (Bintan), untuk ziarah ke makam Hang Nadim. Bahkan, masyarakat Busung dan pemerintah kecamatan, selalu mengadakan doa bersama saat ziarah ke makam Hang Nadim. Terutama menjelang puasa Ramadan,” jelas Rusli lagi.

Baca Juga :  Batal ke Papua, Saatnya Atlet Woodball Kepri Menatap PON 2024 Sumut-Aceh

Letak makam Hang Nadim, berada tak jauh dari Jembatan Busung, di pinggir aliran Sungai Busung. Makam Hang Nadim ini sudah diteliti oleh pihak cagar budaya. Dan makam Hang Nadim di Desa Busung, menjadi cagar budaya.

“Dan, tak salah lagi kalau Pemkab Bintan di masa kepemimpinan Roby Kurniawan ini, menetapkan Desa Busung sebagai tempat upacara HUT Kemerdekaan RI. Ini juga sejarah bagi kami. Atas nama masyarakat, terima kasih buat Pak Roby Kurniawan, Plt Bupati Bintan,” demikian disampaikan Rusli yang menceritakan sejarah nama lapangan sepak bola Seri Bintan Buana, dan sepintas sejarah Desa Busung sebagai desa pemakaman Hang Nadim.

Lapangan sepak bola Seri Bintan Buana Desa Busung mejadi tempat upacara HUT Kemerdekaan RI, Rabu (17/8/2022). F- istimewa/dok suaraserumpun.com

Camat Seri Kuala Lobam Anto Hatta Wijaya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Desa Busung, yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan upacara HUT Kemerdekaan RI, tahun 2022 ini.

“semoga ke depannya lapangan sepak bola Seri Bintan Buana ada penataan lebih baik. Begitu pula situs sejarah makam Hang Nadim di Busung, semoga ada revitalisasi ke arah lebih baik. Sehingga, Busung bisa menjadi desa wisata religi,” harap Anton Hatta Wijaya. (yen)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here